• Serah Terima Amanah

    Serah Terima Amanah dari Syah Azis Perangin Angin (Ketua FLP Semarang 2011 - 2014) kepada Muh. Hafidz Nabawi (Ketua FLP Semarang Periode 2014 - 2016). Semoga dapat membawa FLP Semarang menjadi lebih baik. Amin...

  • Pelantikan Pengurus Wilayah FLP Jateng di Semarang

    Pelantikan Pengurus FLP Wilayah jawa tengah di SDIT Cahaya Bangsa Semarang. Semoga amanah ya... Amin..

  • Open Recruitmen Anggota FLP SMG

    Berpose setelah selesai mengikuti Rekrutmen Anggota Baru FLP Semarang... Ayo, Tunjukkan Orange-Mu.. Menanti karya Flpers Semarang... Semoga makin produktif... Amiin..

Wednesday, February 20, 2019

Seminar Kepenulisan Nasional 2019


Thursday, February 7, 2019

KMKL #1 EPS 7

"Every accomplishment starts with the decision to try." (John F. Kennedy)

Mengawali sebuah mimpi menjadi penulis, tentu harus mulai menulis. Tetapi, untuk menjaga semangat tetap membara, perlu berkumpul dengan teman-teman dengan
kecenderungan yang sama.

Kelas Menulis FLP Semarang alumni KMKL #1 kembali digelar. Di episode ke 7 ini,  terlihat satu alumni KMKL#1 datang di teras gedung Ki Narto Sabdo, TBRS Semarang. Jam 8 acara dibuka dengan 2 orang pengurus dan 3 orang peserta. Seiring waktu berjalan, genap 9 orang mengikuti acara Kelas Menulis FLP Semarang sampai selesai.

Mengambil keberkahan dari Al-Qur'an, acara diawali dengan melantunkan Al-Fatihah bersama-sama. Selanjutnya sharing pengalaman Estina yang pindah dari FLP Solo ke FLP Semarang. Masuk ke materi inti, Rohagung, Ketua FLP Semarang periode 2018-2020 mengambil alih.

Episode ke 7 kali ini membahas "Jurus Ampuh Nulis Buku Fiksi" bab OPENING. Salah satu kunci membuat  pembaca ketagihan untuk menyelesaikan buku cerita adalah pembukaan yang menarik. Rohagung menjelaskan bahwa untuk menulis opening sebuah buku tidak boleh monoton. Misalnya mengawali dengan pembahasan cuaca, atau pembukaan dongeng, "Pada suatu hari...". Selain monoton, hindari pembukaan yang bertele-tele dan pembukaan yang membocorkan isi buku.

Nah, cara menghindari opening yang monoton bisa dengan menambahkan daya kreatifitas. buatlah pembaca terkejut dan bangunlah mood pembaca ke dalam cerita. Contoh pembukaan yang menggebrak dalam bentuk narasi:
"Di mulutmu cinta seperti tahi ayam. Hanya hangat di awal, berlanjut busuk hingga akhir."

Pembaca akan langsung menangkap maksud penulis yang sedang menggambarkan bahwa tokoh tersebut sedang marah dan menyesal.

Penting! BACA, BACA, BACA.
Dengan banyak membaca, akan semakin banyak referensi pola opening yang dahsyat dan asyik.

Ingin tahu kelanjutan jurusnya? Ikuti Kelas Menulis episode selanjutnya, 17 Februari 2019 di TBRS jam 08.00-10.00 WIB. GRATIS dan terbuka untuk umum.

Friday, January 25, 2019

KMKL#1EPISODE SPESIAL

Ngobrol Santai Kepenulisan Bersama Boim Lebon

Ahad, 20 Januari 2019
Tak terasa kelas menulis kemah literasi angkatan #1 FLP Semarang telah memasuki episode #6. Pada episode kali ini ada yang spesial dan berbeda dari biasanya. Kelas kita kedatangan tamu spesial dari FLP Pusat. Beliau penulis produktif yang luar biasa. Karya sudah banyak dan keren. 

Sebelum beliau mengisi kelas menulis pagi itu, kita mulai dengan cerita inspiratif dari peserta. Ada seorang peserta yang datang jauh-jauh dari Sayung-Demak bersama putrinya untuk ikut kelas menulis. Beliau adalah Bu Nur, penulis buku dan guru SMP Sayung. Ternyata karya beliaupun juga banyak. Tekad beliau konsisten untuk menulis adalah ingin membagikan semangat dan inspirasi bagi guru-guru yang lain agar giat dalam literasi. Gurupun bagian penting dari dunia literasi.

Selanjutnya adalah diskusi kepenulisan bersama tamu spesial yang hadir episode kali ini. Salah satu yang membuat orang langsung kenal beliau adalah karena karakter salah satu tokoh di novel zaman dulu, yaitu "Lupus". Beliau adalah Boim Lebon. 

Kelas menulis kali ini juga pesertanya membludak dari biasanya. Ternyata sosok beliau memang memiliki magnet luar biasa pada pegiat literasi. Berbagi pengalaman menulis dari awal menulis hingga sekarang ini. 

Salah satu point dan kunci rahasia yang beliau bagikan kepada kita semua adalah "Keajaiban Silatirahmi". Beliau menekankan betapa pentingnya mengikat ukhuwah. Berasal dari hal tersebutlah Pak Boim sapaan akrabnya, trus produktif dalam menulis dan produktif mendapat teman baru. 

Akhir sesi dari kelas episode ini kitapun berfoto bersama Pak Boim. Sebuah inspirasi nyata bahwa menjadi penulis benar-benar meluaskan persaudaraan kita. Ayo semangat menulis ya...

by. Raddy Ibnu Jihad 

Tuesday, January 8, 2019

KMKL #1 EPISODE 5

Tidak ada kebetulan di dunia ini. Semua berjalan di atas skenario Allah yang tertulis dalam kitab Lauh Mahfuz. Begitupun agenda kelas menulis FLP Semarang, Ahad, 6 Januari 2019 lalu.

Kelas menulis luring rutin diselenggarakan 2 pekan sekali di tempat yang sama, Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) pukul 08.00-10.00 pagi. Materi episode ke 5 disampaikan setelah dibuka dengan ummul kitab bersama-sama dipandu oleh Lala dan berbagi cerita oleh Ifa, peserta baru dari pati yang berdomisili di Tembalang.

Rohagung dengan nama pena Raddy Ibnu Jihad sebagai Ketua FLP Semarang menyampaikan Rahasia Kepenulisan Non Fiksi. Rohagung menegaskan bahwa jika kemarin kekuatan fiksi ada pada imajinasi, maka kekuatan non-fiksi ada pada referensi. Lebih lanjut disampaikan bahwa rahasia agar mudah menulis non-fiksi ada 3: yang pertama premis, kedua mindmap, dan ketiga outline. 

Berbeda dengan fiksi, premis pada karya non-fiksi menggunakan rumus: 
jenis naskah + tujuan + hasil.
Sementara mindmap dilakukan dengan menuliskan cabang-cabang yang ingin digali dari premis. Terakhir, sebelum menulis, buatlah tabel outline/garis besar lajur sebuah tulisan. Gunakan ramuan Why, What, dan How to untuk membagi awal bab, tengah, dan akhir yang berisi solusi.

Meskipun hanya bertiga, KMKL tetap dapat berjalan baik. Ifa ternyata pribadi yang cukup aktif dan memiliki ketertarikan pada bacaan-bacaan non-fiksi sehingga suasana diskusi di kelas menulis kali ini menjadi hidup. Sesi kelas menulis pekan ini meski lebih siang dari biasanya tetap diakhiri pukul 10.00 WIB. Insyaallah episode selanjutnya dilaksanakan di TBRS, 20 Januari 2019.

Lala di batas maya

Friday, December 28, 2018

KMKL #1 Episode 4


Ahad, 23 Desember 2018 kembali hadir agenda luring KMKL #1 FLP Semarang episode ke empat dengan tema Rahasia Menulis Fiksi. Pada pertemuan kali ini, kelas menulis diselenggarakan seperti biasa di Taman Budaya Raden Saleh Semarang yang merupakan salah satu tempat wisata budaya di daerah Semarang, Jawa Tengah.

Pertemuan dibuka dengan pembacaan kalam Ilahi oleh kak Roh Agung selaku ketua FLP Semarang periode saat ini lalu dilanjutkan dengan motivasi dari mbak Lala dengan menunjukkan sebuah gambar yang memiliki perbedaan ketika dilihat dari dua sisi (berkebalikan). Ibarat dalam kehidupan, ketika kita sedang mengalami kesulitan, hendaknya kita mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut dengan mengambil sudut pandang yang lain.

Acara kemudian dilanjutkan dengan materi inti oleh kak Roh Agung. Beliau memaparkan terkait bagaimana cara untuk membuat alur cerita yang sederhana dan tidak keluar dari cerita utamanya. Hal pertama yang dapat kita lakukan adalah pengenalan karakter utama dan karakter pendukung dalam cerita yang akan kita buat.

Setelah itu, kita harus menentukan tujuan utama dari tokoh utama dan tokoh pendukung. Dan selanjutnya kita pun harus membuat halangan atau rintangan apa yang membuat tokoh cerita sulit untuk mencapai tujuannya tersebut. Dari tiga hal terpenting tersebut, kita akan dapat membuat cerita pendek ataupun novel yang sesuai dan tidak akan keluar jalur dari inti cerita utamanya.

Peserta kelas menulis mulai ditugaskan untuk membuat lay out sederhana setelah pemaparan tersebut. Walaupun dengan keterbatasan waktu, peserta antusias untuk membuat cerita dengan ide yang terlintas begitu saja tanpa direncanakan sebelumnya. Berdasarkan materi rahasia menulis fiksi, peserta menemukan beragam plot cerita yang menarik.  Layout tersebut menjadi tugas pertemuan berikutnya, yaitu mengembangkan ide menjadi cerpen.

Tidak sampai disini saja, pada kelas menulis kali ini, FLP Semarang kedatangan tamu dari salah satu lembaga kampus, yaitu perwakilan dari UKM di Unisula Semarang. Ada dua perempuan sebagai perwakilan dari UKM tersebut yang datang untuk memberikan pengarahan dan kerjasama dengan FLP Semarang.

Mereka menyampaikan bahwa akan diadakan acara Seminar Nasional tentang Kepenulisan dengan narasumber Penulis dan Dosen dari Unisula juga. Mereka ingin menjalin kerja sama dengan FLP Semarang untuk mensukseskan seminar nasional tersebut. Narasumber yang akan hadir adalah ketua umum FLP pusat, yaitu bunda Afifah Afra. Oleh karena itu, agar acara kepenulisan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sukses, kita akan bekerja sama untuk terselenggaranya acara tersebut.


Alhamdulillah, kelas menulis pada pertemuan kali ini berjalan dengan baik dan lancar. Besar harapan kami untuk pertemuan selanjutnya dapat lebih baik dalam segala hal. Dan dapat meningkatkan persahabatan antar anggota FLP Semarang sehingga komunitas ini menjadi lebih baik dan bermanfaat keberadaannya. Aamiin. 😊

Oleh: Hani

Monday, December 17, 2018

Kelas Menulis Kemah Literasi (KMKL) #1 episode 03

Ahad, 9 Desember 2018

Kelas Menulis Kemah Literasi (KMKL) angkatan pertama yang diselenggarakan oleh FLP Semarang telah memasuki pertemuan ketiga. Masih bertempat di Taman Budaya Raden Saleh, diskusi kali ini masih ditemani ketua FLP Semarang periode ini yaitu kak Roh Agung. Sekalipun hanya satu peserta baru yang ikut dalam diskusi, tidak menyurutkan semangat FLP Semarang untuk menyelenggarakan kelas menulis tersebut. Salah satu tujuan utama FLP Semarang, untuk membangkitkan kembali semangat literasi di Kota Semarang mengalahkan segala hal yang merintangi.

Pertemuan kali ini dibuka dengan cerita inspirasi dari Mas Deden, peserta yang baru saja ikut bergabung. Beliau bercerita tentang mendapat banyak kisah inspirasi dari para muallaf yang ada di Kota Semarang. Beliau ingin sekali menuliskannya agar suatu saat juga bermanfaat bagi banyak orang.

Materi pada episode ketiga ini mengenai cara menggali ide, menangkapnya, kemudian menuliskannya. Dalam hal ini kita perlu tahu dan harus tahu bahwa ide merupakan hal pokok dan sangat penting bagi seorang penulis. Karena idelah yang membedakan seorang penulis dengan penulis yang lain. Ide juga yang membedakan setiap karya yang dihasilkan atau dilahirkan.

Kak Roh Agung menyampaikan beberapa tips dalam menggali ide yang sebenarnya selalu berjalan-jalan dan mengelilingi kita. Kemudian langkah-langkah untuk menangkap dan mengikatnya agar mereka tidak berlarian bahkan pergi menjauh dari kita. Setelah itu teknik untuk menuliskannya agar ide itu bukan lagi barang baku mentah, melainkan bisa menjadi sajian yang enak untuk dinikmati. Setelah itu kegiatan diskusi berlangsung untuk menyampaikan kendala-kendala yang dirasakan saat kepenulisan. Diskusi tetap asyik dan menarik, sekalipun diiringi riuh suara anak-anak yang berlomba menari di seberang tempat diskusi, juga pepohonan, bebatuan dan patung yang seakan ikut hadir menemani.

Sampai bertemu di episode selanjutnya. Semoga para pejuang pena sekalian tetap semangat untuk menjadi pembelajar yang berproses.

By. Roh Agung D.W.

Sunday, November 25, 2018

KMKL #1 Episode 2 FLP SEMARANG

 Ahad, 25 November 2018

     Setelah KMKL (Kelas Menulis Kemah Literasi) pertama diadakan 2 pekan yang lalu, FLP Semarang kembali mengadakan untuk yang kedua kalinya. 

     Bertempat di Taman Budaya Raden Saleh, KMKL 2 diikuti oleh 1 peserta Kemah Literasi yaitu Nika, 2 peserta umum yaitu Aini dan Jihan, dan 3 pengurus FLP Semarang yaitu Kak Roh Agung, Kak Winaz Nazul, Kak Wiji Astuti serta Ketua FLP Semarang periode 2014/2015 Kak Syah Aziz Perangin angin.

     Acara KMKL 2 tersebut dimulai dengan pembukaan oleh kak Winaz Nazula, tilawah oleh Kak Roh Agung, sesi motivasi oleh Nika dan dilanjut diskusi materi kepenulisan oleh Kak Roh Agung.

     Materi yang disampaikan Kak Roh Agung pada kesempatan tersebut menngenai jenis-jenis karangan menurut KBBI dan menurut sastra. Kak Roh Agung menjelaskan secara detail uraian dari jenis-jenis karangan tersebut beserta contoh karangannya.
     
     Setelah berdiskusi, peserta dan pengurus diminta untuk membuat karangan deskripsi tentang sebuah buku yang ada dihadapan mereka saat itu. Mereka tampak sangat serius mengamati buku yang ada di hadapannya dan langsung menuangkannya dalam tulisan. Setelah selesai, peserta KMKL 2 diminta untuk membacakan tulisannya kemudian pengurus mengoreksi hasil tulisan mereka.

     Kegiatan tersebut ditutup dengan penugasan membuat karangan dari beberapa jenis karangan yang telah mereka pelajari, dan diakhiri dengan foto bersama.

     See you next time sahabat FLP Semarang pada pertemuan KMKL 3 yang insyaAllah akan diselenggarakan 2 pekan lagi.


By Wiji Semi







     

Sunday, November 11, 2018

KMKL #1 FLP SEMARANG

TBRS, Ahad, 11.11.2018

Setelah lama berlalu, alumni oprec FLP Semarang 2018 mulai dikumpulkan kembali. Dimulai dari pengumpulan di grup WA, kelas menulis offline-online sebagai wadah untuk saling menyemangati dalam berkarya pun dibuka.

Agenda perdana diselenggarakan hari Ahad, 11 Nopember 2018 di teras gedung Ki Narto Sabdo, TBRS. Ada dua peserta alumni oprec, Ali dari UNIMUS dan Nika dari UNISULA. Satu lagi peserta bergabung dari UIN Walisongo, Anni. Meskipun sudah mendaftar oprec namun belum mengikuti rangkaian agendanya. Jadi tahun depan harus mengulang lagi ya😉.

Sementara pendamping pekan ini adalah Rohagung, kerap memakai nama Raddy ibnu Jihad, Ketua FLP Semarang periode 2018. Beliau mempelopori kegiatan KMKL (Kelas Menulis Kemah Literasi) ini dengan tujuan mensolidkan anggota baik yang baru masuk maupun pengurus lama. Harapan ini rencana diaplikasikan dalam agenda-agenda yang menarik. Tidak hanya duduk dan mendengarkan materi, tetapi juga ke depan akan ada lapak baca, kunjungan, lomba-lomba dan kegiatan lain menyesuaikan kurikulum FLP dari wilayah dan pusat.

Kegiatan perdana kali ini berisi pengenalan kembali masing-masing peserta yang datang kemudian sharing inspirasi oleh Ali, motivasi menulis oleh Pak Rohagung dilanjutkan free writing dan ditutup (lupa foto bersama🙇). Ali menyampaikan bahwa menulis membuatnya bisa berbagi ilmu tanpa harus menunjukkan diri. Hal ini dilakukan karena menurut pengakuannya, dirinya seorang introvert. Kemudian disambung oleh Pak Rohagung dalam motivasi menulisnya bahwa ada pahlawan di Indonesia yang dikenang bukan karena berdarah-darah mengangkat senjata, tetapi justru dengan menulis. Menulis secara kontinyu hingga bisa dibukukan dan memberikan manfaat tidak hanya bagi penulis tetapi juga orang lain. Pahlawan itu adalah RA Kartini. Jadi pesan beliau kepada para peserta adalah untuk terus menulis meskipun hal-hal sederhana dalam aktivitas keseharian karena tulisan akan membaik seiring kita sering menulis.

Pada segmen free writing peserta diberi waktu 10 menit untuk menuangkan ide yang terlintas saat itu. Luar biasa, semua bersegera mengambil pena dan menorehkannya pada lembar yang dibagikan. Dari hasil tulisan mereka, tampak minat dari masing-masing peserta. Ali dengan artikel berjudul "Berani" cocok menjadi penulis kolom surat kabar. Nika dengan cermin (cerita mini), Anni dengan kisah bapak sebagai malaikat tak bersayap, dan Hani (kadiv kaderisasi FLP Semarang) menulis dengan bahasa yang cocok di bidang motivasi remaja. Hasil tulisan mereka bisa dilihat di ig @flpsemarang.

KMKL perdana FLP Semarang ini selesai sesuai waktu yang dijadwalkan. Selanjutnya, KMKL akan diadakan bergantian secara online dan offline (tatap muka) di waktu yang sama 08.00 - 10.00 WIB.

By: Lala di batas maya

Monday, December 11, 2017

Seru!! Sharing Nulis Dapat Duit

Semarang- Bertempat di Tower Cafe jalan Banjarsari Selatan No. 49b, Tembalang, Semarang diselenggarakan sharing penulisan bersama BaBe. Acara tersebut berlangsung selama 2 jam dimulai pukul 16.30, lebih lambat satu setengah jam dari yang dijadwalkan. Meskipun demikian, sharing penulisan dari BaBe ini tetap berlangsung semarak. Peserta aktif menyimak presentasi dari Kak Wawa dan Kak Riska.

BaBe merupakan salah satu platform yang menyediakan layanan bagi pembaca untuk membaca artikel-artikel menarik dan unik. Sesuai akronimnya, Baca Berita atau BaBe terasa kental dengan nuansa betawi. Oleh karena itu logo yang dipakai adalah sosok laki-laki yang memakai kopiah hitam.

Nah, biasanya baca berita dengan membuka browser, kini tidak lagi. Artikel pada BaBe dapat diakses melalui aplikasi. Cukup unduh aplikasinya di layanan bursa aplikasi ponsel pintar atau laptop untuk mendapatkan informasi yang menarik dan unik.

Peserta yang hadir dalam sharing penulisan bersama BaBe, Senin, 11 Desember 2017 tersebut berasal dari komunitas-komunitas penulis Semarang. Perwakilan FLP Semarang merupakan peserta terbanyak dengan mengirimkan 21 orang delegasi. Selain dari FLP Semarang, perwakilan DKJT dan komunitas Hayam Wuruk UNDIP juga hadir sore itu. Ada kejutan dari penyelenggara. Beberapa peserta aktif mendapat hadiah uang tunai setelah menjawab pertanyaan.

Sebagai lanjutan dari sharing penulisan dari BaBe, para peserta diajak untuk menjadi kontributor. Kanal artikel yang dibuka untuk kontributor freelance ada 6, yaitu hiburan, seks, kesehatan, Islam, unik, dan humor. Setiap artikel yang terbit akan mendapat honor mulai Rp10.000,00 hingga Rp100.000,00.
Tertarik? Silahkan daftar pada aplikasi BaBe.

(Lala di batas maya)

Sunday, December 3, 2017

UPGRADING & SHARING KEPENULISAN

Forum Lingkar Pena (FLP) bekerja sama dengan Perpusda Magelang, mempersembahkan:

*Upgrading Kepenulisan FLP Wilayah Jawa Tengah*

Bagi kamu yg ingin mendunia dg pena, ini lah saatnya..

_"Jateng Mendunia dengan Pena"_

======================

*Workshop Kepenulisan*

_"Agar Tulisanku Dirindukan"_

Oleh:

✅ Kak Sinyo Egie
⏩ Founder Yayasan Peduli Sahabat
⏩ Kaderisasi FLP Magelang

✅ Ibu Rianna Wati, S.S, M.A.
⏩ Dosen Sastra & Budaya UNS
⏩ Staf Kaderisasi BPP FLP

🕹 Ahad, 24 Desember 2017
⏰ 13.00 - 17.00 WIB
📌 Aula SMPIT Ihsanul Fikri, kota Magelang

_terbuka untuk umum_

========================

*Sarasehan Pengurus FLP*

_"Membangun Organisasi yang Sehat"_

Bersama:
Ganjar Widhiyoga, Ph.D
⏩ Tesis Doktoral dengan predikat 'lulus tanpa revisi' _(pass with no revision)_ di Durham University, Inggris
⏩ Sekjend BPP FLP

🗓 Ahad, 24 Desember 2017
⏰ 19.30 - 22.00 WIB
📌 Aula SMPIT Ihsanul Fikri, kota Magelang

_khusus pengurus FLP_

======================

*Ekspedisi Kepenulisan*

Acara jalan-jalan di Magelang bareng penulis se-Jawa Tengah

🗓 Senin, 25 Desember 2017
⏰ 05.00 - 07.30 WIB
📌 Sekitar Kota Magelang

_khusus pengurus FLP_

======================

*Seminar Kepenulisan*

"Sukses Menembus Penerbit"

Oleh:
Rahman Hanifan
⏩ ketua wilayah FLP Jateng

🗓 Senin, 25 Desember 2017
⏰ 08.30 - 10.30 WIB
📌 Aula SMPIT Ihsanul Fikri, kota Magelang

_terbuka untuk umum_

=======================

*Pendaftaran:*

Ketik Daftar UG Kepenulisan#Nama Lengkap#Tanggal lahir#no.HP#program yang diikuti

kirim ke
0815-7847-7466 (SMS)
0856-4303-4610 (WhatsApp)

Setelah mendaftar, harap transfer sebesar HTM ke: 7092209126
Bank BSM
Atas nama Putri Aprilita.
Konfirmasi transfer dengan mengirimkan bukti transfer ke nomor kontak pendaftaran.

*HTM:*

1⃣ Workshop Kepenulisan
Pelajar/Mahasiswa: Rp10.000
Umum: Rp20.000

2⃣ Seminar Kepenulisan
Pelajar/Mahasiswa: Rp10.000
Umum: Rp20.000

3⃣ Paket Hemat Rp75.000 *only*
Fasilitas: tempat untuk tidur, free makan 2x, Snack 3x, & bisa sharing dg pengurus FLP se-Jawa tengah.
(bagi yang berasal dari luar kota dan ingin mengikuti seluruh sesi)

*maksimal pendaftaran 19 Desember 2017 pukul 23.59  WIB*

📚🖋📚🖋📚🖋📚🖋📚🖋
_Forum Lingkar Pena: Berbakti, Berkarya, Berarti_

Bagi yang ingin bertanya tentang program, bisa hubungi Sofari: 085729878710

Tuesday, May 2, 2017

Profil Ketua FLP Wilayah Jawa Tengah Periode 2017-2019

Rahman Hanifan terlahir pada tanggal 31 Oktober 1981 di lingkungan keluarga sederhana di Magelang. Ia menjalani masa SD sampai SMP di Magelang. Kemudian melanjutkan di SMK N 1 Tempel Yogyakarta. Pada tahun 2000 Surahman lulus dari sekolah tersebut dengan nilai terbaik satu jurusan. Selanjutnya melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Yogyakarta. Karena prestasinya, Rahman Hanifan merampukngkan S1 selama kurang lebih 3 tahun dengan tanpa membayar bea kuliah. Dia mendapat beasiswa Full Study (gratis biaya kuliah).

Rahman Hanifan menikah dengan Nurul Fuadah pada tahun 2007 kemudian pindah domisili ke Pemalang. Saat ini telah dikaruniai tiga putra-putri yang dinamainya dengan cinta, Lavy Shafiyyur Rahman, Mayluf Shafiyyur Rahman, dan Alufa Shafiyyur Rahman. Lavy, Mayluf, Alufa. Love, love, love.

Rahman Hanifan telah bergabung dengan Forum Lingkar Pena sejak tahun 2003. Waktu itu menjadi anggota FLP Wilayah Yogyakarta. Setelah pindah ke Pemalang, Rahman Hanifan dan teman-teman mendirikan FLP Cabang pemalang pada tahu 2007. Dia sempat menggantikan Suprapto sebagai Ketua FLP Cabang Pemalang dan semenjak Februari 2017 lalu menduduki posisi ketua FLP Wilayah Jawa Tengah.

Karir kepenulisan Rahman Hanifan bermula pada tahun 2005. Waktu itu menerbitkan satu buku asyik berjudul Hidup Kaya Rasa Mati Masuk Surga menggunakan nama pena S. Rahman. Masih dengan nama pena yang sama, dua buku berikutnya kemudian terbit. Buku kedua berjudul The Power of Smile, sedang buku ketiga berjudul Kekayaan Hati; Jadikan Hidup anda Lebih Bermakna.

Semenjak tahun 2007 nama pena Rahman Hanifan mulai dia pakai. Pertama kali dia gunakan  dalam buku rasa majalah, Change Now! Jurus Duahsyat Muslim Huebat! yang diterbitkan oleh BookMagz Pro-U Media. Setelah itu dia selalu menggunakan nama pena Rahman Hanifan dalam karya-karyanya. Begitupun dalam akun-akun social media, seperti facebook, twitter, dan instragram, nama itu yang dia gunakan.

Selain menulis, Rahman Hanifan sempat menjadi guru, waka kesiswaan dan kemudian waka kurikulum di SDIT Buah Hati Pemalang. Mulai bulan Juli 2016, Rahman Hanifan pindah ke SMP IT Tsamrotul Fuad Pemalang dan mengemban amanah sebagai guru dan Kepala Tata Usaha.

KARYA TULIS (BUKU) YANG TELAH DITERBITKAN:
Buku Solo
Hidup Kaya Raya Mati Masuk Surga (Arina Publishing, 2005)
The Power Of Smile (Aura, 2005)
Kekayaan Hati; Jadikan Hidup Anda Lebih Bermakna  (Ananda Publishing, 2006)
CHANGE NOW! Jurus Duahsyat Muslim Huebat! (Bookmagz Pro-U Media, 2007)
TRUE FRIEND! Jurus Duahsyat Milih Sahabat! (Qudsi Media, 2008)
MUSLIM TANGGUH (Qudsi Media, 2008)
Journey of Life; Setiap Jejak Adalah Makna (Pustaka Insan Madani,  2009)
UNLIMITED LEARNING (Pustaka Insan Madani, 2009)

Buku Duet degan Istri
Magelang-Pemalang Via Sydney (Lafi Media, 2011)

Buku Antologi bersama
Bercerita Hujan (antologi cerpen bersama) (Lafi Media, 2009)
Menulis, Tradisi Intelektual Muslim (Antologi bersama) (Youth Publisher, 2010)
Sepucuk Surat Untuk Rasulullah (Inzpirazone, 2010)
Put Your Heart into Teaching (Penabur Khikmah 2011)
Buku dalam Liku Hidupku (Imsicx Publishing, 2012)
Ya Allah, Izinkan Kami Menikah (Diva Press, 2017)

Blog yang dikelola Rahman Hanifan:
http://rahmanhanifan.blogspot.com
http://gurupenamenari.blogspot.com
http://kurusmenulisbuku.blogspot.com

Wednesday, April 26, 2017

Menulis Bersama FLP (Tetangga)

*Forum Lingkar Pena (FLP) Solo Raya*

🎞Mempersembahkan🎞

              PELATPULPEN
(Pelatihan Kepenulisan dan Perekrutan)
FLP Solo Raya angkatan ke-11

🖊 *Sehari Menulis Langsung Terbit!*🖊
Bimbingan praktik menulis dengan output buku antologi bersama.

Lingkari Kalendermu, pada:
🗓Ahad, 21 Mei 2017
⏱07.30 - 14.30 WIB
🏛Ruang Seminar, Masjid Nurul Huda UNS

Fasilitas Peserta:
- Goodie bag FLP
- Buku panduan menulis
- Buku praktik menulis
- Sertifikat
- Snack + Makan siang
- Penerbitan buku antologi hasil pelatihan
- Menjadi anggota FLP Solo Raya

*Tiket: Rp 100.000*
_Khusus 75 orang pendaftar pertama hingga *14 Mei 2017*_
_Harga naik setelah tenggat waktu menjadi Rp 125.000_

Pemesanan Tiket:
Azmi 085640464182 (Area UNS)
Zein 08998620895 (Area IAIN)
Khairul 08982050390 (Area UMS)
Opik 087880980311 (Area Solo pusat)
Mu’nisah 085647247537 (Area Karanganyar)
Hida 085732288767 (Area Sukoharjo)
*via WhatsApp

*Catatan: Peserta diharapkan membawa laptop sewaktu mengikuti Pelatpulpen.*

Tuesday, April 25, 2017

Organisasi Literasi FLP (Forum Lingkar Pena) Wilayah Jawa Tengah Adakan Musyawarah Kerja di Solo

Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Jawa Tengah, Sabtu-Minggu (22-23/4) adakan kegiatan musyawarah kerja yang bertempat di aula SD IT Taqqiya Rosyida, Kartasura. Kegiatan muswil ini membahas terkait program kerja forum lingkar pena wilayah Jawa Tengah selama dua tahun.

Rahman Hanifan, selaku ketua FLP Jateng terpilih untuk periode 2017/2018 dalam sambutannya mengarahkan jajaran pengurus dan anggota untuk fokus dalam mengembangkan budaya literasi di masing-masing daerah atau cabang. Pengurus dan anggota FLP Jateng juga diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk mencintai budaya membaca buku.

Muskerwil ini dihadiri 10 utusan dari masing-masing cabang. Antara lain: FLP cabang Solo, Semarang, Cilacap, Pemalang, Pekalongan, Tegal, Temanggung, Kebumen, Pati dan  Magelang. Muskerwil Jateng ini juga dihadiri sekjend BPP FLP, Afifah Afra yang memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota flp di seluruh Jawa Tengah. Dalam kegiatan muskerwil ini FLP Ranting IAIN Surakarta dan FLP Cabang Solo menjadi tuan rumah sebagai penyelenggara acara muskerwil.

Agus Yulianto (Humas FLP Jateng)

Sunday, June 12, 2016

Ramadhan Bersama FLP Semarang

Ahad, 12 Juni 2016 bertempat di Toko Buku Toga Mas yang baru, FLP Semarang kembali bekerja sama dengan penerbit Erlangga. Untuk memeriahkan bulan Ramadhan kali ini, digelar acara bedah buku karya Pipiet Senja berjudul "Para Pencari Keadilan ". Novel tersebut merupakan salah satu novel lintas etnis yang tidak biasa dari novel kebanyakan saat ini.
Pipiet Senja seorang penulis yang dikenal sebagai sosok perempuan yang konsisten dengan kesederhanaan, baik dalam kehidupan maupun karya-karyanya. Dapat dilihat dari salah satu novel karyanya, Para Pencari Keadilan. Novel ini menceritakan perjuangan seorang wanita tangguh di tengah maraknya kasus peradilan yang berakhir dengan tidak adil.
Agenda bedah buku tersebut semula akan dihadiri 20-an anggota dan sahabat pena FLP Semarang. Namun, karena satu dan lain hal hingga hampir pukul lima sore hanya memenuhi separuh kuota.
Meskipun demikian, hal ini tidak mengurangi minat audiens dalam menyimak ketua FLP Jawa Tengah, Ali Margosim Chaniago saat membedah novel yang luar biasa tersebut.

Sekilas Sinopsis "Para Pencari Tuhan"

Rumondang Siregar adalah satu-satunya Jaksa di Indonesia blasteran Batak-Tionghoa. Sejak bayi ia dalam pengasuhan keluarga besar ayahnya di kawasan Tapanuli Selatan, sementara kedua orang tuanya mengejar karier di Ibukota. Acapkali ia menerima tindak kekerasan dari neneknya. Beruntunglah ia memiliki seorang kakek yang sangat mengasihinya, sehingga membentuk karakter yang mandiri, dan istiqomah sebagai muslimah tangguh.
Ketika ia berhasil menduduki jabatan Jaksa di daerah, segenap pikiran dan upayanya dipusatkan demi memberantas para koruptor. Sepak-terjangnya ternyata membuat gerah para seniornya, maka ia pun ditarik ke Ibukota. Di sini ternyata ia harus berhadapan dengan situasi yang tak pernah terbayangkan; mulai dari intrik, isu murahan, sampai fitnah yang keji. Serbuan dan tantangan lawan itu bukan saja dari kalangan sejawat, melainkan juga dari keluarga besar ibunya sendiri, etnis Tionghoa.
Bagaimana sepak-terjangnya, saat ia harus berhadapan dengan para sepupu dan pamannya sendiri yang ternyata adalah gembong narkoba? Dan ia pun menjadi korban dalam suatu tragedi pemboman di Mall. Dapatkah ia bangkit dari situasi in-coma yang mengenaskan itu?

--dapatkan jawabannya dalam novel--
Data buku
1. Judul buku : Para Pencari Keadilan
2. Pengarang : Pipiet Senja
3. Penerbit : Emir
4. Tahun terbit     : 2015
5. Tebal : 221 halaman
6. Harga buku : Rp 80.000,-
7. Dimensi buku : 14,5 x 21

Saturday, March 7, 2015

REVALUASI

by Lala di batas maya

hari-hari telah menua
keriput senja tak lagi menawan
rimbun dosa kian membuncah
adakah jeda untuk sekedar hela?

titian menit tanggalkan detik
mendulang rumit berbisik-bisik
tergamit resah di tiap desah
adalah pasrah muara berserah

temali jari-jari tak lagi menari
kerjap mata menjauh dari purnama
penyenandung kalam bungkam melantun
di manakah jasad iman terjatuh?

pagi tak mau bersambut embun
siang enggan berbalut mendung
dan senja mulai tertawan renta
hingga malam-malam padam
sinar gemintang hilang pendar
mungkin di titik itulah
dian hati terkapar

oh, adakah semilir di hening pikir
menyertakan kabar dari langit
tentang enggan kapankah beringsut
dari hati nan makin kusut

Ramadhan,1435 H

Cerbung :Semesta Parallel



INTO THE VOID

Seri 1
Oleh : Izgar

Ffuuhh…, melelahkan.Ujian akhir semester kali ini seperti berbeda dari biasanya. Melampaui jam yang normal. Yah, mungkin tidak bisa disalahkan Pak Sandy.Beliau memajukan waktu ujian Kalkulus, jadi satu di hari Jumat. Karena harus berangkat memenuhi panggilan kuliah di Oxford sana. Yah, hikmahnya kami jadi punya penambahan waktu libur sehabis ujian.Walaupun penambahan itu menyumbang pening di kepala. Ah, sepertinya aku harus jalan sore lagi ini.
Melewati jalur yang biasa ku pakai menuju persimpangan Milo.Sendiri.Tanpa kendaraan.Aku menikmati waktu sunyiku ini.Biasa dilakukan saat sedang mengalami tekanan.Dalam bentuk apapun.Beberapa diantaranya saat kepala dalam keadaan begini.Di tengah perjalanan, memori membawaku ke tanah kelahiran.Ambon.Pada keluarga nun jauh disana. Ah, bagaimana keadaan Ibu di rumah. Tidak terasa sudah lewat enam tahun sejak konflik terjadi.
Pada jembatan penyeberangan, mataku menerawang di sepanjang jalan Imam Bonjol. Mengingat-ingat apa yang sudah dilalui hingga kini. Ku sadari ‘bakat’ ini tidak begitu berguna pada perjuangan di kota ini. Tidak seperti enam tahun yang lalu.Sementara penampakan mereka yang tak terlihat membuat gamang benak ini.Suara-suara mereka.Perkataan-perkataan mereka. Ahh.., aku berharap berada di tempat lain. Di waktu yang berbeda.Dimana kekuatan ini bisa berguna bagi banyak orang.Bukan malah membuat mereka ketakutan.
Seakan ada percikan hangat tumbuh di kedalaman dada.Tiba-tiba pening yang amat sangat menghantam kepalaku.Membuat pijakan limbung.Berpegangan pada pagar pembatas, aku merasa tanah bergoyang bak ombak.Semua bangunan runtuh.Bukan.Bukan hanya bangunan.Namun juga langit.Pohon.Tanah.Menampakkan kegelapan pekat dibaliknya. Tidak butuh waktu lama hingga semua kegelapan itu menyelimutiku…
Suara gelembung?Tekanan menyesakkan?Ada rasa aneh mampir di lidah.Satu yang bisa kupastikan.Ada air yang baru saja lewat di mulutku.Segera kubuka mata.Agak pedih.Di tengah keburaman pandangan, terlihat di depanku pemandangan gedung-gedung tinggi di sekitar sebuah perempatan besar.Banyak diantaranya sudah rusak berat.Jendelanya runtuh menganga.Mobil-mobil aneh yang teronggok di tengah persimpangan.Namun satu yang mencekat, semua tertutup air.Entah seberapa tinggi.
Terdengar lenguhan dari belakang.Aku menoleh.Sebuah bentuk hitam raksasa mendekat.Mulutnya terbuka lebar.Menampakkan sederetan taring tajam dengan pinggiran bergerigi.Panic, aku segera berenang menjauhi makhluk tak dikenal itu.Meski mungkin, sedikit harapan untuk bisa menjauhinya.Namun tiba-tiba, sebuah dentuman diiringi gelombang menghantam.Melemparku kedepan.Menjauh dari bentuk hitam itu.Tapi sebuah benda keras menabrak dari belakang.Mulut terbuka melepaskan jeritan.Hanya gerombolan gelembung yang keluar dan gelombang air yang masuk tanpa ampun.Aku terlempar lebih cepat.Secara tak terkendali mengarah ke salah satu dinding gedung di kiri jalan.
Tidak bisa memikirkan jalan keluar apapun, aku hanya bisa pasrah.Kejadian itu begitu cepat.Semua serba tiba-tiba.Udara pertama segera menyentuh cuping hidung.Membuat napas terbatuk.Perlahan kubuka mata.Terlihat seorang kakek berdiri sekitar dua meter dariku.Ia memakai alat seperti bando perempuan yang terhubung dengan banya kabel pada kedua meja kecil di sisi kanan dan kiri tubuhnya. Tubuhnya terlihat kekar.Ia setengah menoleh padaku.
“Kau tak apa-apa, nak?” tanyanya.
Aku hanya mengangguk.
“Baik. Berpeganglah, nak,” lanjut kakek itu sembari mencondongkan diri kedepan.“Ini akan sedikir ‘seru’.”
Tiba-tiba sebuah daya menghempaskanku hingga tersandar dinding.Kulihat sekeliling. Ruangan ini mungkin hanya seluas lima kali tiga meter. Di selimuti dinding tak kasat mata yang mencegah air masuk kedalam.Setidaknya itu yang kusimpulkan.Tapi semua itu segera patah saat kusentuhkan jari pada permukaan dinding itu.Tidak ada sesuatu yang keras pada permukaannya.Setengah dari jari masuk kedalam air tanpa membuat batas itu bocor.Karena tekanan yang luarbiasa besar membuat jariku terdorong kebelakang hingga terasa sakit. Segera kutarik ia.
Kendaraan ini melaju kencang.Menembus kedalaman suram.Melesat diantara gedung-gedung besar dalam berbagai bentuk dan ukuran.Dihadapannya makhluk seperti ikan itu.Berenang dalam kecepatan tak normal bagi ukuran tubuhnya. Sesekali si kakek menembakkan sesuatu seperti torpedo mini kearah sisi ikan itu. Yang meledak dan membuat makhluk itu merubah arah. Sudah sekitar sepuluh torpedo ditembakkan. Makhluk itu berenang hingga daerah terbuka.
“Haha…. Dia masuk jebakanku!” gelegarnya bersemangat. “Lihatlah, nak! Akan kubungkam makhluk sialan itu!”
Dengan bersemangat, ia menekan beberapa tombol. Sebuah jaring luarbiasa besar melesat dari bawah dan menjerat makhluk itu tanpa peringatan.Ikan raksasa itu meronta sekuat tenaga. Tapi entah dari bahan apa jaring itu terbuat. Makhluk aneh itu tak bisa lepas dari jeratnya. Si kakek menarik alat yang padanya terhubung kabel metal hingga dua meja kecil. Dari kanan dan kiri kendaraan ini keluar lengan logam dengan alat aneh pada ujungnya.Alat tersebut mengeluarkan tiga batang logam dari puncaknya. Tiga batang itu berhenti pada jarak lima meter dari lengan. Antara dasar dan ujungnya memancar laser berwarna biru terang. Dan tiga garis laser itu berputar mengikuti tiga batang logam dibaliknya.
“Nah, apa yang bisa kau lakukan sekarang bocah tengik!” dengus si kakek sembari mengendalikan kendaraannya mendekati makhluk itu perlahan.
Ikan raksasa itu menggeliat.Pada kedua sisi kepalanya air seperti membentuk pusaran dengan ujung permukaan kulitnya. Tanpa kuduga, ia menembakkan gelombang udara raksasa kearah kami. Tak ada rasa takut, pria tua itu melesatkan kapal selamnya menyongsong peluru si ikan.
“Percuma!” serunya sembari menyilangkan kedua tangannya kedepan dilanjutkan dengan gerakan seperti menebas sesuatu.Kedua lengan logam itu bergerak seirama dengan si kakek.Dan alat aneh tadi, yang sepertinya berfungsi sebagai pedang, membelah gelombang yang datang mendekat.
Namun dibaliknya ternyata ada gelombang yang lebih kecil tapi lebih padat.Membuat kapal ini terhempas kesamping.Goncangan yang terjadi melemparku hingga menabrak dinding.Pria tua itu mengomel keras.Torpedo kembar ditembakkan dan mengenai makhluk itu dengan telak.Di tengah goncangan tadi, pandanganku menangkap sesuatu yang mengkhawatirkan.Setelah kapal kembali stabil, pandanganku melayang ke sekitar.Dan memang, sesuatu itu nyata adanya.
“Awas kau binatang setan!” maki si kakek. Namun sebelum ia menerjang makhluk hitam itu, aku segera meremas bahunya. Ia mengendikkan bahunya sambil berkeras, “Jangan sekarang, nak! Aku harus menghabisi biang kehancuran ini! Sekarang!”
“Kanan dan kiri!!” jeritku tiba-tiba.
Ia memalingkan wajahnya menurut petunjukku. Dan pemandangan itu segera memaksanya untuk terdiam.Sekitar tujuh ikan raksasa itu mengunci setiap jalan keluar dari tanah lapang tersebut.Mengepung kami tiga ratus enam puluh derajat.Bisa saja si kakek memaksa kapalnya menuju permukaan.Namun tidak ada jalan keluar disana.Dan bukan tidak mungkin makhluk-makhluk itu menyusul sebelum kita sampai permukaan. Tidak ada kata lain. Bertarunglah pilihannya.
“Ini buruk,” gumam si kakek.
“A-apa kakek pernah mengalami h-hal ini sebelumnya?” tanyaku terbata.
“Pernah. Ketika puncak usiaku.Aku berhasil mengalahkan tiga dari mereka,” jawabnya pelan.
“J-jika pernah melakukan. P-pasti kakek bisa melakukannya lagi sekarang.”
“Entahlah, nak. Kondisiku berbeda dengan jaman itu.Tidak segesit saat itu.Satu ekor bisa kuatasi.Tapi belum tentu jika lebih dari itu.”
Kata-katanya membuatku lemas sekaligus panas. Aku, yang asing disini, harus berhadapan dengan orang yang sepertinya professional namun segera lemah saat tantangan yang sama sulit kembali datang. Tanpa peduli apa yang terjadi selanjutnya, aku berseru “Saya adalah orang asing disini! Tidak mengenal kakek sama sekali! Tapi dilihat dari pengejaran tadi, saya yakin kakek punya pengalaman yang banyak mengatasi makhluk ini. Kakek mengaku pernah melewati situasi yang mirip dan berhasil mengalahkan mereka! Kakek punya kemampuan itu! Dan sekarang tantangan itu kembali! Apakah kakek akan menyerah!? Jika ini adalah akhir, biarkan ini menjadi akhir yang membanggakan!”
Aku sudah tidak memikirkan apapun lagi.Jika ini adalah ujung hidupku, biarkan ini menjadi usaha terbaik dalam menghargai kehidupan dari-Nya.Kakek itu tersenyum kearahku.Aku membalas senyumnya sembari memasang mimik bersemangat.
“Akhir yang membanggakan? Baiklah, nak.Berpegangan!” ujarnya.Kapal meluncur ke salah satu dari tujuh makhluk raksasa itu.Kedua pedang sinar bersilangan pada kedua sisi kapal.“Kita selesaikan ini dengan cepat!”
“Yeah!” jeritku bersemangat.
Namun pening itu kembali lagi.Aku limbung.Dunia terasa berputar.Semua berpilin.Melebur dalam putaran yang cepat.Segera semua citra menyatu membentuk pusaran berujungkan mulut menganga ikan tersebut.Ujung gelap itu segera menyergap.Menangkap kesadaranku dan membawanya pergi. Ah, inilah akhirnya.

*bersambung*

Monday, February 16, 2015

Membaca "Sastra"



SEKOLAH MENULIS PERDANA FLP CABANG SEMARANG 2015-2016

Semarang-Muhammad Hafidz Nabawi (Ketua FLP Semarang), membuka acara sekolah menulis perdana setelah dipersilahkan oleh Mahrus, pembawa acara pada hari Ahad, 15 Februari 2015 bertempat di panggung terbuka kampus UNISULA yang terletak di jalan Kaligawe, Semarang, kurang lebih pukul 10.00 WIB. Nabawi membuka agenda tersebut dengan puisi yang dibuatnya pada tanggal 21 Januari 2015, berjudul "Sajak Tak Berirama". Meskipun 14 peserta harus menunggu cukup lama karena seharusnya berdasarkan undangan agenda tersebut dimulai pukul sembilan, mereka masih tetap bersemangat dan sabar. Peserta yang berasal dari pengurus dan wajah baru dari UNISULA dan UNDIP pun tetap aktif meramaikan agenda tersebut. 

Sedikit kendala yang dihadapi adalah adanya pergantian fasilitator karena terjadi miskomunikasi. Seharusnya PJ materi saat itu adalah Lala, akhirnya digantikan oleh PJ Sekolah Menulis dari divisi Kaderisasi FLP Semarang, Syah Azis Perangin-angin. Dia mengawali materi "Membaca Sastra" dengan menceritakan kisah mbak Asma Nadia dari kecintaannya pada tulisan hingga kemudian menjadi penulis seperti sekarang. kisah tersebut didapatnya dari sebuah program di salah satu tv swasta. Kemudian dia membandingkan pengalaman pribadinya ketika dulu mendapati novel pada masa remajanya di tahun 90-an yang menurutnya kurang membawa dampak yang baik pada pembacanya. Berdasarkan kegelisahan yang sama itulah dia mulai menulis dan tertarik dengan FLP di mana sesuai visinya, FLP ingin menyumbangkan literasi yang tidak sekadar menghibur, tetapi juga mencerahkan.

Sunday, February 15, 2015

Open Recruitment 2015 FLP Semarang

Open Recruitment 2015 FLP Semarang.



O P E N   R E C R U I T M E N T
FORUM LINGKAR PENA (FLP)
CABANG SEMARANG
Laman: www.flp-semarang.blogspot.com
E-mail: lingkarsemarang@gmail.com; SMS/WA: 0838-3891-7178
PENDAFTARAN: 15 FEBRUARI 2015 - 14 MARET 2015


PERSYARATAN:

Mengirimkan 2 (dua) buah karya tulis: 1) Motivasi masuk FLP dengan tema: “Aku, FLP, dan Dakwah Kepenulisan”; 2) Karya Bebas (artikel/puisi/cermin). Panjang tulisan maksimal 3 (tiga) halaman. Sertakan data diri berupa nama lengkap, tempat/tgl. lahir, alamat, pendidikan, no. hp, web blog, e-mail, fb/twitter, photo close-up. Kirim via e-mail ke: lingkarsemarang@gmail.com.

Bersedia mengikuti Technical Meeting dan Wawancara, pada hari Ahad tanggal 15 Maret 2015 di halaman perpustakaan UNISSULA Pkl. 08.30 Wib s/d 11.30 Wib.

Bersedia mengikuti Kelas Menulis, 29 Maret, 12 April, 26 April, dan 10 Mei 2015 di halaman perpustakaan UNISSULA Pkl. 08.30 Wib s/d 11.30 Wib.

Bersedia mengikuti Workshop Kepenulisan (info waktu, tempat, dan biaya menyusul kemudian).

Batas Akhir Pendaftaran: Sabtu, 14 Maret 2015.

Dari kami yang peduli kepenulisan…
Oleh kami yang cinta berkarya…
Untuk kita yang bercita-cita menjadi penulis…
“Berkarya, Berbakti, Berarti”.

Monday, January 26, 2015

Pelantikan FLP Cabang Semarang Periode 2015-2016

Bismillahirrahmaanirrahim

Ba'da tahmid wa shalawat, 'amma ba'du,


"terbang gelatik di langit biru,
  gerak berarak seirama kinanti,
  saat terlantik pengurus baru,
  terkikis habis masa menanti"




Barakallah, atas terlantiknya pengurus terpilih FLP Cabang Semarang Periode 2015-2016 pada hari Ahad, 25 Januari 2015 di Kuttab Al Fatih.

Ketua

M. Nabawi

 

Sekretaris

Siti Mu'awanah

 

Bendahara

Titi R.H.

 

Divisi HRD

Syah Azis P., 
Anny R.

 

Divisi Karya

Roh Agung W.
Fatikhah Mei A.

 

Divisi Infokom

Winas Nazula F.M


Semoga tetap semangat dalam membangun kembali gelombang kepenulisan di Semarang.

Sunday, January 11, 2015

Menelisik Pusat Kota Semarang

Oleh: Syah Azis Perangin Angin, pegiat FLP Semarang.

Di awal tahun 2015, tepatnya pada tanggal 01 Januari 2015, saya bersama istri berlibur di kota Semarang. Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah pusat Kota Semarang. Namun pada hari tanggal 01 Januari 2015, kondisi di pusat Kota Semarang tersebut cukup memperihatinkan karena padam malam harinya telah dijadikan sebagai tempat konser malam perayaan malam Tahun Baru.

Sebagian besar orang mungkin berfikir bahwa pusat Kota Semarang adalah Simpang Lima atau di Sekitar Tugu Muda. Pendapat itu adalah pendapat yang tidak tepat. Pusat sesungguhnya kota semarang berada di ujung timur Jalan Pemuda dekat dengan Jembatan Berok. Pusat Kota Semarang ditandai dengan sebuah tugu yang berada di tengah taman di antara Gedung Keuangan Negara dan Gedung Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Jawa Tengah. Tugu tersebut dinamai dengan Tugu Semarang Nol Kilometer.

Ketika Anda sedang dalam perjalanan menuju Kota Semarang, barangkali Anda sering melihat penanda sebagai penunjuk jarak menuju kota. Misalnya SMG 30KM, artinya jarak dari tempat tersebut adalah sejauh 50 km menuju pusat kota semarang yang berada di Semarang Nol Kilometer.

Yang mungkin juga tidak terpikir oleh kita adalah bahwa fungsi lain dari penanda ini adalah untuk memudahkan orientasi seseorang yang berada di dalam kota. Penomoran jalan sesungguhnya berpatokan pada titik nol kilometer tersebut. Semakin dekat dengan tugu, nomor jalan semakin kecil; semakin jauh dengan tugu berarti nomornya semakin jauh. Namun sekarang, sistem penomoran ini hampir sudah tidak dianut lagi.

Sayang, Tugu Semarang Nol Kilometer ini rasanya kalah pamor dibandingkan dengan objek-objek lain di Kota Semarang sehingga tidak banyak diperhatikan orang. Pemerintah menandai pusat sesungguhnya Kota Semarang hanya dengan sebuah tugu mungil setinggi + 2 meter pada sebuah taman berukuran kecil. Atap tugu tersebut dibuat berbentuk joglo, dan keempat sisinya berhiaskan lambang Kota Semarang, dan bagian bawah terdapat tulisan “Semarang Nol Kilometer” dengan warna emas.       

Tugu Semarang Nol Kilometer merupakan salah satu situs bersejarah Kota Semarang meskipun tugu tersebut tidak diketahui secara pasti kapan pembuatannya. Namun tenda itu sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, sekitar tahun 1906. Penentuan itu mengacu pada tradisi Eropa yang dianut Pemerintah Belanda yang menjadikan kantor pos sebagai sentrum kota. Dan Tugu Semarang Nol Kilometer ini berada di ujung Jalan Pemuda, tempat Kantor Pos Besar Kota Semarang berada.

Tidak jauh dari Tugu Semarang Nol Kilometer ke arah Timur Laut terdapat banyak situs bersejarah yang sayang untuk dilewatkan. Tidak Jauh dari tugu terdapat Kali Berok yang tempo doeloe digunakan sebagai jalur pelayaran kapal-kapal barang sehingga bisa memasuki kota. Setelah menyeberangi jembatan Kali Berok, Anda dapat menikmati pemandangan bangunan-bangunan lawas yang dibangun sejak zaman penjajahan Belanda. Kawasan tersebut dikenal dengan Kota Lama yang merupakan pusat Kota Semarang tempo doeloe.

Dari Tugu Semarang Nol Kilometer ke arah Tenggara terdapat Pasar Johar yang merupakan pusat perbelanjanaan tradisional Kota Semarang. Pasar Johar pada tempo doeloe merupakan alun-alun Kota Semarang namun sekarang telah tergusur dengan keberadaan pasar tersebut. Pasar Johar juga berdampingan dengan Masjid Agung Semarang atau Masjid Besar Kauman yang pada masanya digunakan sebagai pusat penyebaran agama Islam di Semarang. Masjid ini dibangun oleh Ki Ageng Pandanaran, pada awal ke-16 sebagai pusat penyebaran Islam di Semarang.
Semarang, 04 Januari 2015.