-
Serah Terima Amanah
Serah Terima Amanah dari Syah Azis Perangin Angin (Ketua FLP Semarang 2011 - 2014) kepada Muh. Hafidz Nabawi (Ketua FLP Semarang Periode 2014 - 2016). Semoga dapat membawa FLP Semarang menjadi lebih baik. Amin...
-
Pelantikan Pengurus Wilayah FLP Jateng di Semarang
Pelantikan Pengurus FLP Wilayah jawa tengah di SDIT Cahaya Bangsa Semarang. Semoga amanah ya... Amin..
-
Open Recruitmen Anggota FLP SMG
Berpose setelah selesai mengikuti Rekrutmen Anggota Baru FLP Semarang... Ayo, Tunjukkan Orange-Mu.. Menanti karya Flpers Semarang... Semoga makin produktif... Amiin..
Wednesday, February 20, 2019
Thursday, February 7, 2019
KMKL #1 EPS 7
Friday, January 25, 2019
KMKL#1EPISODE SPESIAL
Tuesday, January 8, 2019
KMKL #1 EPISODE 5
Kelas menulis luring rutin diselenggarakan 2 pekan sekali di tempat yang sama, Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) pukul 08.00-10.00 pagi. Materi episode ke 5 disampaikan setelah dibuka dengan ummul kitab bersama-sama dipandu oleh Lala dan berbagi cerita oleh Ifa, peserta baru dari pati yang berdomisili di Tembalang.
Rohagung dengan nama pena Raddy Ibnu Jihad sebagai Ketua FLP Semarang menyampaikan Rahasia Kepenulisan Non Fiksi. Rohagung menegaskan bahwa jika kemarin kekuatan fiksi ada pada imajinasi, maka kekuatan non-fiksi ada pada referensi. Lebih lanjut disampaikan bahwa rahasia agar mudah menulis non-fiksi ada 3: yang pertama premis, kedua mindmap, dan ketiga outline.
Berbeda dengan fiksi, premis pada karya non-fiksi menggunakan rumus:
jenis naskah + tujuan + hasil.
Sementara mindmap dilakukan dengan menuliskan cabang-cabang yang ingin digali dari premis. Terakhir, sebelum menulis, buatlah tabel outline/garis besar lajur sebuah tulisan. Gunakan ramuan Why, What, dan How to untuk membagi awal bab, tengah, dan akhir yang berisi solusi.
Meskipun hanya bertiga, KMKL tetap dapat berjalan baik. Ifa ternyata pribadi yang cukup aktif dan memiliki ketertarikan pada bacaan-bacaan non-fiksi sehingga suasana diskusi di kelas menulis kali ini menjadi hidup. Sesi kelas menulis pekan ini meski lebih siang dari biasanya tetap diakhiri pukul 10.00 WIB. Insyaallah episode selanjutnya dilaksanakan di TBRS, 20 Januari 2019.
Lala di batas maya
Friday, December 28, 2018
KMKL #1 Episode 4
Ahad, 23 Desember 2018 kembali hadir agenda luring KMKL #1 FLP Semarang episode ke empat dengan tema Rahasia Menulis Fiksi. Pada pertemuan kali ini, kelas menulis diselenggarakan seperti biasa di Taman Budaya Raden Saleh Semarang yang merupakan salah satu tempat wisata budaya di daerah Semarang, Jawa Tengah.
Pertemuan dibuka dengan pembacaan kalam Ilahi oleh kak Roh Agung selaku ketua FLP Semarang periode saat ini lalu dilanjutkan dengan motivasi dari mbak Lala dengan menunjukkan sebuah gambar yang memiliki perbedaan ketika dilihat dari dua sisi (berkebalikan). Ibarat dalam kehidupan, ketika kita sedang mengalami kesulitan, hendaknya kita mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut dengan mengambil sudut pandang yang lain.
Acara kemudian dilanjutkan dengan materi inti oleh kak Roh Agung. Beliau memaparkan terkait bagaimana cara untuk membuat alur cerita yang sederhana dan tidak keluar dari cerita utamanya. Hal pertama yang dapat kita lakukan adalah pengenalan karakter utama dan karakter pendukung dalam cerita yang akan kita buat.
Setelah itu, kita harus menentukan tujuan utama dari tokoh utama dan tokoh pendukung. Dan selanjutnya kita pun harus membuat halangan atau rintangan apa yang membuat tokoh cerita sulit untuk mencapai tujuannya tersebut. Dari tiga hal terpenting tersebut, kita akan dapat membuat cerita pendek ataupun novel yang sesuai dan tidak akan keluar jalur dari inti cerita utamanya.
Peserta kelas menulis mulai ditugaskan untuk membuat lay out sederhana setelah pemaparan tersebut. Walaupun dengan keterbatasan waktu, peserta antusias untuk membuat cerita dengan ide yang terlintas begitu saja tanpa direncanakan sebelumnya. Berdasarkan materi rahasia menulis fiksi, peserta menemukan beragam plot cerita yang menarik. Layout tersebut menjadi tugas pertemuan berikutnya, yaitu mengembangkan ide menjadi cerpen.
Tidak sampai disini saja, pada kelas menulis kali ini, FLP Semarang kedatangan tamu dari salah satu lembaga kampus, yaitu perwakilan dari UKM di Unisula Semarang. Ada dua perempuan sebagai perwakilan dari UKM tersebut yang datang untuk memberikan pengarahan dan kerjasama dengan FLP Semarang.
Mereka menyampaikan bahwa akan diadakan acara Seminar Nasional tentang Kepenulisan dengan narasumber Penulis dan Dosen dari Unisula juga. Mereka ingin menjalin kerja sama dengan FLP Semarang untuk mensukseskan seminar nasional tersebut. Narasumber yang akan hadir adalah ketua umum FLP pusat, yaitu bunda Afifah Afra. Oleh karena itu, agar acara kepenulisan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sukses, kita akan bekerja sama untuk terselenggaranya acara tersebut.
Alhamdulillah, kelas menulis pada pertemuan kali ini berjalan dengan baik dan lancar. Besar harapan kami untuk pertemuan selanjutnya dapat lebih baik dalam segala hal. Dan dapat meningkatkan persahabatan antar anggota FLP Semarang sehingga komunitas ini menjadi lebih baik dan bermanfaat keberadaannya. Aamiin. 😊
Oleh: Hani
Monday, December 17, 2018
Kelas Menulis Kemah Literasi (KMKL) #1 episode 03
Ahad, 9 Desember 2018
Kelas Menulis Kemah Literasi (KMKL) angkatan pertama yang diselenggarakan oleh FLP Semarang telah memasuki pertemuan ketiga. Masih bertempat di Taman Budaya Raden Saleh, diskusi kali ini masih ditemani ketua FLP Semarang periode ini yaitu kak Roh Agung. Sekalipun hanya satu peserta baru yang ikut dalam diskusi, tidak menyurutkan semangat FLP Semarang untuk menyelenggarakan kelas menulis tersebut. Salah satu tujuan utama FLP Semarang, untuk membangkitkan kembali semangat literasi di Kota Semarang mengalahkan segala hal yang merintangi.
Pertemuan kali ini dibuka dengan cerita inspirasi dari Mas Deden, peserta yang baru saja ikut bergabung. Beliau bercerita tentang mendapat banyak kisah inspirasi dari para muallaf yang ada di Kota Semarang. Beliau ingin sekali menuliskannya agar suatu saat juga bermanfaat bagi banyak orang.
Materi pada episode ketiga ini mengenai cara menggali ide, menangkapnya, kemudian menuliskannya. Dalam hal ini kita perlu tahu dan harus tahu bahwa ide merupakan hal pokok dan sangat penting bagi seorang penulis. Karena idelah yang membedakan seorang penulis dengan penulis yang lain. Ide juga yang membedakan setiap karya yang dihasilkan atau dilahirkan.
Kak Roh Agung menyampaikan beberapa tips dalam menggali ide yang sebenarnya selalu berjalan-jalan dan mengelilingi kita. Kemudian langkah-langkah untuk menangkap dan mengikatnya agar mereka tidak berlarian bahkan pergi menjauh dari kita. Setelah itu teknik untuk menuliskannya agar ide itu bukan lagi barang baku mentah, melainkan bisa menjadi sajian yang enak untuk dinikmati. Setelah itu kegiatan diskusi berlangsung untuk menyampaikan kendala-kendala yang dirasakan saat kepenulisan. Diskusi tetap asyik dan menarik, sekalipun diiringi riuh suara anak-anak yang berlomba menari di seberang tempat diskusi, juga pepohonan, bebatuan dan patung yang seakan ikut hadir menemani.
Sampai bertemu di episode selanjutnya. Semoga para pejuang pena sekalian tetap semangat untuk menjadi pembelajar yang berproses.
By. Roh Agung D.W.
Sunday, November 25, 2018
KMKL #1 Episode 2 FLP SEMARANG
Sunday, November 11, 2018
KMKL #1 FLP SEMARANG
TBRS, Ahad, 11.11.2018
Setelah lama berlalu, alumni oprec FLP Semarang 2018 mulai dikumpulkan kembali. Dimulai dari pengumpulan di grup WA, kelas menulis offline-online sebagai wadah untuk saling menyemangati dalam berkarya pun dibuka.
Agenda perdana diselenggarakan hari Ahad, 11 Nopember 2018 di teras gedung Ki Narto Sabdo, TBRS. Ada dua peserta alumni oprec, Ali dari UNIMUS dan Nika dari UNISULA. Satu lagi peserta bergabung dari UIN Walisongo, Anni. Meskipun sudah mendaftar oprec namun belum mengikuti rangkaian agendanya. Jadi tahun depan harus mengulang lagi ya😉.
Sementara pendamping pekan ini adalah Rohagung, kerap memakai nama Raddy ibnu Jihad, Ketua FLP Semarang periode 2018. Beliau mempelopori kegiatan KMKL (Kelas Menulis Kemah Literasi) ini dengan tujuan mensolidkan anggota baik yang baru masuk maupun pengurus lama. Harapan ini rencana diaplikasikan dalam agenda-agenda yang menarik. Tidak hanya duduk dan mendengarkan materi, tetapi juga ke depan akan ada lapak baca, kunjungan, lomba-lomba dan kegiatan lain menyesuaikan kurikulum FLP dari wilayah dan pusat.
Kegiatan perdana kali ini berisi pengenalan kembali masing-masing peserta yang datang kemudian sharing inspirasi oleh Ali, motivasi menulis oleh Pak Rohagung dilanjutkan free writing dan ditutup (lupa foto bersama🙇). Ali menyampaikan bahwa menulis membuatnya bisa berbagi ilmu tanpa harus menunjukkan diri. Hal ini dilakukan karena menurut pengakuannya, dirinya seorang introvert. Kemudian disambung oleh Pak Rohagung dalam motivasi menulisnya bahwa ada pahlawan di Indonesia yang dikenang bukan karena berdarah-darah mengangkat senjata, tetapi justru dengan menulis. Menulis secara kontinyu hingga bisa dibukukan dan memberikan manfaat tidak hanya bagi penulis tetapi juga orang lain. Pahlawan itu adalah RA Kartini. Jadi pesan beliau kepada para peserta adalah untuk terus menulis meskipun hal-hal sederhana dalam aktivitas keseharian karena tulisan akan membaik seiring kita sering menulis.
Pada segmen free writing peserta diberi waktu 10 menit untuk menuangkan ide yang terlintas saat itu. Luar biasa, semua bersegera mengambil pena dan menorehkannya pada lembar yang dibagikan. Dari hasil tulisan mereka, tampak minat dari masing-masing peserta. Ali dengan artikel berjudul "Berani" cocok menjadi penulis kolom surat kabar. Nika dengan cermin (cerita mini), Anni dengan kisah bapak sebagai malaikat tak bersayap, dan Hani (kadiv kaderisasi FLP Semarang) menulis dengan bahasa yang cocok di bidang motivasi remaja. Hasil tulisan mereka bisa dilihat di ig @flpsemarang.
KMKL perdana FLP Semarang ini selesai sesuai waktu yang dijadwalkan. Selanjutnya, KMKL akan diadakan bergantian secara online dan offline (tatap muka) di waktu yang sama 08.00 - 10.00 WIB.
By: Lala di batas maya
Monday, December 11, 2017
Seru!! Sharing Nulis Dapat Duit
Semarang- Bertempat di Tower Cafe jalan Banjarsari Selatan No. 49b, Tembalang, Semarang diselenggarakan sharing penulisan bersama BaBe. Acara tersebut berlangsung selama 2 jam dimulai pukul 16.30, lebih lambat satu setengah jam dari yang dijadwalkan. Meskipun demikian, sharing penulisan dari BaBe ini tetap berlangsung semarak. Peserta aktif menyimak presentasi dari Kak Wawa dan Kak Riska.
BaBe merupakan salah satu platform yang menyediakan layanan bagi pembaca untuk membaca artikel-artikel menarik dan unik. Sesuai akronimnya, Baca Berita atau BaBe terasa kental dengan nuansa betawi. Oleh karena itu logo yang dipakai adalah sosok laki-laki yang memakai kopiah hitam.
Nah, biasanya baca berita dengan membuka browser, kini tidak lagi. Artikel pada BaBe dapat diakses melalui aplikasi. Cukup unduh aplikasinya di layanan bursa aplikasi ponsel pintar atau laptop untuk mendapatkan informasi yang menarik dan unik.
Peserta yang hadir dalam sharing penulisan bersama BaBe, Senin, 11 Desember 2017 tersebut berasal dari komunitas-komunitas penulis Semarang. Perwakilan FLP Semarang merupakan peserta terbanyak dengan mengirimkan 21 orang delegasi. Selain dari FLP Semarang, perwakilan DKJT dan komunitas Hayam Wuruk UNDIP juga hadir sore itu. Ada kejutan dari penyelenggara. Beberapa peserta aktif mendapat hadiah uang tunai setelah menjawab pertanyaan.
Sebagai lanjutan dari sharing penulisan dari BaBe, para peserta diajak untuk menjadi kontributor. Kanal artikel yang dibuka untuk kontributor freelance ada 6, yaitu hiburan, seks, kesehatan, Islam, unik, dan humor. Setiap artikel yang terbit akan mendapat honor mulai Rp10.000,00 hingga Rp100.000,00.
Tertarik? Silahkan daftar pada aplikasi BaBe.
(Lala di batas maya)
Sunday, December 3, 2017
UPGRADING & SHARING KEPENULISAN
Forum Lingkar Pena (FLP) bekerja sama dengan Perpusda Magelang, mempersembahkan:
*Upgrading Kepenulisan FLP Wilayah Jawa Tengah*
Bagi kamu yg ingin mendunia dg pena, ini lah saatnya..
_"Jateng Mendunia dengan Pena"_
======================
*Workshop Kepenulisan*
_"Agar Tulisanku Dirindukan"_
Oleh:
✅ Kak Sinyo Egie
⏩ Founder Yayasan Peduli Sahabat
⏩ Kaderisasi FLP Magelang
✅ Ibu Rianna Wati, S.S, M.A.
⏩ Dosen Sastra & Budaya UNS
⏩ Staf Kaderisasi BPP FLP
🕹 Ahad, 24 Desember 2017
⏰ 13.00 - 17.00 WIB
📌 Aula SMPIT Ihsanul Fikri, kota Magelang
_terbuka untuk umum_
========================
*Sarasehan Pengurus FLP*
_"Membangun Organisasi yang Sehat"_
Bersama:
Ganjar Widhiyoga, Ph.D
⏩ Tesis Doktoral dengan predikat 'lulus tanpa revisi' _(pass with no revision)_ di Durham University, Inggris
⏩ Sekjend BPP FLP
🗓 Ahad, 24 Desember 2017
⏰ 19.30 - 22.00 WIB
📌 Aula SMPIT Ihsanul Fikri, kota Magelang
_khusus pengurus FLP_
======================
*Ekspedisi Kepenulisan*
Acara jalan-jalan di Magelang bareng penulis se-Jawa Tengah
🗓 Senin, 25 Desember 2017
⏰ 05.00 - 07.30 WIB
📌 Sekitar Kota Magelang
_khusus pengurus FLP_
======================
*Seminar Kepenulisan*
"Sukses Menembus Penerbit"
Oleh:
Rahman Hanifan
⏩ ketua wilayah FLP Jateng
🗓 Senin, 25 Desember 2017
⏰ 08.30 - 10.30 WIB
📌 Aula SMPIT Ihsanul Fikri, kota Magelang
_terbuka untuk umum_
=======================
*Pendaftaran:*
Ketik Daftar UG Kepenulisan#Nama Lengkap#Tanggal lahir#no.HP#program yang diikuti
kirim ke
0815-7847-7466 (SMS)
0856-4303-4610 (WhatsApp)
Setelah mendaftar, harap transfer sebesar HTM ke: 7092209126
Bank BSM
Atas nama Putri Aprilita.
Konfirmasi transfer dengan mengirimkan bukti transfer ke nomor kontak pendaftaran.
*HTM:*
1⃣ Workshop Kepenulisan
Pelajar/Mahasiswa: Rp10.000
Umum: Rp20.000
2⃣ Seminar Kepenulisan
Pelajar/Mahasiswa: Rp10.000
Umum: Rp20.000
3⃣ Paket Hemat Rp75.000 *only*
Fasilitas: tempat untuk tidur, free makan 2x, Snack 3x, & bisa sharing dg pengurus FLP se-Jawa tengah.
(bagi yang berasal dari luar kota dan ingin mengikuti seluruh sesi)
*maksimal pendaftaran 19 Desember 2017 pukul 23.59 WIB*
📚🖋📚🖋📚🖋📚🖋📚🖋
_Forum Lingkar Pena: Berbakti, Berkarya, Berarti_
Bagi yang ingin bertanya tentang program, bisa hubungi Sofari: 085729878710
Tuesday, May 2, 2017
Profil Ketua FLP Wilayah Jawa Tengah Periode 2017-2019
Rahman Hanifan terlahir pada tanggal 31 Oktober 1981 di lingkungan keluarga sederhana di Magelang. Ia menjalani masa SD sampai SMP di Magelang. Kemudian melanjutkan di SMK N 1 Tempel Yogyakarta. Pada tahun 2000 Surahman lulus dari sekolah tersebut dengan nilai terbaik satu jurusan. Selanjutnya melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Yogyakarta. Karena prestasinya, Rahman Hanifan merampukngkan S1 selama kurang lebih 3 tahun dengan tanpa membayar bea kuliah. Dia mendapat beasiswa Full Study (gratis biaya kuliah).
Rahman Hanifan menikah dengan Nurul Fuadah pada tahun 2007 kemudian pindah domisili ke Pemalang. Saat ini telah dikaruniai tiga putra-putri yang dinamainya dengan cinta, Lavy Shafiyyur Rahman, Mayluf Shafiyyur Rahman, dan Alufa Shafiyyur Rahman. Lavy, Mayluf, Alufa. Love, love, love.
Rahman Hanifan telah bergabung dengan Forum Lingkar Pena sejak tahun 2003. Waktu itu menjadi anggota FLP Wilayah Yogyakarta. Setelah pindah ke Pemalang, Rahman Hanifan dan teman-teman mendirikan FLP Cabang pemalang pada tahu 2007. Dia sempat menggantikan Suprapto sebagai Ketua FLP Cabang Pemalang dan semenjak Februari 2017 lalu menduduki posisi ketua FLP Wilayah Jawa Tengah.
Karir kepenulisan Rahman Hanifan bermula pada tahun 2005. Waktu itu menerbitkan satu buku asyik berjudul Hidup Kaya Rasa Mati Masuk Surga menggunakan nama pena S. Rahman. Masih dengan nama pena yang sama, dua buku berikutnya kemudian terbit. Buku kedua berjudul The Power of Smile, sedang buku ketiga berjudul Kekayaan Hati; Jadikan Hidup anda Lebih Bermakna.
Semenjak tahun 2007 nama pena Rahman Hanifan mulai dia pakai. Pertama kali dia gunakan dalam buku rasa majalah, Change Now! Jurus Duahsyat Muslim Huebat! yang diterbitkan oleh BookMagz Pro-U Media. Setelah itu dia selalu menggunakan nama pena Rahman Hanifan dalam karya-karyanya. Begitupun dalam akun-akun social media, seperti facebook, twitter, dan instragram, nama itu yang dia gunakan.
Selain menulis, Rahman Hanifan sempat menjadi guru, waka kesiswaan dan kemudian waka kurikulum di SDIT Buah Hati Pemalang. Mulai bulan Juli 2016, Rahman Hanifan pindah ke SMP IT Tsamrotul Fuad Pemalang dan mengemban amanah sebagai guru dan Kepala Tata Usaha.
KARYA TULIS (BUKU) YANG TELAH DITERBITKAN:
Buku Solo
Hidup Kaya Raya Mati Masuk Surga (Arina Publishing, 2005)
The Power Of Smile (Aura, 2005)
Kekayaan Hati; Jadikan Hidup Anda Lebih Bermakna (Ananda Publishing, 2006)
CHANGE NOW! Jurus Duahsyat Muslim Huebat! (Bookmagz Pro-U Media, 2007)
TRUE FRIEND! Jurus Duahsyat Milih Sahabat! (Qudsi Media, 2008)
MUSLIM TANGGUH (Qudsi Media, 2008)
Journey of Life; Setiap Jejak Adalah Makna (Pustaka Insan Madani, 2009)
UNLIMITED LEARNING (Pustaka Insan Madani, 2009)
Buku Duet degan Istri
Magelang-Pemalang Via Sydney (Lafi Media, 2011)
Buku Antologi bersama
Bercerita Hujan (antologi cerpen bersama) (Lafi Media, 2009)
Menulis, Tradisi Intelektual Muslim (Antologi bersama) (Youth Publisher, 2010)
Sepucuk Surat Untuk Rasulullah (Inzpirazone, 2010)
Put Your Heart into Teaching (Penabur Khikmah 2011)
Buku dalam Liku Hidupku (Imsicx Publishing, 2012)
Ya Allah, Izinkan Kami Menikah (Diva Press, 2017)
Blog yang dikelola Rahman Hanifan:
http://rahmanhanifan.blogspot.com
http://gurupenamenari.blogspot.com
http://kurusmenulisbuku.blogspot.com
Wednesday, April 26, 2017
Menulis Bersama FLP (Tetangga)
*Forum Lingkar Pena (FLP) Solo Raya*
🎞Mempersembahkan🎞
PELATPULPEN
(Pelatihan Kepenulisan dan Perekrutan)
FLP Solo Raya angkatan ke-11
🖊 *Sehari Menulis Langsung Terbit!*🖊
Bimbingan praktik menulis dengan output buku antologi bersama.
Lingkari Kalendermu, pada:
🗓Ahad, 21 Mei 2017
⏱07.30 - 14.30 WIB
🏛Ruang Seminar, Masjid Nurul Huda UNS
Fasilitas Peserta:
- Goodie bag FLP
- Buku panduan menulis
- Buku praktik menulis
- Sertifikat
- Snack + Makan siang
- Penerbitan buku antologi hasil pelatihan
- Menjadi anggota FLP Solo Raya
*Tiket: Rp 100.000*
_Khusus 75 orang pendaftar pertama hingga *14 Mei 2017*_
_Harga naik setelah tenggat waktu menjadi Rp 125.000_
Pemesanan Tiket:
Azmi 085640464182 (Area UNS)
Zein 08998620895 (Area IAIN)
Khairul 08982050390 (Area UMS)
Opik 087880980311 (Area Solo pusat)
Mu’nisah 085647247537 (Area Karanganyar)
Hida 085732288767 (Area Sukoharjo)
*via WhatsApp
*Catatan: Peserta diharapkan membawa laptop sewaktu mengikuti Pelatpulpen.*
Tuesday, April 25, 2017
Organisasi Literasi FLP (Forum Lingkar Pena) Wilayah Jawa Tengah Adakan Musyawarah Kerja di Solo
Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Jawa Tengah, Sabtu-Minggu (22-23/4) adakan kegiatan musyawarah kerja yang bertempat di aula SD IT Taqqiya Rosyida, Kartasura. Kegiatan muswil ini membahas terkait program kerja forum lingkar pena wilayah Jawa Tengah selama dua tahun.
Rahman Hanifan, selaku ketua FLP Jateng terpilih untuk periode 2017/2018 dalam sambutannya mengarahkan jajaran pengurus dan anggota untuk fokus dalam mengembangkan budaya literasi di masing-masing daerah atau cabang. Pengurus dan anggota FLP Jateng juga diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk mencintai budaya membaca buku.
Muskerwil ini dihadiri 10 utusan dari masing-masing cabang. Antara lain: FLP cabang Solo, Semarang, Cilacap, Pemalang, Pekalongan, Tegal, Temanggung, Kebumen, Pati dan Magelang. Muskerwil Jateng ini juga dihadiri sekjend BPP FLP, Afifah Afra yang memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota flp di seluruh Jawa Tengah. Dalam kegiatan muskerwil ini FLP Ranting IAIN Surakarta dan FLP Cabang Solo menjadi tuan rumah sebagai penyelenggara acara muskerwil.
Agus Yulianto (Humas FLP Jateng)
Sunday, June 12, 2016
Ramadhan Bersama FLP Semarang
Ahad, 12 Juni 2016 bertempat di Toko Buku Toga Mas yang baru, FLP Semarang kembali bekerja sama dengan penerbit Erlangga. Untuk memeriahkan bulan Ramadhan kali ini, digelar acara bedah buku karya Pipiet Senja berjudul "Para Pencari Keadilan ". Novel tersebut merupakan salah satu novel lintas etnis yang tidak biasa dari novel kebanyakan saat ini.
Pipiet Senja seorang penulis yang dikenal sebagai sosok perempuan yang konsisten dengan kesederhanaan, baik dalam kehidupan maupun karya-karyanya. Dapat dilihat dari salah satu novel karyanya, Para Pencari Keadilan. Novel ini menceritakan perjuangan seorang wanita tangguh di tengah maraknya kasus peradilan yang berakhir dengan tidak adil.
Agenda bedah buku tersebut semula akan dihadiri 20-an anggota dan sahabat pena FLP Semarang. Namun, karena satu dan lain hal hingga hampir pukul lima sore hanya memenuhi separuh kuota.
Meskipun demikian, hal ini tidak mengurangi minat audiens dalam menyimak ketua FLP Jawa Tengah, Ali Margosim Chaniago saat membedah novel yang luar biasa tersebut.
Sekilas Sinopsis "Para Pencari Tuhan"
Rumondang Siregar adalah satu-satunya Jaksa di Indonesia blasteran Batak-Tionghoa. Sejak bayi ia dalam pengasuhan keluarga besar ayahnya di kawasan Tapanuli Selatan, sementara kedua orang tuanya mengejar karier di Ibukota. Acapkali ia menerima tindak kekerasan dari neneknya. Beruntunglah ia memiliki seorang kakek yang sangat mengasihinya, sehingga membentuk karakter yang mandiri, dan istiqomah sebagai muslimah tangguh.
Ketika ia berhasil menduduki jabatan Jaksa di daerah, segenap pikiran dan upayanya dipusatkan demi memberantas para koruptor. Sepak-terjangnya ternyata membuat gerah para seniornya, maka ia pun ditarik ke Ibukota. Di sini ternyata ia harus berhadapan dengan situasi yang tak pernah terbayangkan; mulai dari intrik, isu murahan, sampai fitnah yang keji. Serbuan dan tantangan lawan itu bukan saja dari kalangan sejawat, melainkan juga dari keluarga besar ibunya sendiri, etnis Tionghoa.
Bagaimana sepak-terjangnya, saat ia harus berhadapan dengan para sepupu dan pamannya sendiri yang ternyata adalah gembong narkoba? Dan ia pun menjadi korban dalam suatu tragedi pemboman di Mall. Dapatkah ia bangkit dari situasi in-coma yang mengenaskan itu?
--dapatkan jawabannya dalam novel--
Data buku
1. Judul buku : Para Pencari Keadilan
2. Pengarang : Pipiet Senja
3. Penerbit : Emir
4. Tahun terbit : 2015
5. Tebal : 221 halaman
6. Harga buku : Rp 80.000,-
7. Dimensi buku : 14,5 x 21
Saturday, March 7, 2015
REVALUASI
hari-hari telah menua
keriput senja tak lagi menawan
rimbun dosa kian membuncah
adakah jeda untuk sekedar hela?
titian menit tanggalkan detik
mendulang rumit berbisik-bisik
tergamit resah di tiap desah
adalah pasrah muara berserah
temali jari-jari tak lagi menari
kerjap mata menjauh dari purnama
penyenandung kalam bungkam melantun
di manakah jasad iman terjatuh?
pagi tak mau bersambut embun
siang enggan berbalut mendung
dan senja mulai tertawan renta
hingga malam-malam padam
sinar gemintang hilang pendar
mungkin di titik itulah
dian hati terkapar
oh, adakah semilir di hening pikir
menyertakan kabar dari langit
tentang enggan kapankah beringsut
dari hati nan makin kusut
Ramadhan,1435 H
Cerbung :Semesta Parallel
Monday, February 16, 2015
Membaca "Sastra"
SEKOLAH MENULIS PERDANA FLP CABANG SEMARANG 2015-2016
Semarang-Muhammad
Hafidz Nabawi (Ketua FLP Semarang), membuka acara sekolah menulis perdana
setelah dipersilahkan oleh Mahrus, pembawa acara pada hari Ahad, 15 Februari
2015 bertempat di panggung terbuka kampus UNISULA yang terletak di jalan
Kaligawe, Semarang, kurang lebih pukul 10.00 WIB. Nabawi membuka agenda
tersebut dengan puisi yang dibuatnya pada tanggal 21 Januari 2015, berjudul
"Sajak Tak Berirama". Meskipun 14 peserta harus menunggu cukup lama
karena seharusnya berdasarkan undangan agenda tersebut dimulai pukul sembilan,
mereka masih tetap bersemangat dan sabar. Peserta yang berasal dari
pengurus dan wajah baru dari UNISULA dan UNDIP pun tetap aktif meramaikan agenda
tersebut. Sunday, February 15, 2015
Open Recruitment 2015 FLP Semarang
Monday, January 26, 2015
Pelantikan FLP Cabang Semarang Periode 2015-2016
Ba'da tahmid wa shalawat, 'amma ba'du,

"terbang gelatik di langit biru,
gerak berarak seirama kinanti,
saat terlantik pengurus baru,
terkikis habis masa menanti"
Barakallah, atas terlantiknya pengurus terpilih FLP Cabang Semarang Periode 2015-2016 pada hari Ahad, 25 Januari 2015 di Kuttab Al Fatih.
Ketua
Sekretaris
Bendahara
Divisi HRD
Divisi Karya
Divisi Infokom
Sunday, January 11, 2015
Menelisik Pusat Kota Semarang
Yang mungkin juga tidak terpikir oleh kita adalah bahwa fungsi lain dari penanda ini adalah untuk memudahkan orientasi seseorang yang berada di dalam kota. Penomoran jalan sesungguhnya berpatokan pada titik nol kilometer tersebut. Semakin dekat dengan tugu, nomor jalan semakin kecil; semakin jauh dengan tugu berarti nomornya semakin jauh. Namun sekarang, sistem penomoran ini hampir sudah tidak dianut lagi.







