• Serah Terima Amanah

    Serah Terima Amanah dari Syah Azis Perangin Angin (Ketua FLP Semarang 2011 - 2014) kepada Muh. Hafidz Nabawi (Ketua FLP Semarang Periode 2014 - 2016). Semoga dapat membawa FLP Semarang menjadi lebih baik. Amin...

  • Pelantikan Pengurus Wilayah FLP Jateng di Semarang

    Pelantikan Pengurus FLP Wilayah jawa tengah di SDIT Cahaya Bangsa Semarang. Semoga amanah ya... Amin..

  • Open Recruitmen Anggota FLP SMG

    Berpose setelah selesai mengikuti Rekrutmen Anggota Baru FLP Semarang... Ayo, Tunjukkan Orange-Mu.. Menanti karya Flpers Semarang... Semoga makin produktif... Amiin..

Showing posts with label novel. Show all posts
Showing posts with label novel. Show all posts

Friday, November 2, 2012

"I just wanna say I Love You"- Part 3



By. Bunda Nay

ILALANG PHOTOGRAPY STUDIO


Noe masih sibuk mengotak atik hasil pemotretan wedding yang baru saja selesai kemarin. Sebagai fotografer muda Noe termasuk salah satu andalan di Ilalang Photograpy, sebuah studio foto khusus wedding, prewedding, yang sudah setengah tahun ini di gelutinya, walaupun sistemnya freelance tapi hasilnya lumayan, Noe bisa bayar kuliah sendiri dan bantu anak-anak asuhnya yang tergabung di Rumah Singgah ANANDA. Disana ada anak-anak jalanan yang kemudian diasuh oleh sebuah komunitas anak-anak muda yang peduli sesama.

Letak Ilalang yang berada di jalan utama Kaliurang dan ditunjang dengan gaya studio unik, membuat Ilalang begitu mudah mendapat pelanggan. Mulai dari pejabat-pejabat, pengusaha, sampai anak walikota pernah mempercayakan foto pre-weddingnya ke sana. Maklum Ilalang di garap oleh fotografer kondang asal Jakarta yang sudah puluhan tahun malang melintang di dunia fotograpy. Merasa sukses di Jakarta, setahun kemudian Ilalang dibuka di Jogja dan Bali.
“ Kamu nggak ada kuliah Noe?” Mas Harry tiba-tiba duduk di sebelahnya.
“Ada sih tapi nanti siang abis aku nyelesein kerjaanku...”
“ Eh ya, kemarin aku ketemu Pak Wardoyo, katanya dia puas banget sama hasil jepretan kamu... malah dia rencana pengen pake Ilalang lagi buat bikin album pas anak pertamanya acara tedak siten”
“Tedak siten apaan bos?”
“Itu tuh... acara pertama kali anak turun tanah sesuai adat Jawa...”
“Ngasih budget berapa?”
“5 juta... pokoknya Pak Wardoyo nggak masalah soal budget, yang penting dia pengin yang terbaik...eh, kayaknya beliau suka banget tuh sama kamu, kali aja kamu bakal dijadiin anak mantu... he..he..”
“ Ih apaan sih... “ Noe tetap tak beranjak dari komputernya.
“Selamat pagi......”
Noe melongo baru aja diomongin, eh Pak Wardoyo sudah ada di depan mata.
Bos Harry langsung berdiri menyalami Pak Wardoyo, dan hei... Beliau tak sendiri ada seorang gadis cantik disampingnya.
“Wah... panjang umur nih... kami baru aja ngomongin Pak Wardoyo eh.... tiba-tiba ada disini... gimana kabarnya Pak? Kerajinan peraknya tambah ramai nih kayaknya...?” Mas Harry tersenyum sambil menjabat tangan Pak Wardoyo erat.
“Alhamdulillah.... kemarin ada turis dari Vietnam tertarik dan pesan dibuatkan kerajinan dari perak berbentuk rumah joglo...lumayan...dia minta dikirim ke Vietnam dalam jumlah besar...eh ya, kenalkan, ini Gendis putri bungsu saya... Gendis, ini Mas Darwis...dan yang duduk itu namanya Noe...dia sepantaran sama kamu lho baru semester tiga...”
“Darwis...”
“Gendis...”
“Noe...”
“Gendis...”
Gendis tampak malu-malu menyalami Noe. Paras Noe memang ganteng, wajahnya bersih tanpa jerawat, dengan alis tebal dan sorot mata tajam membuat Gendis sepertinya kesemsem juga. Mas Darwis menyenggol pundak Noe, yang disenggol cuma nyengir kuda.
“Mas Noe mbok kapan-kapan main ke Kota Gede...lihat-lihat kerajian perak...”
“Oh ya pak... kapan-kapan saya main ke rumah bapak...”
“Soal acara tedak siten gimana? Saya maunya Mas Noe aja yang nggarap.... nih sekalian bisa ngajari Gendis, dia lagi ada tugas kuliah soal fotograpy katanya..”
“Gendis kuliah jurusan apa?” Noe mencoba bertanya, yang ditanya seperti kegirangan.
“Disain komunikasi visual..., em boleh minta ajari Mas Noe..? Gendis terus menatap Noe.
“ Boleh kalau nanti pas ada waktu...”
Setelah ngobrol dan memastikan acara tedak siten Pak Wardoyo dan Gendis permisi pulang.
“Hm... kayaknya Gendis naksir tuh sama kamu Noe..”Mas Harry meledek.
“ Tahu dari mana mas, emang mas Harry dukun?”
“Aku ini kan juga pernah muda bro..dari tatap mata gendis, aku bisa pastikan dia tertarik sama kamu tuh... paling ga ada 1 hari, dia bakal sms nanya ini itu....”
“tapi aku lagi ga minat sama cewek...”
“Ala....lagakmu... kamu kan paling hobi pacaran, eh tapi aku lihat udah 3 bulan lebih kamu njomblo, kenapa? Tumben-tumbenan....” Mas Harry menyelidik
“ Kenapa ya? Ga tahu kenapa, mungkin....karena aku lagi jatuh cinta kali Mas...” ucap Noe serius, sejenak ia berhenti dari kesibukannya.
“ Hei, apa tadi kamu bilang, jatuh cinta? Siapa gadis beruntung itu?”
“Gadis aneh”
“Maksud kamu?”
“Pokoknya makhluk aneh, yang langka dan sulit dimengerti keberadaanya di jaman modern gini Mas...”
“Maksudnya kamu jatuh cinta sama dinosaurus gitu....?”
“Jangan meledek, aku serius... dia benar-benar gadis teraneh yang pernah aku kenal sepanjang sejarah hidupku...”
“Emang seaneh apa sih...”
“Gimana ga aneh mas, di jaman serba bebas kayak gini ada gadis yang ga mau salaman sama cowok katanya bukan mukhrim, ga mau boncengan motor karena takut berduaan itu dosa, kalau bicara sama cowok lebih banyak menunduk nggak ngeliat kayak cewek lain, bajunya kayak karung, dari ujung kaki terbungkus rapat, cuma wajah sama tangan aja yang kelihatan. Trus...boro-boro ngikuti tren sepatu atau mode baju yang lagi booming...bajunya ya itu-itu aja modelnya. Kayak daster yang dipake ibu-ibu....”
“What??...trus gimana bisa kamu jatuh cinta sama orang kayak gitu bro..?”
“Nah, itu dia yang aku juga nggak ngerti, aku sendiri bingung kenapa ini bisa terjadi. Bayangan gadis aneh itu terus ganggu aku tiap malam, aku jadi sering nggak bisa tidur gara-gara mikirin dia Mas...’
“jangan-jangan kamu dipelet tuh...”
“Hus... nggak mungkin, justru dia tuh ilfeel banget sama cowok. Kemana-mana sama temen cewek.”
“Trus apa kelebihannya dong..”
Noe menyandarkan tubuhnya di kursi, menarik nafas panjang sebelum memberi jawaban. Tangannya menyedekap. Mas Harry amat serius menunggu jawaban itu.
“She is smart girl, miss fresh idea, beautiful, so natural, unique, and always energic...and i’m fallin’ love now...”
“Mulai deh gombalnya..”
“Aku serius Mas...”
“So.. kenapa ga nembak aja dia”
“Polisi kali main tembak aja. Aku nggak tahu mas, berulang kali aku coba dekati dia, tapi nggak pernah ada respon. Yang ada justru kami berantem terus setiap kali ketemu...aku makin penasaran.. pokoknya aku nggak akan berhenti sampai dia bilang iya... “
“Sip, aku dukung bro…tapi ngomong-ngomong siapa namanya?”
“Icha”
“Udah pernah ngapel kerumahnya?”
“Boro-boro ngapel mas, baru nyampe di pintu ibu asramanya udah melarang masuk, katanya selain muhrim dilarang masuk apalagi Cuma sendirian….”
“Masa seekstrim itu ?”
“Tuh dia yang aku ngggak habis pikir, dijaman modern gini masih aja aturan kayak gitu..”
“Kalau di kampus?”
“Hm…yang ada aku tuh berantem terus, beda argument.tapi kalau dia nggak berangkat aku jadi kangen sama berantemnya”
“kisah cinta yang aneh…”

ICHA DAN BROADCASTING

Icha berdiri mendekati Umi Ais yang sedang mengaduk adonan tepung, Walaupun terbilang cukup sibuk tapi sebisa mungkin icha tetap menyempatkan diri membantu umi ais menyiapkan masakan untuk anak-anak. Icha senang tinggal disini, semuanya saling menyayangi. Sudah 2 tahun sejak icha tinggal di asrama yang lebih mirip pesantren ini karena banyak sekali kegiatan keagamaan yang mereka terima. Mulai dari tahfidh, murojaan qur’an, bahasa arab, sampai fiqih dan hadist. Ada 15 akhwat yang tinggal di asrama ini, semuanya hasil saringan test karena biaya tinggal dan makan disini gratis asalkan peserta bersedia menjadi pengurus masjid besar Masjid Al Hikmah. Selain ada asrama akhwat ada juga asrama ikhwan yang terpisah 1 kilometer dan lebih dekat dengan masjid. Soal kegiatan, jangan ditanya karena Al Hikmah menjadi salah satu masjid yang punya seabreg kegiatan. Mulai dari kajian umum ahad pagi, kajian akhwat tiap rabu pagi, kajian Islam kontemporer , mabit, studi islam untuk pelajar smu, mentoring, BTQ , outbont, dan perpustakaan. Belum lagi dimasjid ini ada banyak usaha umat, ada conter pulsa, wartel,Lazisma, kopma alias koperasi masjid,dan berdiri juga sekolah Taman kanak-kanak sampai SMP. Maka praktis butuh banyak sekali SDM –SDM yang tangguh dan siap berkhidmat untuk umat.
Hampir semua penghuni asrama adalah mahasiswa dengan latar belakang yang beragam, ada mahasiswa ekonomi, IAIN, psykologi,dan yang paling nyeleneh adalah icha karena kuliah di broadcasting. Sebuah jurusan yang sering menjadi perdebatan di asramanya.
“Tolong tempenya digoreng cha….”
Pinta umi Ais sambil terus mengaduk adonan tepung.
“Gimana kabar kuliahmu ca….? teman kamu masih suka ganggu kamu…?”
Umi Ais membuka percakapan, si anita dan hafsah saling berpandangan.
“Alhamdulillah baik mi… kalau soal Noe masih bisa icha atasi…ya mudah-mudahan dia cepat tobat”
“Sebenarnya itu juga yang menjadi alasan teman-temanmu dan umi kurang setuju kamu kuliah di jurusan itu, terlalu riskan untuk seorang akhwat seperti kamu”
“Tapi niat icha kan mulia mi… dakwah sekarang tidak cukup lewat ceramah di masjid aja, musuh islam sudah semakin canggih mi… mereka terus membuat terobosan baru untuk menhancurkan remaja islam. mulai dari music, fesyen, makanan, tontonan, idola dan masih banyak lagi… dan kita tidak cukup hanya mengutuk atau boikot saja produk musuh Islam. Kalau kita tidak setuju karena banyak sinetron yang mistis dan cabul ya kita harus buat alternative sinetron islam…caranya… kita harus punya ilmunya… satu-satunya cara harus ada orang yang paham dunia broadcasting. Icha berdoa siang malam semoga suatu saat nanti icha bisa membuat radio islam yang tidak kalah dengan radio radio kebanyakan”
“Hm…. Pantas saja abah memberi restu kamu… umi Cuma berharap kamu bisa membawa diri di lingkungan yang seperti itu”
“Tapi tetap saja sebenarnya kami kurang setuju icha kuliah broadcasting mi… teman-temannya itu lho… ih… serem, banyak yang urakan, pake anting, celana bolong, rambut gembal, ah pokonya kalau umi lihat teman-teman icha pasti nggak rela icha disana, kami juga nggak habis pikir kenapa abah ngasih ijin icha di broadcasting…”
Hafsah yang kuliah dia IAIN memberi komentar.
“ Ya… pasti Abah punya banyak pertimbangan kenapa memberi ijin”
“Aku Cuma minta doa kalian biar aku bisa istiqomah dan apa yang menjadi impian terbesarku di bisa terwujud” Icha tersenyum, ia tahu sebenarnya teman-temannya sayang dan takut icha terjerumus ke pergaulan yang kurang pantas. Termasuk kehawatiran umi Ais, seorang wanita yang sudah hampr 20 tahun ini menjadi pengasuh sekaligus ibu di Asrama Akhwat Al-Hikmah.
**************
Usai sholat magrib berjamaah dan membaca Al matsurot bersama, Icha dan teman-teman mulai mengikuti kajian dengan tema Ghazwul fikr ( perang pemikiran) yang di berikan Ust. Amin Al hafid.
Seorang Ustadz yang pernah belajar di timur tengah ini memang menjadi idola Icha, Pembawaannya yang tenang tetapi tegas dalam ceramahnya. Satu hal yang membuat Icha kagum, diusianya yang sudah masuk 60 tapi beliau tetap terlihat segar bugar dan selalu up to date dengan perkembangan islam mancanegara. Pikirannya sejalan dengan icha, bahwa umat islam harus punya ilmu spesialisasi dan konsisten didalamnya, harus ada yang ahli hadist, Al-Qur’an, ekonomi, bisnis,kedokteran, dan teknologi. Semua ilmu akan bermanfaat untuk Islam bila dipelajari dengan niat yang tulus dan penuh komitmen.
“ Hari ini teknologi memegang peranan penting dalam dakwah, bahkan ada yang bilang bahwa siapa yang bisa menguasai teknologi maka dialah yang akan menguasai dunia. Maka sudah saatnya orang islam tidak gaptek, selalu up to date teknologi agar kita bisa selangkah lebih maju dari para musuh Islam”
Ustadz Amin berkata dengan penuh semangat.
“ Mereka tidak akan pernah diam hingga Islam benar-benar hancur, sebauah Hadist menyebutkan bahwa akan datang suatu masa dimana jumlah umat Islam sangat banyak tapi mereka tak lebih seperti buih dilautan, tidak punya kekuatan apa-apa… masa yang dimaksud hadist tersebut bisa saja sekarang. Karena saat ini umat Islam tak berdaya membuat kita begitu banyak tapi hampir tak punya kekuatan apa-apa…dan salah satu penyebabnya karena mereka hanya Islam secara fisik, tapi jiwa dan ruhnya sudah tercemari oleh pemikiran barat. Kita tidak sadar bahwa di belahan bumi sana Musuh Islam sudah siap dengan senjata yang sangat ampuh untuk membuat kita tak berdaya. Jadi… kita perlu waspada bahwa perang pemikiran atau ghazwul fikr itu lebih berbahaya dari pada perang fisik sesungguhnya.
Mendengar ceramah Ustadz Amin, icha serasa mendapat energi luar biasa dan semakin memantapkan langkahnya untuk konsisten berdakwah lewat broadcasting.
***************
GENDIS OH GENDIS

“ Mas Noe…. Kapan main ke kota gede? Aku ada tugas fotografi nih, bisa minta bantuan nggak?”

Sebuah sms masuk, ternyata dari gendis. “Duh Gusti…. Maksud hati kesemsem sama icha, eh kenapa jadi Gendis yang datang.”
Noe mengernyitkan keningnya, hatinya berharap seandainya saja icha yang sms pasti dengan senang hati Noe langsung datang. Tapi sebentar kemudian Noe tersenyum sendiri. “ Mana mungkin icha sms kaya gitu nggak mungkin…”
“ Maaf ya gendis, aku lagi banyak kerjaan…. Mungkin nanti kalau sudah nggak terlalu sibuk ….”
Noe membalas sms Gendis, ternyata prediksi mas Hari benar. Gendis pasti akan sering menghubunginya dalam beberapa hari. Buktinya kemarin dia dua kali nelpon, hari ini banyak smsnya masuk besok apa lagi. Ada saja alas an gendis, mulai dari Tanya tugas fotografi, minta ketemuan, nanya selera music ih… nggak banget.
“Ya… sayang banget, tapi minggu depan bisa kan…aku suka hasil jepretan mas noe… kemarin aku lihat dipameran Benteng Van Der Berg lho…oh ya kalo besok siang aku main ke Ilalang studio boleh kan?”
Ih, Noe jadi bingung sendiri. Nggak nyangka Gendis seagresif itu. Maksa banget pengen ketemuan.
Noe membiarkan tiga sms Gendis. Dia takut dikira memberi harapan ke gadis itu.
“Hallo…. Kok nggak balas smsku sih, mas noe marah ya….?”
“Kalau diam berarti besok aku boleh main ke studio…oke”
Noe bergidik, ilfeel juga ada cewek begitu.Nggak tipe Noe banget. Beda langit bumi dengan karakter Icha. Noe jadi berpikir gimana caranya besok nggak ketemu Gendis, padahal dia besok memang ada pemotretan di studio. Kalau dicuekin kasihan juga, Bapaknya kan salah satu pelanggan setia Ilalang. Tapi kalau ditemui ntar jadi tambah salting.
************
Noe menyiapkan peralatan studio saat mas Hari masuk. Wajahnya sumringah, biasanya kalau kayak gitu pasti abis dapat orderan gede.
“ Seneng banget kayaknya mas, ada apa?”
“He..he… tahu aja, biasa… ada order gede, Pak Wardoyo tuh calon mertuamu ngasih referensi Ilalang ketemennya yang mau nikahin anaknya…15 juta bro…. khusus dokumentasi”
“ Seneng sih seneng tapi nggak pake bilang calon mertua kali…”
“Lho…. Siapa tahu, Kelihatannya Pak Wardoyo memang suka sama kamu….buktinya tadi dia suruhan orang ngirim makanan ke Ilalang. Ada Gudeg, ayam bakar, wuih…. Pokoknya enak… dan katanya buat Mas Noe. He..he….”
Noe jadi manyun, Mas Hari suka banget ngerjain dia.
“ Bapak sama anak sama aja…”
“Maksudnya?”
“ Biar puas sekalian… nanti siang gendis mau kesini….puas? puas?”
“Ha…ha..ha…aku bilang juga apa? Paling gendis bakal nelpon atau sms kamu di
“Pokoknya aku nggak mau ketemu, bilang aja aku banyak kerjaan”
“Lho…. Rejeki kok ditolak, Apa yang kurang coba dari Gendis…. Putih, ayu, rambutnya panjang, jangkung lagi. Apalagi dia anak Pak Wardoyo, pengusaha kerajinan perak yang terkenal di sini. Tak jamin hidupmu pasti enak kalau jadi menantunya”
“Dasar sableng… gila semua….”
“ Daripada pujaamu itu, siapa? Icha… cewek aneh kok dikejar-kejar…”
“ Kalau dapat cewek kayak Gendis, ah itu mah gampang… biasa nggak pake jurus apa-apa udah datang sendiri, tapi kalau icha….itu baru luar biasa”
************

FACEBOOK ICHA

“My God... kenapa susah banget sih sekedar nyari apa yang jadi kesukaan Icha”
Noe mengeluh setelah seharian tak berhasil juga mencari informasi tentang Icha. Si Abee kasihan juga melihat temennya.
“ Memangnya kamu kenapa sih noe?”
“ Besok icha ulang tahun dan aku pengen ngasih kado dia, tapi aku nggak tahu apa kesukaannnya “
“kenapa nggak kamu add aja facebooknya”
“Yes.. that is a good idea, kenapa ga bilang dari kemarin sih” Noe jadi sewot
“Ye sorry bro, kepikirannya juga baru sekarang, lagian kupikir kamu udah punya facebooknya”
“Oke, sekarang aku ambil notebook dulu...”
“ Kamu tahu nama facebooknya nggak ?” Abee nyeletuk
“Iya ya, tapi coba aja deh pake nama lengkapnya”
“Annisa Rahma “
“Ya... not found “
“Coba Icha”
“ga ada juga Bee...”
“Coba tanya Mia, dia kan deket sama Icha”
“Oke aku hubungi Mia”
“Eh tuh Mia lagi jalan”
Abee yang lihat Mia jalan sendiri di deket koridor kampus langsung ditarik aja tanpa permisi, yang punya nama jadi kebingungan.
Akhirnya dari Mia Noe dapat nama facebook Icha, karuan girangnya Noe karena ia berharap dari facebook itu akan dapat banyak informasi tentang Icha si gadis aneh yang sudah buat dia sulit tidur.
**************
Noe manyun di kelas, dia tak bisa konsentrasi mengikuti kuliah karena dia belum berhasil mendapat informasi yang dinginkannya di facebook Icha. Lebih parah Icha nggak mau confirm facebooknya. Waktu coba lihat profilnya lewat account temannya Noe tambah manyun. Tidak ada informasi berarti, bahkan sekedar fotonyapun tak ada kecuali gambar gadis kecil berjilbab tersenyum manis, dan itupun gambar animasi kartun. Rupanya Icha juga jarang online.
Noe gelisah, apalagi setiap kali sosok Icha melintas. Rasanya Noe seperti mumi hidup yang tidak bisa berbuat apa-apa. Perasaan itu benar-benar telah menyiksanya. Tapi sebentar kemudian tiba-tiba Noe tersenyum sendiri, ia ingat nanti malam Noe, Icha dan anak-anak broadcast yang berhasil mendapatkan juara pertama festival film Indie di Jakarta mendapat undangan makan malam dirumah Rektor Pak Dahlan Shihab, mungkin itu saat yang paling tepat Noe mengutarakan semuanya ke Icha. Noe harus menyiapkan kata-kata paling romantis untuk mendapat respon dari Icha.
Setelah malam penganugerahan karena film mereka menjadi juara pertama di festifal film indie di Jakarta. Noe cs memang mendapat undangan resmi makan malam di rumah rektor atas prestasinya mengharumkan nama kampus. Semua bebas pilih menu makanan, minuman dan tertawa merayakan kemenangan mereka. Di beranda rumah beberapa teman sedang ngobrol santai dengan keluarga pak Dahlan. Sama sekali tidak ada jarak antara rektor, dosen dan mahasiswa malam itu. Yang ada adalah kebersamaan yang begitu hangat.
Dan Noe merasa saat itulah waktu paling tepat mengungkapkan perasaannya untuk seorang bidadari tak bersayap tapi mampu membuat hatinya terbang ke awan tinggi. Semalaman Noe menyiapkan hati dan kata-kata untuk Icha. “Hm... semoga bukan awal yang buruk dan semoga sepenggal episode ini tak berujung murung “ Noe meyakinkan hatinya.
Saat Icha duduk di teras dengan Meri, Noe datang dan duduk diantara mereka.
“Maaf Cha….Bisa ngomong sebentar….”. Noe ikutan duduk.
“Soal apa ya ?”
“ Soal em...soal aku..kamu...soal kita berdua?” Duh, Noe tiba-tiba gemeteran. Kata-kata romantis yang sudah disiapkannya sejak tadi malam tiba-tiba hilang begitu saja.
“Soal kita ??” Icha jadi bingung.
“Ya, soal kita... ada sesuatu yang harus aku bilang ke kamu malam ini..”
“Penting ??”
“Banget... please cha...sebentar aja...”
“Oke, sekarang bilang aja...”
“Bisa kita ke taman sebentar? Disini terlalu rame...”
“Maaf kalau berdua aku nggak bisa... “
Ih.... Noe geregetan, masak nembak cewek harus ditempat rame, pakai bawa teman segala. mana romantisnya.
“ Gimana, aku ajak meri ya… “
“Ok”
Sebentar kemudian mereka bertiga meri, Icha dan Noe berada ditaman. Suasana jadi hening seketika, semua sibuk dengan pikiran masing-masing.
“cha…Mungkin ini kedenganran konyol, bodoh atau apalah... terserah kamu mengartikannya. yang jelas aku nggak bisa lagi menyimpannya sendiri, sudah saatnya kamu tahu semuanya... ”
Deg... meri langsung memandang mata Icha, penuh tanda tanya. Icha hanya terdiam tanpa bicara sedikitpun.
“Aku serius cha....”
“Maaf… aku pergi dulu….”. Meri beranjak berdiri tapi di tahan Noe.
“Jangan pergi Mer…. Biar kamu jadi saksi….”
Suasana menjadi tambah hening. Meri menyenggol pundak Icha, dan Icha jadi salah tingkah. Noe menatap Icha tajam seakan ingin berkata betapa ia amat mengaguminya. Noe menarik nafas panjang, mencoba mengumpulkan energi untuk mengungkapkan semua yang dirasakanya selama ini.
“ I just wanna say I love you “
Icha terdiam, matanya menunduk, nggak nyangka Noe bakal senekat itu.
“Mungkin itu cukup mewakili semua yang aku rasakan selama ini…”
Icha masih terdiam, meri jadi garuk-garuk kepala, baru kali ini ada orang nyatain cinta minta pake saksi segala.
“Aku butuh jawabanmu Cha….”
Icha tambah menunduk, mencoba mengumpulkan kekuatan untuk bicara kebenaran, agar Noe tak salah paham dan terus berharap.
“Maaf Noe…. Aku hargai perasaanmu tapi…aku nggak bisa….aku benar-benar nggak bisa….”. Akhirnya Icha bicara.
“Tapi Kenapa Cha….?”
“Sebelumnya aku minta maaf…tapi Ini masalah prinsipku, aku sedang belajar menjadi seorang muslimah yang baik…. Yah… walaupun masih banyak sekali yang harus kuperbaiki….sekali lagi maaf…. Tolong hargai keputusanku…”
Semua terdiam, tiba-tiba saja dunia terasa begitu sepi dan sunyi, ingin rasanya Noe berteriak sekeras-kerasnya. Sueer…. Baru kali ini cintanya ditolak. Padahal baru saja Noe berjanji untuk mengakiri dunia ke-playboy-annya selama ini. Apalagi jika Icha menerima cintanya.
“ Ok… tapi tolong beri aku kesempatan, mungkin kamu perlu waktu untuk memikirkan semuanya, dan kita bisa saling mengenal lebih dekat …. Aku tahu selama ini orang menganggapku playboy, sering gonta ganti pacar… tapi apa salah aku sekarang benar-benar jatuh cinta…apa salah mencoba belajar arti cinta sebenarnya…aku sendiri nggak ingin ini terjadi… tapi semakin kamu membenciku aku semakin merasa tertantang untuk mendapatkan cintamu. Aku tersiksa Cha…. Aku belum pernah kayak gini sebelumnya…. Aku memang punya banyak teman perempuan, tapi rasa ini benar-benar beda… dan aku akan terus berusaha…Karena aku nggak akan pernah berhenti sampai suatu saat kamu bilang iya….”
Icha semakin diam, tak tahu harus bicara apa. Tiba-tiba ia ingat sesuatu, Icha membuka tasnya, tangannya mengambil sesuatu. Sebuah buku kecil bersampul hijau.
“Ini buat kamu… maaf… sebenarnya ingin kuberikan dari kemarin….”
Icha mengulurkan sebuah buku mungil
“Pacaran Dalam Kaca Mata Islam“. Noe membaca dalam hati, apa maksudnya ?
“Aku berharap setelah membaca buku itu kamu tahu tentang perasaanku…jawabanku ada di buku itu….maaf aku permisi kedalam dulu….”
Icha segera menarik lengan Meri yang masih bengong menyaksikan kejadian didepannya malam ini. Meri membayangkan andai saja tadi Noe menyatakan cinta padanya, maka Noe tak perlu waktu lama menunggu jawabannya karena pasti ia langsung mengiyakannya. Tapi tarikan tangan Icha segera membuyarkan lamunannya.
“ Kamu udah nggak waras ya cha…. Masak cowok sekiyut Noe kamu tolak mentah-mentah…kamu nggak takut kualat…”
“Enak aja bilang aku nggak waras, justru aku melakukannya karena aku masih sangat waras…”
“He.,..he… tahu nggak tadi aku sempat membanyangkan kalau yang jadi kamu itu aku…aih… romantisnya…. Ditembak cowok sekeren Noe”
“Idih…sok genit kamu, “
“Tapi bagus juga sih… cowok kayak Noe memang sekali-kali perlu mendapat pelajaran biar nggak nggampangin cewek, selama ini dia merasa bisa mendapatkan apa saja yang dia inginkan….”
“Ye…. Mboten menika maksud kulo jeng….”
“Ha…. Ngomong apa kamu….?”
“Au ah gelap….”
“Ih…. Serius… kamu ngomong apa sih…”
“Artinya, aku nggak bermaksud kayak gitu… aku menolak Noe karena memang nggak ada istilah pacaran dalam kamus hidupku, itu prinsipku “
“Wuih… ngeri juga prinsipnya, trus gimana kamu kenal suami kamu ntar kalau nggak pacaran dulu…”
“Nikah dulu baru pacaran, itu baru oke… udah ah kok malah bahas nikah, tugas kita sekarang tuh belajar, srius kuliah kasihan orang tua kita yang sudah banting tulang nyari uang biar kita bisa kuliah…”
“Iya iya…. Sok tua kamu…”

Dan Akhirnya Noe pun Tahu


Noe tergugu… matanya sembab. Baru kali ini seorang play boy kampus sepertinya menangis. Buku kecil itu benar-benar telah menguras energinya. Sebuah perenungan yang dalam tentang arti pacaran.

Apalagi saat dia baca sebuah ayat yang menerangkan “ Walaa taqrobuz zinaa innahuu kaana faakhisatan wasaa a sabilla……”(dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk..). Mendekati zina berarti melakukan aktivitas-aktivitas yang menjurus kepada perbuatan zina.
Zinanya mata adalah memandang yang bukan haknya…
Zinanya tangan adalah memegang yang bukan haknya….
Zinanya kaki adalah melangkah ketempat-tempat yang bukan haknya…
Zinanya telinga adalah mendengarkan hal-hal yang dapat membuatnya berfikir negative…
Zinanya mulut adalah dengan berkata yang tidak baik atau merayu kepada yang bukan muhrimnya….
Dan zinanya hati adalah selalu memikirkan dan membayangkan kepada yang bukan muhrimnya….
Sungguh memegang bara api yang sangat panas adalah lebih baik daripada tangan yang sering memegang perempuan yang bukan haknya .
Noe bergidik…..ngeri…. membayangkan selama ini begitu banyak perempuan yang pernah disentuhnya. Begitu sering dia berduaan dengan yang bukan muhrimnya. Dan matanya begitu sering melihat aurat perempuan yang bukan haknya. Ha….. tiba-tiba Noe menutup mukanya dengan bantal. Dia amat takut kalau tiba-tiba saja malaikat maut datang mengambil nyawanya. Oh No….. Noe merasa tidak siap mati muda.
Buru-buru dicarinya hape dan menelpon Abee sahabat baiknya.
“Bee… kamu tahu nomornya si Ali….”
“Ali… Ali siapa?”
“Itu… anak yang ngurusi kajian masjid di kampus”
“Ali ketua mahasiswa Islam kampus kita…?”
“Iya.. buruan penting banget…”
“ Iya bentar…. Nih.. 081 327 5544 22 emang ada apa bos… tumben-tumbenan…”
“Ah… ceritanya besok aja….”
Klek….. Noe segera menutup hpnya dan memencet normor Ali.
“ Assalamu ’alaikum….”
“Waalaikum salam…. Afwan…Ini siapa ya…?”
“Afwan….? eh Maaf ini Noe… anak broadcast bukan afwan….”
“Eh maaf….ya, bisa Ana bantu….?”
“Ana…. Bukanya nama kamu Ali….?”
“Eh iya… maaf… gimana…. Ada yang bisa saya bantu…?”
“Em…. Aku bisa ga, ketemu kamu besok ?… aku perlu bantuan kamu…”
“ Bisa… jam berapa…. e… atau jam 7 besok pagi ada kajian di masjid kampus, datang aja… nanti kita ketemu disana…”
“Ok… sampe besok… thanks ya bro...assalamu’alaikum…”
“Waalaikum salam “
**********

PENGAKUAN NOE


Tepat jam 6.30 Wib Noe datang ke masjid kampus. Matanya mencari-cari sosok bernama Ali. Dan hei…. Di depan masjid ada sesosok perempuan berjilbab sedang menata sandal bersama teman lainnya. Adegan itu tak disia-siakan Noe, langsung saja diambil kamera dan diambilnya gambar itu, klek…. Oh my God….dan… ternyata Icha.

Tiba-tiba Noe lemes, tangannya kaku, dan bibirnya kelu. melihat ujung jilbab Icha saja noe langsung gemeteran. Dia berusaha menghindar saat tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang.
“Hei… yuk masuk… kajiannya udah mau mulai tuh….” Ali tersenyum. Noe jadi gelagapan.
Percaya nggak percaya, baru kali ini Noe masuk masjid kampus. Bahkan dia lupa kapan terakhir sholat. Mungkin waktu Sekolah Dasar, dan setelah itu dia ikut orang tuanya yang tak begitu mengurusi agama ke Jakarta. Semua terserah ke anak-anak.
Noe ikut duduk disebelah Ali. Tema hari ini adalah TAMAN ORANG-ORANG JATUH CINTA DAN MEMENDAM RINDU karya Ibnu Qoyyim Al Jauziah.
Deg… begitu pembawa acara membacakan temanya, Noe langsung merasa kajian itu seakan-akan hanya untuknya, ya hanya untuknya.
“Hua…..hua……”
Noe jadi sentimentil, tahu aja ustadz tentang apa yang dia rasakan saat ini.
“Dalam kitab Raudhah Al Muhibbin Wa Annuzhah Al Musytaqim, dijelaskan bahwa setidaknya ada 12 tanda-tanda orang jatuh cinta…. Diantaranya adalah… sering menyebut namanya, sering memikirkannya, mengingat-ingatnya, mencintai apa-apa yang dicintai kekasihnya… membenci apa-apa yang dibenci oleh kekasihnya… patuh pada apa yang diinginkan oleh kekasihnya… Nah… kalau tanda-tanda itu ada pada diri anda, yakinlah berarti anda sedang jatuh cinta…
Berbahagialah… karena energy terbesar dalam hidup berasal dari cinta…. Cinta mampu membuat si penakut menjadi pemberani… cinta mampu membuat yang lemah menjadi kuat…dan adalah cinta… dia mampu membuat si pemalas menjadi rajin, si garang menjadi si ramah. Tapi berhati-hatilah karena cinta juga mampu membinasakan bagi para pemuja cinta buta.
Lantas kemanakah sesungguhnya muara cinta? Cinta sejati…. Cinta tanpa syarat keduniawian.…dan cinta yang tak pernah mati…Dialah Alloh, Robbul Izzati…pemilik seluruh hati… Maha pembolak-balik hati….”
Noe merenung, tak menyangka ada kajian yang membahas begituan. Selama ini tahunya belajar Islam itu ya ngaji dan sholat. Uh… bikin bête…. Nah baru hari ini dia tahu Islam juga bahas tentang jatuh cinta dan rindu. Begitu kajian selesai dan semua mahasiswa meninggalkan masjid untuk aktivitas yang lain tinggalah Noe dan Ali berdua. Mereka memulai pembicaraan, dibiarkannya Noe menceritakan semua masalahnya kepada Ali tanpa menyela sedikitpun.
Noe menarik nafas dalam-dalam sebelum memulai semuanya, dia berharap mendapat pencerahan dan juga solusi setelah menceitakan semuanya.
“Aku sedang jatuh cinta….”
Ucap Noe lirih, bahkan lebih mirip bisikan. Kemudian ia melanjutkan ceritanya.
“Namanya Icha…. Kamu pasti mengenalnya.. dia aktif di masjid ini juga… sebelumnya aku biasa pacaran, bahkan gonta ganti pacar… tapi begitu aku kenal Icha…. Sosoknya benar-benar telah menutup seluruh ruang hatiku dan tak menyisakan sedikitpun untuk yang lainnya… aku kalah…. Aku menyerah…. Aku tak bisa melawan perasaan itu…. Aku ungkapkan semua ke Icha… dan dia benar-benar menolakku… hanya buku ini yang dia berikan setelah penolakan itu. “
Noe menyerahkan buku kecil dari Icha ke Ali. Ali tersenyum..”Pacaran dalam Kacamata Islam”. Hm… dia tahu betul isi buku tersebut. Pantas Noe shock berat.
“Apa aku salah jatuh cinta pada Icha…?” Noe benar-benar menangis.
Lagi-lagi Ali tersenyum, disentuhnya pundak Noe.
“ Akhi… eh… maksudku… Noe……kamu nggak salah….jatuh cinta itu fitrah…. Bahkan tidak dikatakan normal orang yang tidak pernah merasakan jatuh cinta…. Tapi….. sebagai orang Islam semua ada aturannya… ada tempatnya… dan Islam ingin menempatkan cinta sesuai porsinya…. Karena cinta itu butuh ekspresi… dan cinta sesungguhnya hanya bisa diekspresikan dalam sebuah perkawinan….
Cinta yang halal…. Yang bisa menentramkan hati, menjaga pandangan, dan dapat menyempurnakan separuh agamanya. Tapi Alloh mengingatkan bagi orang yang belum mampu menikah, hendaklah dia berpuasa. Kenapa…. Karena dengan berpuasa bisa menekan tubuh, dan pikiran yang sedang bergejolak… atau melakukan aktivitas-aktivitas positif seperti olah raga, organisasi, atau melakukan hobi positif yang bisa mengalihkan otak untuk tidak melulu memikirkan tentang lawan jenis.
Memang… tidak ada istilah pacaran dalam kacamata Islam… tapi Islam punya jalan yaitu taaruf…. Kalau memang hati sudah mantap, ilmu, financial, dan calon sudah ada lebih baik segera melamarnya… kemudian menikah…dengan begitu cinta menjadi halal. Islam melarang pacaran karena banyak sekali aktivitas dalam pacaran bisa mendekati zina… mulai dari pegangan tangan, berpelukan, memandang dengan nafsu, dan bahkan ada yang sampai kebablasan melakukan free sex sebelum menikah… apa yang dilakukan Icha itu semata-mata karena dia ingin menjadi wanita yang taat pada syariat Alloh ….dia ingin cinta yang halal…bukan dengan pacaran….. “
Ali berkata panjang lebar, tak terasa mata Noe basah oleh butiran bening yang keluar dari matanya. Mengingat semua kebodohan-kebodohannya selama ini.
“Apa Islam juga melarang kita mengagumi seseorang….?”
“Tidak…. Asalkan sebatas mengagumi, tidak mengkultuskan apalagi sampai menghabiskan seluruh energi kita untuk memikirkan orang yang kita kagumi. Mengagumi tokoh idola misalnya… itu bagus bila yang diidolakan memiliki aklak yang bagus dan bisa membuat kita meniru kebaikan-kebaikannya. Tapi kalo mengagumi seseorang kemudian membuat kita jauh dari Alloh, itu yang dilarang.
“ Aku ingin bersyahadat….”
Ucap Noe lirih, Ali heran bukannya Noe seorang muslim.
“Bukannya kamu muslim….”
“ Ya….aku emang muslim, tapi mungkin lebih tepatnya Islam KTP. aku bahkan lupa kapan terakhir kali aku sholat… benar-benar memalukan….”
“Tidak ada kata terlambat untuk sebuah kebaikan… Alloh selalu membuka pintu maafnya lebar-lebar bagi siapapun yang ingin melakukan perubahan…. Termasuk kamu….”
“Terima kasih….”
“ Kita ini saudara seiman… sudah kewajibanku membantu sesama muslim….”
Akhirnya mereka berpelukan, berikrar menjadi saudara seiman..
**********

Setelah Hari Itu


Suasana Radio Paramuda FM lain dari hari-hari sebelumnya. Sudah hampir seminggu Noe menghilang dari peredaran. Padahal biasanya dia paling hobi nongkrong di Markas Radio. Ternyata Noe sedang menyendiri, beberapa kali Abee mendapati Noe sedang di masjid duduk termenung. Kontan berita itu membuat geger. Noe jadi anak masjid.

Minggu pagi, saat Icha abis siaran tiba-tiba ada amplop putih di meja kerjanya. Dengan penasaran Icha membuka sebuah surat dengan tulisan tangan yang sangat rapi.
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Teriring Tahmid dan Sholawat, semoga hari ini Alloh melimpahkan segala nikmat kesehatan dan nikmat iman kepada kita semua.Amin….
Icha….
Ah... aku tak tahu bagaimana memulainya. Teramat panjang dan rumit. Seperti segi empat yang telah berubah menjadi bujursangkar, lalu aku harus membukanya lagi menjadi lingkaran. Aku hanya bisa berkata, maafkan atas semua kebodohan yang aku lakukan selama ini. Orang bodoh ini hanya berharap semoga pintu maaf itu masih terbuka, walaupun terlambat dan mungkin amat memalukan.
Terimakasih atas buku kecilnya…. Sebuah buku yang sungguh menguras semua energi otakku, tapi mampu membuat perenungan yang dalam, aku tahu mungkin ini terlambat, tapi aku berharap Alloh memaafkanku.
Terima kasih pernah banyak memberi inspirasi dalam hari-hariku….
Wassalamu ‘alaikum….
Dari Noe
Yang telah kembali

Icha melipat surat itu.Tangannya bergetar, matanya berkaca-kaca. Antara percaya dan tidak, Sebuah senyum di bibir Icha. Satu episode telah berakhir…. Meskipun Icha tahu akan ada episode-episode lain dalam hidupnya. Begitu siaran selesai icha mengemas barangnya, ia ada peliputan di daerah Bantul. Waktu ia ingin masuk lift, sebuah sosok menghalanginya.

“Assalamu’alaikum…..”
“hei…. Waalaikum salam….”
“Aku pengin balikin buku …makasih.”
Noe menyerahkan sebuah buku ke Icha. Tiba-tiba saja Icha merasa grogi didepanNoe.
“Em… sama-sama… “
Icha tersenyum lalu berlalu dari hadapan Noe, sementara Noe masih berdiri memaku didepan lift. Tapi sebentar kemudian senyumnya mengembang sebelum tubuhnya hilang tertutup pintu lift.

Suatu Sore Di Magelang


Sebuah sms membuat jantung Icha hampir saja berhenti. Dibaca lagi olehnya untuk memastikan isinya.

“Nduk…. Koe muliho saiki…. Bapak kritis ….”Itu bahasa Ibunya. Mungkin ibu minta tolong lek karti untuk sms karena itu dari nomor lek karti.
Sebenarnya Icha harus siaran pagi ini, ada acara baru di radionya, Tangga nasyid terbaru. Dia bersyukur sejak kepengurusannya icha berhasil menambah porsi untuk acara Islam. Ada nada dan dakwah, Tanya ustadz, dan tangga nasyid terbaru yang pendengarnya nggak kalah dengan acara lain.
Tapi, isi sms itu pasti lebih penting karena Bapaknya kritis.Icha menarik nafas panjang, berharap Abee cepat datang karena dia harus ijin dulu. Icha panik karena Hape Abee nggak bisa dihubungi.
“ Ya Alloh tolong… aku harus pulang tapi belum ada satupun orang datang kecuali mang uding yang lagi bersih-bersih”
“Assalamu’alaikum…. Pagi Non…”
Tiba-tiba Abee masuk
“Waalaikum salam…. Alhamdulillah, bee… kali ini aku minta tolong cariin orang buat gantiin aku siaran….please….”
“Memangnya kamu kenapa, sakit? Wajah kamu pucat banget…”
“Bapakku kritis, dan aku harus pulang sekarang juga, tapi aku nggak mungkin ninggalin tugasku sebelum ada penggantinya”
“Ya Alloh…. Trus… sekarang dirawat dimana? “
“Aku nggak tahu karena aku coba hubungi nomor bulekku tapi nggak bisa… aku jadi lemes, gimana bee…?”
“Beentar ya...aku hubungi alif buat gantiin kamu siaran. Aku sama meri biar antar kamu…. Kebetulan aku bawa mobil, oke ? kamu siap-siap dibawah, biar aku urus alif dulu…”
“Makasih ya bee….”
“Udah buruan kebawah…”
Icha langsung kebawah mencari sosok bernama meri.
Sebentar kemudian Abee sudah menyusul ke bawah dan segera masuk ke mobil.Tapi mobil nggak mau jalan, waktu di cek ternyata abee lupa ngisi bahan bakar. Abee jadi ikut-ikutan panik.
“Gimana dong bee…kasihan icha sampai lemes gini”
Meri mencoba menenangkan icha yang lemas karena panik.
“ Gimana ya, nggak biasanya aku sampai lupa ngisi bbm gini..”
“Aku naik bus aja bee….”
“Jangan-jangan nanti kelamaan, eh tuh lihat… ada Noe bawa mobil”
“Apa…?” Icha melongo.
“Udah…. Darurat simpan dulu marahannya”
Abee melambaikan tangan mendekat kea mobil Noe yang mau di parkir dihalaman kampus.
“Ikut kita yuk bro…”
“Kemana? “
“Bapak Icha kritis, icha mau pulang tapi wajahnya pucat gitu…. Kasihan kalau harus naik bus”
“Oh…. “
“Kok Cuma oh…”
“E… anu… ya udah ayo buruan…”
Akhirnya icha, meri, winda, abee pergi pakai mobil Noe.
“Kearah mana nih?”
“Ke Magelang …” Meri sambil terus memeluk icha.
“ Hm… kunjungan perdana ke camer nih…” ucap Abee lirih takut icha dengar.
Noe Cuma mendelik, seraya mengacungkan tinju . Abee jadi cengar cengir.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, mereka sampai juga ke rumah Icha. Tampak beberapa orang berkumpul didepan rumah, dan hei…. Ada beberapa mobil terparkir di depan rumah icha.
Tak sabar icha langsung keluar dari mobil dan berlari masuk ke rumah.
“ Bapak … bapak gerah nopo bulek…?”
“Sabar yo nduk…”
Bulek karti memeluk icha erat.
“Bapak kecelakaan nduk… balik seko pasar ditabrak motor bocah ugal-ugalan, “
“ ya Alloh… teros sakniki ten pundi?”
“ Bapak wes muleh nduk…. Sabar yo… diiklaske…”
“ Bapak…..” Icha berkaca-kaca, Abee, meri, winda dan Noe ikut terharu melihat Icha menangis.
Tak berselang lama suara sirine terdengar keras, sebuah mobil ambulan berhenti didepan rumah icha. Rupanya Bapak icha kecelakaan dan langsung meninggal di tempat kejadian.
Tak kuat melihat jenasah Bapaknya, tubuh icha lemas dan kemudian tak sadarkan diri.
Noe mencoba menghubungi ibu asrama icha di jogja untuk memberi kabar, dia yakin pasti tadi icha belum sempat minta ijin pulang dan mengabari soal Bapaknya.
“ Assalamu’alaikum…”
“Waalakum salam… dengan asrama putri al-Hikmah ada yang bisa dibantu?”
“Maaf saya noe teman Icha, saya mau mengabari berita duka, Bapak Icha meninggal dunia pagi ini karena kecelakaan “
“Apa… ini noe teman icha yang suka jail itu tho…? Jangan sembarangan ya…. Icha itu baik-baik saja… wong tadi pagi pamit kuliah sama umi Ais…kamu jadi anak jangan sembarangan….” Suara diseberang marah-marah.
“Maaf saya serius…. “
“Jadi icha meningggal…??”
“Bukan icha….tapi bapaknya mbak….”
“Awas ya kalau bohong…”
‘Mbak saya nggak bohong, sekarang saya dan teman-teman sedang di rumah icha….”
“sekarang ichanya ada? Bisa ngoong sama dia?”
“ Icha tadi pinsan begitu melihat jenasah bapaknya dibawa kerumah…”
“Kalau gitu saya tak ngabari Umi Ais dan Abah… trimakasih informasinya sebentar lagi kami kesana…”


AKU HARUS PERGI


Noe berdiri di dekat jendela kamar , membiarkan angin malam masuk kekamarnya. Noe menengadah, matanya menatap langit yang dipenuhi oleh bintang. Malam ini langit cerah sekali, terasa indah…. tapi tak seindah perasaan yang terus berkecamuk didadanya.

Noe merasa harus segera mengakiri semuanya, sekuat tenaga dia mencoba melupakan Icha tapi sekuat itu pula bayangan icha terus menerornya. Padahal sudah hampir sebulan ini Noe menghindari interaksi dengan Icha, bahkan tidak berkomunikasi sama sekali , apalagi memang Noe lebih banyak menghabiskan waktu dengan Ali dan komunitas barunya yang mampu memberinya pencerahan dan semangat untuk berubah.
Noe mulai asyik belajar membaca Al-qur’an, dan mengikuti kajian Islam dikampusnya. Sedikit demi sedikit penampilannya berubah, tak ada lagi jeans belel yang bolong atau baju yang sembarangan. Dia pun mulai bisa menjaga jarak dengan teman-teman perempuan dan tak lagi bersentuhan seperti dulu.
“ Mungkin aku harus pergi cha….ya, aku harus pergi sejauh mungkin dari kamu. Dan tak pernah melihatmu lagi…”
Noe bicara dengan hatinya, meminta pendapat pada hatinya yang paling jujur, dan hatinya mengatakan dia harus pergi.
“Maafkan aku cha…. Aku tak ingin semua ini terjadi, tapi aku tak pernah kuasa menahan perasaan itu, dan akupun tak ingin kamu juga merasa bersalah atas semua ini, aku akan pergi dari sini….”
Noe memejamkan mata, menarik nafas dalam-dalam. Berharap semua akan baik-baik saja. Besok dia akan mengajukan surat pindah kuliah, tekatnyah sudah bulat. Noe sebaiknya pindah ke Jakarta mengikuti orang tuanya yang tinggal disana.
Mungkin dengan kuliah diJakarta lama-lama dia bisa melupakan sosok icha. Dan berharap bisa melewati semuanya.
“ Besok aku kejakarta Bee….”
Noe menghubungi Abee
“Ada acara apa?”
“Aku putuskan untuk pulang kejakarta, kuliah disana...”
“Memangnya kenapa? Ada masalah?”
“Mungkin kamu akan menganggapku kalah oleh keadaan, atau bahkaan pengecut. Whatever… semoga ini menjadi keputusan terbaik untuk aku dan icha”
“ Memangnya ??”
Abee menggantung kalimatnya.
“Kalau aku tetap disini, aku nggak mungkin bisa melupakan icha, dan semua menjadi terganggu. Ibarat penyakit, sakitku ini sudah kronis bee…dan aku butuh terapi secepatnya. Sekarang atau tidak sama sekali...”
“Memangnya kamu bisa jamin dengan pergi keJakarta kamu bisa melupakan semuanya?”
“Entahlah… tapi setidaknya aku tak lagi melihat fisiknya….”
“Baru kali ini ada kisah cinta yang aneh gini… kenapa nggak melamarnya sekalian? Dia kan anti pacaran. Ya udah ajak nikah aja…”
“ Kamu gila, icha masih semester 4, dan aku tahu pasti banyak yang tidak setuju. Lagian dia pasti menolakku mentah-mentah”
“Memangnya ada larangan nikah masih kuliah?”
“Tapi perjalanan hidupku masih panjang, banyak yang belum aku capai. Dan nikah bukan satu-satunya solusi, udah... yang penting kamu doakan aku bisa survive di Jakarta. Maaf aku nggak bisa pamit satu-satu sama teman-teman, titip salam ya… besok paling aku ke kampus ngurus kepindahanku ….makasaih ya sudah jadi sahabatku. Aku nitip tolong urusi radio kampus….oke, assalamu’alaikum…”
“Waalaikum salam”

PARAMUDA FM TANPA NOE


“ Nggak ada Noe sepi ya…?”

Abee bicara sambil matanya tak henti-henti mengamati foto karya Noe yang terpasang didinding Radio kampus. Iwel menghentikan pekerjaannya.
“ Yoi bro… setuju banget, nggak ada Noe nggak rame. Tapi aku yakin kalau kekuatan cintanya ke icha itu besar banget. Dan aku yakin banget entah kapan mereka pasti bisa bersatu….”
“ Sok tau kamu, justru dia ke jakarta biar bisa melupakan icha…”
“Percuma bee, mo ngumpet ke ujung dunia sekalipun, yang namanya cinta tetep aja cinta. Nggak bakal hilang gitu aja, kecuali…”
“Kecuali apa ?”
“Kecuali kalau ada orang yang bisa bikin dia jatuh cinta lagi..”
“Susah… aku kenal siapa noe. Dulu sih iya dia playboy, dimana aja gampang banget cinlok. Tapi sejak kenal sama icha semua berubah 180 derajat, apalagi sekarang dia lagi semangat semangatnya belajar islam”
“Sayang kita nggak bisa berbuat apa-apa, tapi bee… kita harus berbuat sesuatu, biar anak-anak semangat lagi..”
“ oke… aku setuju “
Entahlah, kehadiran noe ternyata sebuah energi tersendiri buat anak-anak broadcast club, terutama buat Paramuda FM. Tangan dinginya mampu membuat gambar biasa menjadi bermakna, atau program acara yang terasa garing menjadi terasa lebih hidup karena sentuhan tangannya. Tak berlebihan rasanya bila banyak yang merasa kehilangan sosok Noe.

LOKASI SYUTING : MALIOBORO, BENTENG VAN DER BERG


Bunda Nay

Pagi ini adalah jadwal syuting hari pertama Noe dan teman-teman dengan lokasi di sepanjang jalan Malioboro. Rencananya mereka mulai take gambar jam 8 pagi sampai malam. Semua sudah dipersiapkan dengan matang oleh crew dan selanjutnya tinggal menunggu kebaikan sang mentari apakah mau berpihak pada mereka. Karena pasti syuting akan batal bila cuaca tak lagi bersahabat.
Mereka mulai dari area banteng van der berg di sebelah selatan. Noe memimpin doa sebelum mereka memulai aktifitas syuting.
“Oke teman-teman, kita berdoa dulu semoga syuting kita hari ini diberi kelancaran dan tidak ada kendala apapun sampai selesai, berdoa mulai….”
Noe dan teman-teman membentuk lingkaran kecil, menundukkan kepala sejenak berdoa memohon kelancaran nuntuk semuanya.
“Berdoa selesai…. Oke, semua ambil posisi dan kerjakan tugas masing-masing….hari ini kita ketambahan personel 5, kemarin ada anak-anak semester tiga yang mau bantu-bantu crew. So, ini berita bagus buat kita karena tim kita semakin banyak. Mereka akan bantu kita sampe sore….”
Noe kemudian mengenalkan nama-nama anak semester tiga yang siap bantu mereka.
Setelah semua siap pada posisi masing-masing, Icha menyerahkan story board ke Abee. Si Wiro seagai pencatat adegan mnuliskan nomor take
“ Oke….semua siap, take satu…..action….”
Teriak Icha sang sutradara. Mereka akan mengambil gambar Benteng Van der berg dan suasana lalu lalang di jalan Malioboro. Noe Nampak amat serius dengan pekerjaannya, dan Alhamdulillah cuaca sangat bagus hari ini sehingga mereka tak harus take berulang-ulang.
Waktu break syuting dan Noe masih dengan kameranya , tiba-tiba ada sepasang cowok-cewek berseragam SMU lewat dekat lokasi syuting. Mereka tertawa cekikikan, bahkan dengan entengnya mereka berpelukan dan tanpa malu-malu terjadilah adegan ciuman. Fuih…. Semua terekam dalam kamera Noe. Noe kegirangan mendapat gambar langka dan benar-benar natural sampai berteriak “Keren…..”
Merasa penasaran yang lain langsung mendekat ke Noe.
“ Apa Noe….”
Abee penasaran
[“Nih lihat…. Keren banget…. Natural…. Diluar script. Ini bener –bener yang namanya gambar mahal “
Noe begitu semangat. Icha marah marah.
“Noe… kamu nggak boleh seenaknya gitu dong…. Ini diluar script, kamu lihat kan itu nggak ada di story board….”
“ Ya ampun Cha…. Ini gambar mahal….”
“Nggak bisa…ini kerja tim… jangan seenaknya gitu…”
“Icha cantik…. Ini gambar bener-bener tanpa rekayasa, ini justru akan memperkuat cerita betapa emang udah banyak moral yang bobrok , buktinya tadi ada anak SMU dengan entengnya berciuman di tempat umum…”
“Tapi tetep aja itu di luar script….”
“Tapi…”
“Udah..udah… kalian ini persis Tom and Jerry, ribut.. terus. “ Abee menengahi.
“ Abisnya Noe seenaknya gitu…” Icha membela diri
“Udah…udah… ini kan masih produksi, nanti pas proses editing bisa kita lihat bareng, nah yang ga penting bisa dibuang… gitu aja kok repot…”. Abee mencoba menenangkan Icha.
“Tapi aku tetep nggak setuju gambar itu di pake…”
“Udah Cha… sabar… kalem ….”
Meri menepuk-nepuk pundak Icha.
“Kayaknya kalian emang bener-bener jodoh Cha….. buktinya tiap ketemu berantem mulu…”
Winda ikutan komentar.
“Nggak usah dibahas, basi….!”
*********

Hari terakhir syuting
Sebuah jalan sempit di bawah jembatan

Ini adalah hari paling menegangkan buat Noe n friends karena mereka akan menguntit seorang mahasiswa yang dicurigai sebagai pengedar narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. Sudah seminggu tim Noe mencari informasi tersebut, dan malam ini ipang yang menyamar menjadi pembeli sabu-sabu.
Tidak mudah awalnya menghubungi boy karena dia sangat lihai dan berhati-hati tidak menerima sembarang permintaan. Diapun menghindari kampus atau tempat umum untuk melakukan transaksi. Ujung gang sempit dibawah jembatan menjadi salah satu tempat favoitnya melakukan transaksi. Maklum, disana banyak komunitas anak jalanan yang sedang nongkrong.
Awalnya ipang menolak permintaan Noe untuk melakukan penyamaran itu walaupun sebenarnya dia sendiri dulu seorang pemakai. Tapi mengingat dia lagi butuh uang karena masih hutang sama Boy dan noe mau membayarnya asal dia bersedia membantu Noe.
“ Noe 30 menit lagi aku nyampai di tempat transaksi …. Kamu dimana?”
Ipang menhubungi Noe.
“ Oke… aku ada di dekat kamu, tenang aja ada banyak kru disana yang juga menyamar. Sudah ada beberapa kamera yang canded… “
“ Tapi bener kan kamu udah hubungi polisi?”
“Kamu tenang aja pang…. Aku udah call polisi, mereka juga lagi menyamar. Kamu tahu… udah 4 bulan polisi nyari Boy tapi dia lolos terus…dia itu licin kayak belut… nah, kebetulan kamu malah ngasih informasi….”
“ bentar-bentar…. Ada sms masuk”
“Oke….’
“Noe… transaksi pindah…. Boy kayaknya curiga deh, dia minta di belakang hotel Ibis…. “
“Aduh gawat nih…. Mana semua kru malam ini dibagi dua lagi… ya udah aku cepet kesana, aku hubungi polisi dulu….”
Noe segera menghubungi Iwel yang juga sedang canded di area sarkem buat nguntit seorang mahasiswi yang ternyata juga nyambi jadi gadis panggilan. Dia minta dijemput pelanggannya disana.
“Wel… ruwet…”
“Kenapa?”
“Boy tiba-tiba minta transaksi di pindah di dekat Ibbis, padahal timku udah siap disini , aku curiga dia udah tahu kalau bakal di jebak”
“Iya ya… dia pinter milih tempat yang gelap, padahal kita ngandalin canded camera. Kalau cahaya kurang mana bagus gambarnya… coba deh kamu minta saran winda atau icha….”
“Oke…”
“Gimana cha… ada ide ? kalau kita tetep canded di tempat gelap semua jadi percuma. Gambar pasti jelek “
“Gini aja, nanti uje sama yang lain tetep canded di beberapa titik, aku sama meri coba minta bantuan penjual gerobak keliling lewat pas transaksi terjadi, nanti aku pura-pura lewat mau ditabrak dan nyorot lampu mobil tepat ke arah transaksi, gimana?”
“ Ide bagus…thanks… sekarang aku sama uje langsung meluncur ke Ibbis, kamu sama meri pake motor biar cepet, hati-hati ya…”
“Sipp”
19.14 Wib, Noe dan teman-teman sampai belakang Ibbis. Mereka langsung menempati posisi masing-masing. Beberapa polisi sudah siap dengan pakaian premannya. Untung Om Noe ada yang jadi serse, sehingga memudahkan semuanya.
19.30 Wib, tampak Ipank ke tempat transaksi, 2 menit kemudian muncul sosok yang bernama Boy. Tampangnya benar-benar modis dan kalem, pasti orang menyangkanya seorang model.
Tampak mereka berbincang ringan, Boy sepertinya tak tahu kalau dibalik baju Ipank sudah dilengkapi alat perekam. Dari seberang Noe canded didalam mobil, dan Disamping penjual angkringan uje juga siap canded.
“Mana hutangmu?”
“Bos… tenang aja, aku minta bedaknya dulu…”
“Enak aja, sebelum hutang kamu bayar jangan harap aku kasih bedaknya…”
“Tapi aku udah butuh banget nih…?”
“Mana dulu uangnya?”
“Bip..bip…bip….’ sebuah mobil menglakson keras karena tiba-tiba ada perempuan lewat mendadak yang tak lain icha. Momon menyorotkan lampu kea rah Boy dan ipank. Tampak mereka memandang ke arah icha dan uje. Kemudian terlihat mengobrol lagi.
“Hei… jalan pakai mata dong mbak…”
“Maaf mas… maaf…”
“Maaf maaf enak aja kalau ngomong”
Icha mengacungkan jempol ke arah momon . Dengan lampu yang tersorot pasti membuat gambar jauh lebih bagus direkam Noe dari seberang dan uje dari samping angkringan.

“Nih, 1 juta hutangku 700.000“
Ipank menyerahkan sejumlah uang ke Boy
“ Oke… Ada uang ada barang… “
“Thanks bos…”
“Kamu nggak ngajak orang lain kan?”
“Nggak, aku sendiri aja… “
Tiba-tiba dari arah utara, “Angkat tangan….”
Tiga orang polisi berpakaian prean menangkap Boy . Tampak Boy terus berusaha berontak walaupun tanganya sudah terborgol, benar saja dia bisa lolos. Dia menginjak kaki seorang polisi keudian mencoba kabur. Terjadilah adegan kejar-kejaran dengan polisi. Noe ikut mengejar Boy dengan terus menenteng kameranya. Sementara Uje coba lari dari arah berlawanan.
Tidak ada 10 menit akhirnya boy tertangkap setelah tubuhnya oleng akibat tembakan yang mengenai kakinya. Polisi terpaksa melepasan satu tembakan ke kaki kanan boy.
“ Pak… saya salah apa …. Kenapa saya ditangkap”
“Sudah bicaranya nanti saja di kantor…”
“Nggak bisa pak… saya harus tahu kesalahan saya….”
“Jangan pura-pura… kami punya banyak bukti bahwa kamu menjadi pengedar narkoba dikalangan pelajar dan mahasiswa”
“Tapi pak… saya ini seorang model… saya orang baik-baik”
“Ikut saja ke kantor…”
Akhirnya boy tertangkap malam itu juga , padaahal sebelumnya tidak pernah terpikir oleh Noe akan bisa bertemu seorang pengedar narkoba kelas kakap kalau bukan karena informasi dari ipank, sahabatnya yang baru pulang dari tempat rehabilitasi akibat ketergantungan obat.
Noe menjabat tangan Ipank dan memeluknya.
“Thanks bro… untuk semuanya”
“Sama-sama…aku senang bisa bantu tugas kuliah kamu, tapi lebih senang lagi karena akhirnya boy tertangkap… kalau nggak, pasti akan banyak lagi remaja dan mahasiswa yang terus tergantung pada barang haram itu…”
“Oke… kita temuin yang lain sekarang”


RUANG EDITING
Kampus heboh mendengar kisah Noe Cs saat syuting. Apalagi sampai menyebabkan pengedar narkoba tertangkap oleh polisi. Nama Noe Cs pun masuk Koran. Polisi mengucapkan terima kasih atas ide kreatif Noe Cs.
Maka merekapun banyak mendapat pujian dari pihak kampus termasuk rector atas apa yang mereka lakukan. Tapi semua belum selesai karena hari ini Noe Cs harus menyelesaikan bagian akhir dari produksi filmnya, waktu mereka tinggal 2 hari lagi dan mereka harus menyerahkan halnya kepanitia festival film indie.
Hampir seharian Noe Cs berada diruang editing di kampusnya. Mereka harus kerja keras demi sebuah film yang menjadi tugas kuliah mereka. Ternyata proses editing justru lebih melelahkan dari proses syuting itu sendiri. Karena mereka harus satu suara untuk sebuah gambar yang akan dipakai.Dan itu ternyata tidak mudah,semua punya penilaian sendiri tentang gambar yang bagus dan tidak.
Terutama Noe dan Icha. Mereka perang habis-habisan untuk memertahankan idealism masing-masing. Ada beberapa adegan yang menurut Noe bagus tapi tidak untuk icha. Icha mati-matian berjuang agar gambar sepasang pelajar SMU yang sedang berciuman dihapus.
Akhirnya setelah mengalami proses editing dan perdebatan yang sangat alot akhirnya gambar yang diributkan itu tidak jadi dipakai. Noe mengalah agar gambar itu dibuang, apa lagi alasnnya kalau bukan demi Icha cantik.Noe tak tega juga melihat muka icha merah padam mempertahankan argument. Tapi kalau boleh jujur sebenarnya Icha tambah cantik kalau lagi marah-marah.
Sorenya film Sisi Lain Jogjakarta selesai diediting dan diserahkan pada panitiia festival film indie yang akan ditayangkan seminggu lagi. Mereka berharap filmnya mendapat apresiasi yang baik dan para juri dan komentator, karena apapun hasilnya mereka sudah berbuat semaksimal mungkin dan itulah hasil kerja tim mereka.

MALAM FESTIFAL FILM INDIE
Suasana kampus malam ini lain dari biasanya, hampir semua mahasiswa broadcasting dan juga para peserta dari kampus-kampus lain berdatangan. Maklum hari ini Festifal Film Indie dimulai. Ada 25 film indie yang akan bertarung untuk mendapatkan penghargaan dari juri . Dan malam ini ada 10 film yang akan diputar, masing-masing berdurasi 10-20 menit.
Noe merapatkan jaketnya untuk mengusir dingin, diatas Abe sedang siaran live bekerjasama dengan beberapa stasiun radio dalam festival film indie. Noe masuk ke markas radio paramuda FM, disana sudah ada beberapa temanya yang menunggu.Tapi matanya mencari-cari seseorang.
“Kok Cuma 7 orang mer…?”
Noe ikutan duduk di sofa.
“Si abee jatah siaran … iwel sama momon udah masuk ke aula, dan icha….Sakit”
Mata Noe membulat mendengar berita meri.
“Sakit… sakit apa?”
“Tadi dia sms minta ijin nggak bisa datang, badanya masuk angin katanya…”
“O… ya udah nunggu apa lagi, kita masuk aula sekarang…”
Noe Cs masuk ke aula kampus yang sudah disulap menjadi bioskop. Banyak sekali mahasiswa yang begitu antusias datang .
Sebentar kemudian seorang Mc memulai acara yang sudah dinanti-nantikan semuanya. Dari 25 film yang ikut tersaring 10 yang akan ditayangkan malam ini.
Dan Film sisi lain Jogjakarta ada dideretan nomor lima. Noe sudah tak sabar melihat film-film itu diputar.
Satu persatu film diputar dan dikupas habis oleh juri dan para komentator, mulai dati penataan ligthing, angle kamera, pengambilan gambar, orrisionalitas ide, narasi, dan juga kualitas suara untuk jenis drama.
Noe harus mengakui semuanya bagus-bagus, ada yang mengangkat candi Borobudur, merapi, drama keluarga, dan kehidupan kalicode.
Tapi banyak gambar yang sudah biasa dilihat oleh mata sehingga kurang memiliki nilai, pun pada film kelompok Ardi. Banyak gambar terlihat jumping, dan pengambilan gambar yang seharusnya lebih indah bila memakai long shot, tapi mereka lebih mengandalkan close up-medium close up sehingga kurang menggambarkan detail seting tempat.
Untuk film satu kedua dan ketiga Noe masih focus , setelah itu noe sibuk memikirkan icha yang kata meri sakit. Ingin rasanya noe datang ketempat icha andai saja bisa. Tapi pasti Ibu Asramanya langsung mengusir Noe mentah-mentah.
Noe tergagap saat iwel menepuk pundaknya dan terdengar suara riuh tepuk tangan penonton.
“Ye….. yes…yes…yes…. Noe… kita masuk tiga besar…”
Iwel berteriak kegirangan, meri , loli, uje dan yang lain langsung bertepuk tangan kegirangan.
“Noe….” Meri berteriak
“Ah ya icha… icha kenapa?”
“Huuuu… icha mulu yang dipikir, kirain dari tadi kamu nonton nggak tahunya ngelamun.”
Iwel bersungut-sungut.
“Sori… sori….kok pada tepuk tangan…”
“Susah ya ngomong sama orang yang lagi jatuh cinta…tuh film kita masuk 3 besar… dan bakal diikutkan di festifal film indie di Jakarta minggu depan..”
Noe melongo nggak percaya, kemudian bertepuk tangan sendiri membuat kanan kirinya menengok kedia. Kontan wajah noe jadi merah karena malu.
Ini memang kabar menggembirakan buat mereka, menurut hasil penjurian film mereka masuk 3 besar dari para juri dan komenn akan diikutkan ke festival film indie di Jakarta minggu depan. Karuan bahagianya Noe dan teman-teman. Ini film pertama mereka tapi berkat semangat dan kerjasama tim, mereka dapat menang.
*************

APA IYA AKU JATUH CINTA ??

Malam begitu dingin saat Noe beringsut mendekati jendela bermaksud menutupnya. Hujan deras disertai angin kencang datang tiba-tiba tanpa pertanda mendung sedikitpun. Noe mengambil sweater hadiah dari mamanya yang tergantung di belakang pintu.Tapi sweater itu tak mampu mengalahkan dinginnya malam. Padahal sekarang bulan April alias musim kemarau, tapi sejak isu global warming ramai dibicarakan cuaca jadi susah diprediksi. Noe menggosok-gosokan kedua telapak tangannya berharap bisa mengusir dinginnya malam, tapi tetap saja dingin serasa menusuk tulang. Noe melirik setumpuk paper yang harus dikerjakannya karena besok jatahnya presentasi mata kuliah teknologi komunikasi. Ahaa... mungkin secangkir wedang jahe panas bisa sedikit menghangatkan tubuhnya. Noe segera turun ke bawah membuat secangkir wedang jahe panas.
Beginilah kalau tinggal sendiri jauh dari ortu, apa-apa harus sendiri. Sebenarnya berulangkali mamanya minta Noe ikut mereka dan kuliah diJakarta, tapi Noe selalu menolak. Noe sendiri tak mengerti kenapa ia enggan meninggalkan Jogja. Ada kekuatan begitu besar yang membuatnya tak ingin meninggalkan Jogja. Dan Noe tak pernah mengerti apa itu.
“Hm... ternyata khasiat jahe panas memang terbukti mujarab”
tubuhnya jadi hangat dan bisa melanjutkan pekerjaannya untuk presentasi besok. Saat Noe mengetik tiba-tiba bayangan wajah Icha berseliweran di matanya. Noe mencoba mengusirnya dan berkonsentrasi lagi mengetik, tapi wajah ayu itu? Wajah yang hampir tak pernah dilihatnya ngobrol ketawa ketiwi dengan teman lelaki seperti pada umumnya. “Ah... kenapa sih wajah itu terus menganggu...?” Noe menghentikan pekerjaannya yang belum kelar. Dihempaskan tubuhnya ke tempat tidur, ditutupnya matanya dengan bantal. Berharap bayangan itu pergi. Tapi semakin kuat banyangan itu datang. Noe terbanyang-bayang, sosok berjilbab lebar yang selalu tertutup rapat tubuhnya. Noe heran, padahal hanya wajah Icha yang kelihatan, itupun minus make up seperti mahasiswi yang lain. Pake lip stik, eye shadow, blass on, bahkan ada yang pake maskara segala. Noe sendiri heran dimana menariknya Icha. Tidak seperti Wina, Iyu, atau Karen yang selalu up to date soal style baju, gaya rambut dan sepatu. Noe bahkan ingat saat pertama kali bertemu dan Noe mengulurkan tangan untuk kenalan tapi Icha menolaknya, hanya salaman ala sunda tanpa bersentuhan sedikitpun. Noe menyedekapkan tangannya, mencoba menganalisa sosok Icha yang terasa aneh dimatanya, justru di jaman yang katanya modern, dimana hedonisme dan konsumtifisme menjadi sifat masyarakat hampir sebagian penduduk bumi ini. Gimana nggak, budaya pop yang diusung dunia barat mampu merubah selera masyarakat Indonesia mulai dari food, fashion, film, fun, free style. Termasuk dirinya yang menjadi korban mode dan iklan televisi.
“ Apa iya aku jatuh cinta dengan gadis aneh itu?” pertanyaan itu terus melintas di otak Noe, semakin dicoba untuk di hilangkan tapi semakin kuat dan terus melintas. Noe berharap perasaan itu hanya ada sesaat seperti saat ia jatuh cinta dengan pacar-pacarnya dulu. Hanya cinta sesaat yang paling lama bertahan tak lebih dari 3 bulan. Maka bila dihitung sejak pertama ia jatuh cinta sudah lebih dari 10 kali dia pacaran. Dan semua hilang tak berbekas, berbagai tipe perempuan mulai dari yang sok selebritis, tomboy, ningrat, penyanyi cafe, anak mami sampai yang sok borju. Tapi rasanya tidak seperti saat ini. Padahal Noe amat jarang komunikasi dengan Icha kecuali soal kuliah atau tugas, mereka pun belum pernah ngobrol berdua. tapi pesonanya mampu menghinoptis Noe.
************

"I just wanna say I Love You"


Bunda Nay

Part 1

Haiaaaa….kebiadaban para zionis Israel memang nggak pernah berhenti sebelum Palestina benar-benar menyerah dan luluh lantak. Keberadaan Al-Quds sungguh dalam ancaman yang amat serius. Mereka selalu mencari cara untuk membumi-hanguskan negeri pemilik jalur Gaza tersebut. Mulai dari cara halus sampai cara paling sadis yang bertentangan dengan hak asasi manusia.

Seperti pagi ini ketika Israel meluncurkan roket-roketnya ke perkampungan dan kantor-kantor penting milik Palestina, maka ribuan bahkan jutaan muslim di dunia mengutuk serangan tersebut.
Hampir seluruh mahasiswa se-Indonesia melakukan demo-demo mengecam tindakan biadab Israel. Termasuk di Jogja, dengan mengusung tema SAVE PALESTINE, ratusan mahasiswa menggelar demo di bundaran UGM. Mereka juga mengutuk Amerika yang selalu menjadi antek-antek Yahudi.
“SAVE PALESTINE…”
“SAVE PALESTINE….”
“ISRAEL…GO TO HELL….”
“ISRAEL… GO TO HELL…”
Icha masih mengikuti jalannya demo saat tiba-tiba hand phone di tasnya berdering.
“Cha…. Icha kamu dimana ?
Suara di seberang terdengar setengah berteriak.
“ Sorry bos… aku lagi liputan demo nih…”
“ Ampun Cha…. 3 jam lagi kamu on air…mana belum ada scriptnya lagi. Aku kan udah bilang kalau maksimal 3 jam sebelum on air script udah harus ada di mejaku”
Abee marah-marah
“Aduh sorry Bee… kemarin aku dah buat, cuma belum di print out. Coba deh lihat di file Dialog Remaja Icha. Semua udah beres….”
“Tapi kamu harus tetep siaran Non…”
“Tolong Bee….Meri atau Eno suruh gantiin aku… soalnya aku lagi liputan nih, gantiin Rara yang lagi sakit”
“nggak bisa…”
“Kenapa ?”
“Masalahnya acara itu cuma pas dibawain kamu. Nih…. hari ini aja udah ada 25 sms yang protes gara-gara kemarin Eno gantiin kamu….”
“Tapi Bee, gimana liputannya?”
“Tenang aja, di sini ada Ipung yang mau gantiin kamu liputan, trus biar cepet Noe yang jemput kamu”
“Apa … Noe mau jemput aku ?? sorry ya, bilang aja makasih aku bisa balik sendiri…”
“ Ye… segitu sewotnya….”
“Udah…nggak usah dibahas, setengah jam lagi aku nyampe. Tolong Ipung suruh siap-siap”
“ Ok”
Icha manyun, dimasukanya kamera, hand phone dan perlengkapan liputan ke tas rangselnya. Bukan kali ini aja Abee coba nyomblangin Icha dan Noe.
Nggak perlu waktu lama Icha dapat angkutan, maklum udah beberapa hari ini motor Icha rusak. So… kemana-mana nebeng mas supir yang bawa angkutan.
**********
Hanya dalam 30 menit Icha udah nyampe markas radio. Tapi sial…Liftnya rusak, padahal radio ada di lantai tiga.So… udah pasti Icha harus naik tangga. Kebayang kan abis kepanasan dijalan pake acara naik tangga segala.
Sementara di atas, di markas Paramuda FM udah banyak anak nongkrong, terutama anak-anak broadcasting yang lagi diskusi. Udah satu tahun ini Icha dipercaya buat ngelola radio kampus, dan itu ga disia-siakan Icha. Berkat keseriusannya dengan tim, “Paramuda FM” mendapat predikat the best campus radio.
Acara-acara yang tadinya terasa garing, kaku, dan bikin bosen telinga yang dengar, kini dengan manajemen baru dikemas apik oleh Icha and friends. Yab… Icha, mahasiswi broadcasting semester tiga yang otaknya bagai komputer berjalan. alias ga pernah berhenti berinovasi dengan ide-ide fresh. Mungkin namanya lebih dikenal daripada Ketua BEM kampus. Smart dan penuh ide baru. Sangat jauh dari kesan seorang jilbaber yang kadang suka kurang gaul kecuali satu komunitas.
Begitu sampai di meja kerja, Icha langsung beraksi. Dan begitu dibuka file dialog remaja, mata Icha langsung melotot.
“byarr….” Icha melongo, semua file dialog remaja hilang . Icha lemes, wajahnya langsung pucat. Seingatnya kemarin semua udah di-save.
“Abee…..”
Icha setengah berteriak. Abee segera beringsut mendekati meja Icha.
“ Coba lihat Cha, sms dari pendengar yang protes gara-gara kamu ga siaran kemarin”
Lagi-lagi Icha melongo melihat kertas print out sms di tangan Abee. Segitunya pendengar protes ke dia. Ah.. Icha jadi garuk-garuk kepala yang sebenarnya ga gatal.
“ Abee… fileku hilang semua…”
“What……?!”
Mata Abee membulat.
“Seingatku kemarin udah aku simpan… SUER…”
“ Ya…ya... satu lagi tuh kritik buat kamu, pelupa dan suka ceroboh… kemarin waktu kamu abis ngetik dan keluar ruangan listriknya mati Non, mungkin kamu lupa save ulang, makanya cuma judulnya aja yang ada….”
“Trus gimana…?”
“Aku ga mau tahu, yang pasti satu jam lagi tuh script udah harus di mejaku”
Abee pergi ngeloyor ninggalin Icha yang kalang kabut.
Di seberang, di ruang yang cuma terhalangi oleh kaca bening, ada Noe yang senyum-senyum ngeliat Icha lagi kalang kabut harus bikin naskah baru.
“hmm……”
Icha menarik napas panjang, dihempaskannya tubuhnya di kursi empuk itu, dan semenit kemudian jari-jarinya yang lentik udah mulai menari diatas keyboard. Dan…. “Yab….selesai…”
Icha girang, tidak ada satu jam naskah udah jadi,ya ... walaupun tidak sesempurna yang kemarin tapi lumayanlah. begitu selesai di-print Icha langsung ke meja Abee.
“Ini bos…”
Abee cuma manggut-manggut menerima naskah Icha.
“ Narasumbernya udah dihubungi lagi ?…”
“Oh.. tenang aja, Everything is ok…. Aku udah minta tolong Pak Abas jemput narasumber”
*********

ON CABIN SIARAN

Di sana sudah ada dr. Anna Mariana, SpOG, dan Mbak Mutia Gandhi S.Psi, seorang psikolog yang lagi digandrungi di Jogja. Icha sudah siap-siap on air begitu “lihat dunianya” Justice Voice selesai mengalun.
“Hei ….hello… assalamu’alaikum… ketemu lagi bareng Icha… disini.. dimana lagi kalau bukan di 93.2 PARAMUDA FM ,The right channel in town.
Ok sobat muda, selama satu jam ke depan kita bakal kupas abis sebuah tema. Bareng pakar-pakar di bidangnya tentunya. Nah…. seperti janji Icha kemarin, hari ini kita bakal kupas abis about “ARE YOU STILL VIRGIN” dan “SEBERAPA PENTINGKAH VIRGINITAS DI MATA PEREMPUAN”. Nah..lo… seru banget kan tema kita hari ini. Makanya tetep stay tune and Dont go anywhere cause i’ll be back after this song... ada GIGI dengan “perdamaian”
Ya…. Gigi sebuah band yang sudah banyak menelurkan album ini rupanya cukup sukses dengan album religinya, dengan tetep memasukkan unsur rock khas Gigi, lagu ini bias diterima dimasyarakat dengan baik. Dan tahu nggak sih…sebenarnya lagu perdamaian ini juga pernah booming dibawakan grup khasidahan nasidaria di awal tahun 90 an.
Oke Sohib muda, balik lagi ke Tema are you still virgin, sebenernya tema ini terinspirasi oleh sebuah hasil penelitian yang menunjukan bahwa 93 % mahasiswa putri di Jogja udah nggak virgin. Nah.. lo…. Ngeri banget kan….
Sejauh mana validitasnya, kita ngga tahu. Yang jelas justru dengan adanya penemuan ini harusnya membuat kita berpikir, merenung, dan kritis.. sebegitu bobroknyakah moral remaja atau mahasiswa yang notabene dianggap oleh masyarakat sebagai kaum intelek. Atau…. Segitu hebatnyakah dunia barat mempengaruhi gaya hidup remaja Indonesia.
Anyway…. Untuk lebih jelasnya kita tanya langsung pada pakarnya.
Disini… udah ada dr. Anna SpOG dan Mbak Mutia, seorang psikolog yang sangat dekat dengan remaja.
“Selamat sore dr. Anna…. Selamat sore Mbak Mutia…..”
“Soreee….”
“Ok… pertama-tama sebelum kita buka diskusi Icha mau nanya nih… sebenarnya apa sih arti virgin itu sendiri menurut kaca mata medis…?”
” Em… bagus banget nih pertanyaanya, apa arti virginitas menurut kaca mata medis. Jadi begini para sohib muda….virgin atau perawan atau gadis itu memiliki arti dimana seorang perempuan belum pernah melakukan coitus atau senggama atau hubungan seksual sebelum menikah. Nah virgin itu berhubungan dengan selaput dara… karena selaput dara akan rusak begitu terjadi coitus alias hubungan suami istri. Nah…banyak pendapat keliru di masyarakat kita bahwa kalau untuk membuktikan seorang perempuan masih virgin atau tidak adalah dengan keluarnya darah pada saat hubungan sex pertama kali… “
“ Maksud dokter…. Bisa saja perempuan tidak mengeluarkan darah…”
“Betul…. Karena selaput dara itu bentuknya macam-macam… ada yang tebal, tipis bahkan ada yang membentuk tidak sempurna, sehingga walaupun dia melakukan aktifitas seksual berkali-kali maka tidak
akan mengeluarkan darah, atau bisa juga selaput dara perempuan robek dari kecil atau remaja akibat kecelakaaan naik sepeda, atau jatuh. Itu semua bisa terjadi….”
“Berarti seorang perempuan memang bisa rusak selaput daranya karena jatuh, atau kecelakaan sepeda….kalau begitu apakah dia bisa dikatakan tidak virgin lagi Dok….?”
“Oh tidak bisa, karena ukuran virginitas seseorang adalah apakah dia pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah atau tidak “
“Kalau gitu seberapa pentingnya virginitas bagi perempuan?”
Kalau yang ini mungkin lebih pas kalau Mbak Mutia yang jawab nih, “Gimana Mbak…?” Icha terus menyerang Mbak Mutia.
“Ya…ya… kalau ditanya apakah virginitas penting atau tidak, ini kita harus bedakan tinjauan dari segi agama, budaya, medis dan psikologis. Dan saya kapasitasnya mungkin lebih tepat kalau bicara dari sudut pandang psikologis, masalah virginitas itu mungkin secara fisik tidak terlalu berpengaruh, tetapi kalau bicara secara psikologis memang sangat berpengaruh. Contohnya seorang remaja perempuan dengan kasus pemerkosaan, jelas dia akan depresi, tidak bisa menerima kenyataan, merasa kotor, tidak berguna lagi, bahkan bisa jadi akan mengalami trauma sepanjang hidupnya yang akan selalu teringat. dan itu biasanya sangat berpengaruh ketika dia membangun sebuah hubungan pernikahan. Walapun pasangannya menerima apa adanya dan tidak mempersoalkan masalah virginitas. Tapi jelas perempuan tadi punya beban psikologis tersendiri. Dan bahkan banyak kasus wanita frigid dalam perkawinan salah satu faktornya adalah karena memiliki beban psikologis yang mungkin susah diungkapkan kepada pasangannya karena rasa takut yang berlebihan, jangan-jangan pasangannya tidak mencintainya lagi. Ini bisa menjadi masalah besar dalam sebuah perkawinan……”
Belum selesai tiba-tiba ada telepon masuk
“Ok… rupanya ada telepon masuk…. dialog remaja selamat sore…. Dengan siapa ini….?”
“Sore… ini Yunita di Gejayan….”
“ OK…. Yunita di Gejayan…langsung aja nih, menurut kamu …. Penting ga sih.. virginitas di jaman modern ini” Icha memancing komentar pendengar.
“Kalo aku sih penting banget…. Sebagai orang Jawa yang punya adat ketimuran aku sangat menjaga yang namanya virginitas itu…”
“ Kamu setuju nggak free sex before marriage…”
“Oh, I want to say no to free sex… tapi setiap orang punya pilihan sendiri apakah dia mau melakukan sex sebelum merit atau menghindarinya”
“Kamu nggak takut dibilang nggak gaul…?”
“Nggak tuh….”
“Trus tentang sebuah penelitian bahwa 93 % mahasiswi jogja udah ga virgin lagi... komen kamu ?”
“ Ngeri juga sih, kalau emang penelitian itu benar. Itu berarti telah terjadi dekadensi moral secara besar-besaran,
dan PR buat kita semua sih biar lebih hati-hati dalam bergaul...”
“Ok, thank you Yunita di Gejayan udah mau berbagi”
“tut…tut….tut…”
“Dialog remaja selamat sore… dengan siapa dimana?”
“Sore…. Ini Dea di Jogja aja…”
“Ok… Dea di Jogja aja. Kalau tadi yunita ga setuju dengan free sex, alias penting banget menjaga virginitas. Kalau buat Dea penting ga sih menjaga virginitas …”
“Hari gini masih ngomongin virginitas…. Ih nggak banget…sorry ya Ca… aku ga mau muna…aku udah pernah ngelakuin sex sebelum nikah sama pacarku. Buatku yang penting saling percaya sama pasangan itu kunci semuanya”
“Dan Dea nggak takut kalo suatu saat dia ninggalin Dea….”
“Ya… kalo dia ninggalin berarti belum jodoh….”
“Dengan apa yang sudah pernah kalian lakukan selama pacaran……trus Dea ga takut dikatain udah ga virgin lagi…”
“Ya… aku sih berharapnya tetep sama pacarku sampe nikah . Tapi aku juga ga tahu kita bakal putus apa ga… yang jelas kita pinter-pinter aja milih pacar…terutama yang ga mentingin soal itu”
Icha berkenyit, ga nyangka bakal ada penelpon yang blak-blakan gitu.
“ Itu artinya Dea setuju dengan free sex?”
“ Gimana ya, asal dilakukan dengan cinta dan sama-sama saling percaya nggak pa-pa sih “
“ Ok, apapun pendapat Dea, makasih banget ya udah mau gabung dan berbagi disini... “
“Sama-sama”
“”Gimana nih dok…. Dua penelepon tadi satunya ogah baget free sex, dan satunya… kayaknya hobi banget pacaran dengan sex before marriage…”
“Ya… semua memang kembali pada diri masing-masing….tapi perlu diketahui bahwa ketika seorang sudah pernah melakukan sex pranikah itu adalah sebuah kesalahan. Menurut agama apapun tidak dibenarkan sex pranikah…karena jelas pihak perempuan yang akan mengalami kerugian, misalnya hamil… atau paling tidak secara psikologis akan mempengaruhi jiwa perempuan tadi. Bergaul boleh saja.. tapi harus tahu batasan-batasannya….apalagi kita sebagai orang Indonesia yang terkenal dengan adat budaya malu. Ya walaupun tidak dipungkiri budaya barat sudah banyak mempengaruhi gaya hidup para remaja kita.. Tapi marilah…. Sebagai perempun kita menjaga diri baik-baik…say no to free sex “
“ Ok… makasih banget penjelasan dari dr. Anna dan Mbak Mutia…. Sebenernya masih banyak banget sms yang udah masuk, dan mohon maaf tidak semua penelepon bisa on air. Tapi lain waktu… kita sambung lagi…. Sebelum kita akhiri dialog remaja kali ini ada satu lagu manis dari D’masiv… Jangan Menyerah…don’t go anywhere,cause i’ll be back after this song....

Laki-laki itu bernama Noe



Adalah Noe… cowok paling cute dan punya banyak penggemar.

“Play boy” yab, mungkin itu predikat yang paling pas buat Noe. Wajahnya putih bersih, dengan alis tebal dan sorot mata tajam bagai elang. Pembawaanya yang kalem dan tak banyak bicara justru membuat banyak wanita bertekuk lutut padanya.
Satu lagi… selain suka TEPE alias tebar pesona , dia juga paling pinter merebut hati cewek. Liat aja si Dona sang ratu kampus, atau Mila anak rektor kampus semua pernah jadi pacarnya. Sosok Noe emang paket komplit buat memburu para cewek. Ditambah lagi kepiawaiannya dengan sebuah benda yang mampu mengibarkan namanya menjadi “orang terkenal” versi anak kampus. Kamera, ya… kamera. Hasil jepretanya sering wira-wiri di pameran foto benteng Van Der Berg Jogja, sebagai juara tentunya.
Seperti pagi ini, boring dengan mobil mewahnya Noe ganti pakai motor balap kesukaaanya. Jangan tanya soal harga, ga penting ! Yang jelas cukup buat beli motor bebek baru 10 biji. Dan kalo udah gitu pasti cewek-cewek pada berebut buat jadi yang pertama nangkring diboncengannya.
“WUZZZZZZZZZ……..”
Noe ngebut. Ups…. Tapi tiba-tiba dia menghentikan motornya. Seperti menunggu seseorang. Sebentar kemudian Icha nongol jalan kaki. Padahal ga ada cerita mahasiswa di kampusnya jalan kaki. Semua pake mobil dan paling jelek naik motor bebek, wek..wek…wekk….. Tapi Icha...
Noe menjajari langkah Icha dengan motornya, yang didekati malah cuek bebek.
“ Lho Cha…. kok jalan kaki…. Motormu mana ?”
“ Rusak, di bengkel….”
“O… kalau gitu bareng yuk….”
“Makasih, ga usah repot….aku mau jalan aja. 5 menit juga nyampe…”
“Ga repot kok… yuk…”
“Ga deh… makasih…”
Ih…. Noe gemas, baru kali ini ada cewek nolak dibonceng dia.
“ Eh… aku ga bakal ngapa-ngapain kamu kok…suer… yuk bareng…”
“Jangan maksa dong…. Aku mau jalan kaki…”
“Ih… galak amat, aku kan nawarin baik-baik…lagian kenapa sih…… perasaan kamu cuek banget sama cowok….”
“Udah dibilang ga mau…”
“Iya tapi kenapa…?”
“Ga mau ya ga mau…kok maksa…”
“Cha…. kenapa sih…”
“Bukan muhrim tahu..!!!!!”
Noe melongo, Icha terus berlalu. Sementara Noe jadi bingung dan garuk-garuk kepala. Apa hubungannya dibonceng sama bukan muhrim…
“Cewek aneh….”

BROADCAST CLASS

Kelas broadcast heboh, apalagi kalau bukan karena ada kuliah teknologi komunikasi. Si dosen yang super gaul Mr. Boy Sarno. Beliau adalah pakar telematika yang belakangan ini wajahnya sering wira wiri di televisi. Dan tiba tiba…
“ Aaaa……..”
Icha berteriak, reflek tanganya menutupi wajahnya. Yang lain jadi tertawa melihat tingkah Icha. “Ndesani….” Alias kayak wong ndeso….
Melihat semua tertawa, Icha jadi senyum tersipu malu dan dibukanya tangannya. Abis… didepan di LCD proyektor terpampang dengan begitu jelasnya sebuah gambar yang bikin para cowok ngiler. Foto artis setengah telanjang dengan hanya memakai kemben yang sedang heboh di internet.
“ Ok… selamat siang semua…..”
“ Siang…..”
“Hari ini kita akan bahas tentang cyber crime.. Seperti yang anda lihat di depan… maaf mbak Icha ini bukan sedang memperlihatkan pornografi, tapi kita akan studi apa itu cyber crime… Karena sebagai mahasiswa broadcasting kalian harus bijak dan tahu bagaimana menyikapi fenomena akhir-akhir ini. Terutama maraknya peredaran gambar-gambar porno yang sangat meresahkan masyarakat. Nah… coba kalian tebak, foto artis ini asli atau rekayasa…silahkan lihat di www.nidia genit.com
Semua mahasiswa sibuk dengan laptopnya, mencoba menganalisa, mengotak-atik foto artis tersebut.
“ Gimana… ada yang tahu…”
“Saya pak….”
Noe mengangkat tangan, yang lain langsung melihat Noe karena penasaran dengan jawabanya.
“Silahkan….”
“Menurut saya foto tersebut hasil rekayasa seseorang….”
“Oh ya…. Kamu yakin….”
“ Ya pak…caranya dengan membagi foto tersebut menjadi dua. Bagian kepala dan bagian bahu kebawah. Dilihat dari pencahayaan bagian bahu kebawah terlihat lebih terang dibanding dengan bagian kepala. Kemudian dilihat dari angle kamera sepertinya foto ini berasal dari kamera yang berbeda dan waktu yang tidak sama. Karena bagian muka tampak diambil dari depan sementara bagian bahu ke bawah diambil dengan kemiringan agak kekiri kurang lebih 30 derajat. Bahkan bila gambar diperbesar sangat tampak bahwa bagian bahu kebawah resolusinya agak pecah sementara bagian kepala tidak. Kesimpulannnya adalah foto tersebut diambil dari kamera yang berbeda kemudian dicroping. Karena secara lighting, resolusi dan angle camera jelas ada perbedaan….”
“ Luar biasa….”
Mr. Boy Sarno langsung memberi applaus dan diikuti semua mahasiswa. Icha manggut-mangut nggak ngira Noe pinter juga.
“ Benar sekali…foto ini memang hasil rekayasa seseorang yang mungkin punya kepentingan lain, atau mungkin sengaja untuk membunuh karakter seseorang, dan… pelakunya dapat dikenai oleh UU tentang cyber crime….”
“Apa bisa dilacak siapa pelakunya….” Meri penasaran
“ Tentu…. Kemarin tokoh ini menelepon saya dan minta untuk klarifikasi ke media tentang kebenaran foto tersebut, rencananya baru nanti sore kami akan konferensi pers…”
“Tapi kenapa selalu saja perempuan yang jadi korban eksploitasi….” Icha mulai emosi.
“Ya…. Karena Tuhan menciptakan tubuh perempuan dengan begitu indahnya. Dan itu mudah sekali dieksploitasi oleh orang-orang tak bertanggung jawab demi mencapai sebuah keuntungan instan. Nah… ini seharusnya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, penegak hukum dan juga masyarakat. Kalian juga bertanggung jawab lho…”
“ Emang kenapa Pak….” Abee menimpali
“Maksud saya… jadi mahasiswa jangan cuma heboh semangat demo ini itu… demo anti pornografi misalnya tapi kalian sendiri kalo diwarnet hobi banget buka situs ecek-ecek begituan….”
“ Huuuuuu…………….”
Para mahasiswa cowok berkoor protes, Pak Boy Sarno cuma senyum senyum.
**********

KARTINI’S DAY IN CAMPUS

“Icha…..Icha……..”
Meri berlari kecil menghampiri icha yang sedang melihat papan pengumuman.
“Ada apa Mer , kaya diuber setan….”
“ Kamu udah lihat pameran foto…?”
“ Belum, emang kenapa..?
“Kalau gitu siapin mental kamu….”
“Maksud kamu…”
“Foto kamu Cha…”
“ Kenapa ?”
“Ah, mending kamu lihat sendiri aja… ayo…”
Meri menarik tangan Icha dengan paksa, Icha jadi bingung sendiri.
“Emang kenapa sih Mer….”
“Udah, komentarnya nanti aja….”
Benar aja, begitu masuk ruang pameran ratusan mahasiswa sedang melihat foto-foto yang dipajang. Dan tiba-tiba aja ada yang mendekatinya.
“ Selamat ya Cha…kamu bagus banget lho, very natural….” Mia langsung menyalaminya. sumpah, Icha tambah bingung….
“Eh Icha…. Selamat ya…. Ga nyangka lho ternyata kamu punya bakat model juga…. Jadi pemenang lagi….” Nana ikut-ikutan menyalaminya. Icha cuma cengar-cengir.
“Mer…sebenarnya ada apa sih…. Lagian siapa yang jadi foto model….?”
“Tenang friend…. Sekarang kamu tarik nafas panjang… lagi….” Icha ikut aja omongan Meri
“Em… Noe….”
“Kenapa dengan Noe… dia jahil lagi…”
“Lebih dari itu…. Dia punya foto-foto kamu dan diikutkan lomba foto di pameran ini…..”
“What……!!!!”
“Tuh, coba kamu lihat di pojok sana….” Meri menarik lengan Icha.
Icha melongo, nggak nyangka Noe nyuri gambar saat Icha peliputan, demo, dan siaran. Sialan….bener-bener paparazi tuh cowok. Bisa-bisanya ngikutin dia, dan lebih gila lagi diikutkan di pameran memperingati hari kartini yang jelas-jelas ga ijin dia.
Icha meremas tangannya, giginya menggeretak seakan pengin mengunyah-ngunyah tuh cowok, matanya nanar tanda dia amat marah.
“Sabar…sabar ya Cha…”
Meri mengelus-elus pundaknya, Icha meninjukan kedua tanganya.” Kita cari Noe.. dimana dia..?”
Icha emosi, nafasnya naik turun ga karuan, segera saja dia keluar ruangan mencari sosok Noe. Perasaan Icha campur aduk rasanya pengin mencincang tubuh Noe yang sudah keterlaluan. Mencari di lantai dua tidak ada. Icha langsung naik kelantai tiga, di markas Paramuda FM. Pasti jam segini dia sedang di sana.
Benar saja, Noe sedang mengotak-atik kamera di ruangan advertising. Dengan penuh amarah dihabisinya Noe.
“Kurang ajar kamu Noe….”
Noe yang pegang kamera jadi gelagapan
“ Ada apa Cha… kok tiba-tiba marah…”
“Ya iyalah marah… secara… kamu ga bilang-bilang udah nyuri gambar-gambar Icha dan kamu ikutin pameran…” Meri ikut-ikutan marah.
“E…e…. itu…itu…emm…. Aduh… kamu nangis Cha…..”
Noe kebingungan, dia paling ga bisa lihat cewek nangis.
“Ga penting aku nangis atau ga…aku cuma mau kamu jelasin kenapa foto-fotoku bisa ada di pameran itu….”
“O… itu….e…anu… jadi…”
“Kamu jahat noe…”
“Aduh Cha… bukan gitu maksudku… kemarin aku bingung nyari model yang sesuai kriteria juri, natural, perempuan, mencerminkan kartini masa depan…. Dan….”
“Dan kamu nyuri fotoku demi ambisimu…”
“Ya ampun… nggak gitu….”
“Pokoknya sekarang juga kamu turunin semua fotoku…”
“ Aduh Cha…. ga bisa…. Karena semua foto yang ikut lomba jadi hak panitia dan ga bisa diminta lagi…tapi aku masih punya banyak di rumah kok…”
“Apa… banyak kamu bilang…”
Icha tambah gemas, Noe bilang punya banyak koleksi fotonya di rumah.
“Kamu emang jahat Noe…”
Icha langsung pergi meninggalkan Noe. Noe jadi salah tingkah.
“ Dasar paparazzi lo…”
Meri ikut-ikutan marah, Noe jadi garuk garuk kepalanya yang tidak gatal.
**********
Noe nekat datang ke tempat Icha, padahal sejak pagi tadi Icha udah pasang tampang menabuh genderang perang.
“Assalamu ‘alaikum…”
“Waalaikum salam, mau ketemu siapa mas…”
Seorang perempuan setengah baya berjilbab hijau menemui Noe.
“ E… anu… saya mau ketemu Icha..”
“ Maaf di sini tamu laki-laki dilarang masuk kecuali saudara atau orang tua, apalagi sendirian…”
“Tapi ini penting sekali bu…”
“Ada urusan apa ya….saya ibu asrama akhwat disini… semua urusan anak-anak tanggung jawab saya… ada yang bia saya bantu…?”
Noe jadi garuk-garuk kepala, busyet… susah bener ketemu Icha. Di kampus menghindar terus, di asrama ketat banget ga boleh ketemu.
“ Tapi ini urusan pribadi…”
“ Insya Alloh saya bisa dipercaya…”
“Aduh… gimana ya…e… saya mau minta maaf sama Icha, kemarin saya bikin dia nangis karena saya nyuri foto-fotonya….”
“Astaghfirullohal adzim….. jadi kamu yang namanya Noe….?”
“ Lho, jadi ibu tahu nama saya…?”
“Ya…. Icha sering cerita kalau dia suka diganggu sama teman kuliahnya, namanya Noe… ternyata kamu yang namanya Noe…”
“ Icha cerita apa lagi bu…”
“ Banyak….sebaiknya kamu pulang dan cepet taubat… soal minta maaf nanti saya bicarakan ke Icha…”
“Saya tetep ga bisa ..saya harus ketemu Icha…”
“Mohon maaf, aturannya memang begitu….Icha anak baik-baik tolong jangan jahil lagi ya…”
Noe tersenyum, kemudian minta pamit pulang.
**********

Akhir semester tiga, anak-anak broadcast dapat tugas membuat film indie kerjasama dengan anak advertising dan public relation. Setiap tim ada 12 orang. Dengan waktu 2 minggu mereka harus menyelesaikan 1 judul film indie yang akan ditayangkan pada festival film indie bulan depan di kampus.

Lagi-lagi Icha emosi waktu lihat papan pengumuman dan namanya ada di deretan pertama dengan ketua tim Noe. “Oh my God… cobaan apa lagi ini…..” rasanya dalam setiap langkahnya selalu saja ada Noe.
“Maaf, apa aku bisa pindah tim…?”
Icha merayu sang ketua jurusan, dan cuma gelengan kepala yang dia dapat.
“ Maaf, tim yang udah ada tidak bisa diubah lagi, karena tim ini hasil ambil acak dan dijamin tidak ada unsur KKN” Iwel menjelaskan bahwa Icha nggak mungkin bisa pindah tim.
“ Wah kalo gitu bakal rame nih… ada perang dunia ke-3….”. Tiba-tiba Iwel nyeletuk. Kontan semua melihat wajah Noe dan Icha. Sudah jadi rahasia umum kalo mereka ini ibarat Tom and Jerry. Tapi kalo ga ketemu dicari-cari.
Icha mendelik, Meri dan Loli cuma cengar cengir.
“Eh… kata orang witing tresno jalaran soko kulino…”, Meri nyeletuk. Dia memang asli orang Jogja,
“Maksud kamu apa sih….”
Loli penasaran, maklum dia orang Palembang ngga ngerti bahasa Jawa.
“Maksudnya orang suka tuh karena terbiasa… nah… Icha… di mana ada dia pasti ada Noe… apa nggak jodoh tuh…”
“Ih amit-amit…. Jangan asal ngomong ya…”
Icha marah-marah.
“Lho… apalagi kamu benci banget…”
“Apa hubungannya coba..?.”
“Menurut primbon yang pernah aku baca… kalo orang yang benci berlebihan itu suatu saat bisa berubah jadi cinta…”
“Enak aja…. Jangan suka ngarang… apalagi bawa-bawa primbon… syirik tahu….”
“Ok teman-teman….. silahkan gabung dengan tim masing-masing dan hari ini juga harus sudah jadi time schedule buat tim masing-masing…”
Iwel sang ketua jurusan memberi pengarahan. Semenit kemudian semua udah ngumpul pada tim masing-masing. Dengan malas Icha duduk di tim Noe. Yang lain cengar-cengir.
“Wuh…. Gerah nih….”. Abee bersuara.
“Iya…. Panas banget…. Kayaknya bakal rame nih..” Meri ikut-ikutan.
“ Apaan sih…”
“Tuh filmnya bakal rame…. Bakal ada cinlok segala…” meri melirik icha
“Emang ada acara cinloknya…?”, Loli jadi bingung
“Hu….. dasar otak pentium kelas dodol….sekarang udah jamannya core duo non…lagian bikin naskah aja belum masa udah tahu ceritanya…” Abee jadi gemas, Loli nyengir kuda.
“Ok… sekarang kita buat job description dan bikin time schedule…” Noe memberi pengarahan
“Biar seru produsernya cewek… Meri jadi produser, Icha yang jago bikin script jadi script writer dan sutradara, aku ama Iwel cameramen, kru Adam dan Loli, perkap, logistic Abee dan Ical, survey lapangan Wawan, story board Momon, credit title Adi, ijin dan humas urusan Uje, editing dan tim creatif aku sama Abee. Ok… setuju semua…..”
“Setuju….dana gimana bos….”
“Ya kita patungan… goban…”
“Apa ga kurang tuh….”
“E….. kurangnya urusanku deh….tapi ntar ganti ya….”
“Hu…. Pelit…”
“Enak aja bilang pelit….lha kalau kurangnya sejuta…. Bisa bangkrut aku… lo kira bank apa…?”, Noe bersungut yang lain cengar-cengir.
“Ok…. Tgl 1-3 survey, 4-6 bikin script dan urusan perijinan, 7-8 siapkan logistik syuting, 9-12 kita syuting, 13-14 editing 15 produksi akhir, 16 kita penyerahan hasil“
“Masalah tema… kita mau bikin film apa nih…”
Meri bertanya-tanya.
“Kalo dokumenter gimana….?”, Icha ikutan bersuara. Noe jadi deg-degan. Heran…sebelumnya nggak pernah dia kayak gini. Sekarang… kalau Icha duduk di depan matanya tak pernah berhenti memandang. Kalau Icha duduk di belakang pikiranya bertanya-tanya gerangan apa yang dia kerjakan.
Ah…. Buru-buru Noe menyudahi lamunannya, dia kan lagi memimpin rapat.
“Wah… dokumenter ga seru….” Iwel komentar
“Gimana kalau drama…”
“Bagus sih… tapi jelas butuh waktu dan biaya lebih banyak… kita juga butuh pemainnya…”
“ Yo wis…. Kalau gitu dokumenter kaya Icha bilang tadi….” Adam ikutan bersuara.
“Em… dokumenter itu tergantung siapa pembuatnya…..kalau yang buat kreatif pasti bagus…..”. Noe membela Icha yang lain pada berdehem ria.
“Ehm…ehm….”
“Ok…. Gimana kalau emang setuju dokumenter sekarang kita beri kesempatan ke Icha untuk menjelaskan idenya…”
“Setuju…”
Akhirnya Icha didaulat presentasi ide di depan. Emang beda kalau yang ngomong Icha, semua manggut-manggut. Bahasanya lugas, mudah, dan ga bertele-tele
“E… kita buat dokumenter tentang sisi lain Jogja. Kenapa…? Karena ini tema baru dan belum ada yang ngangkat. Selama ini baling banyak tema drama cengeng, percintaan yang membosankan, dan company profile tapi nggantung alias kurang menggigit . Di sini kita coba angkat sisi lain tentang Jogja yang dianggap sebagian orang sebagai kota budaya, kota pelajar, dan pariwisata. Padahal ada dunia lain yang mungkin jarang tertangkap kamera. Dunia prostitusi, mahasiswa yang nyambi jadi simpenan om-om, kehidupan anak-anak punk, peredaran narkoba di kampus, anak-anak yang tinggal di lingkungan sarkem.
Tujuannya adalah memberi pendidikan dan penerangan ke masyarakat bahwa nggak jauh dari lingkungan kita ada narkoba, free sex, prostitusi, dan dunia yang mungkin nggak pernah terpikirkan mereka.
“ Wuih… bagus banget tuh….ide unik…..”. Iwel terkagum-kagum
“Aku setuju…”. Meri ikutan
“Ok…. Ada lagi yang setuju….?”
Noe menunggu jawaban, dan ternyata semua setuju. Hm…. emang Icha Miss. Fresh Idea…
**********