• Serah Terima Amanah

    Serah Terima Amanah dari Syah Azis Perangin Angin (Ketua FLP Semarang 2011 - 2014) kepada Muh. Hafidz Nabawi (Ketua FLP Semarang Periode 2014 - 2016). Semoga dapat membawa FLP Semarang menjadi lebih baik. Amin...

  • Pelantikan Pengurus Wilayah FLP Jateng di Semarang

    Pelantikan Pengurus FLP Wilayah jawa tengah di SDIT Cahaya Bangsa Semarang. Semoga amanah ya... Amin..

  • Open Recruitmen Anggota FLP SMG

    Berpose setelah selesai mengikuti Rekrutmen Anggota Baru FLP Semarang... Ayo, Tunjukkan Orange-Mu.. Menanti karya Flpers Semarang... Semoga makin produktif... Amiin..

Wednesday, November 16, 2011

Undangan Sanggar Kreatif FLP Semarang (I)

Assalamu 'Alaikum Wr. Wb.

Diharapkan kehadiran seluruh anggota FLP Semarang pada Sanggar Kretaif FLP Semarang (I) yang diadakan pada:
Hari / Tanggal: Ahad, 27 November 2011
Tempat          : Halaman Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang
                       Jl. Sriwijaya No 27 Semarang
                       (antara Perwil - Wonderia)
Waktu           : Pkl. 08.30 - 12.00 Wib
Agenda         : Sanggar Kreatif FLP Semarang (I)
                       Pembagian Kelompok Forum Kreatif
                       Diskusi Sastra                       
                       Pendataan Ulang Anggota FLP Semarang
                                               

NB:
Berhubung akan diadakan pendataan ulang anggota FLP Semarang, seluruh anggota diminta:
  1. Mengisi Form Registrasi yang bisa didowload DI SINI,
  2. Membawa photo 2 x 3 sebanyak 2 lembar
  3. Membawa karya terbaru yang belum dipublikasikan di media massa.
Dikumpulakan kepada Div. Kaderisasi FLP Semarang melalui ketua Ranting.

Wassalam,
Ketua FLP Semarang 2011 - 2013



Syah Azis Perangin Angin

Tuesday, November 15, 2011

Menggagas Fikih Lingkungan Hidup

Oleh: Syah Azis Perangin Angin
(Anggota FLP Semarang - Magister Ilmu Lingkungan Undip)

Isu lingkungan akhir-akhir ini hangat diperbincangkan oleh berbagai kalangan. Bukan hanya dari kalangan scientist tapi juga agamawan khususnya Islam. Berbagai diskusi di sana-sini digelar untuk memberi respons terhadap kerusakan lingkungan yang semakin memprihatinkan. Isu yang paling banyak diperbincangkan adalah tentang global warming dan climate change. Betapa tidak, masyarakat secara luas sudah merasakan dampak kedua fenomena ini secara nyata. 

Islam yang merupakan agama yang tidak hanya mengatur hubungan manusia pada bidang ibadah secara vertikal dengan Allah juga secara horizontal hubungan manusia dengan sesama manusia dan pastinya mengatur hubungan manusia dengan alam semesta. Hal ini tentu saja karena sifat Islam yang merupakan rahmat bagi semesta alam.

Saturday, November 12, 2011

Tidak Takut Gagal


Oleh: Syah Azis Perangin Angin
 
Allah telah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Berpasang-pasangan bukan hanya ada pada jenis manusia sebagai laki-laki atau perempuan. Perasaan manusia pun berpasang-pasangan ada susah ada senang, ada rajin ada juga malas. Memang sifat hati seperti itu. Hati dalam bahas Arab disebut “Qolbun”, artinya adalah berbolak-balik. Barangkali inilah sifat dasar hati kita yang kadang-kadang membuat kita tidak teguh pendirian.

Termasuk pengalaman hidup, ada sukses ada juga gagal. Betapa banyak usaha dalam hidup ini yang setiap hari kita lakukan hasilnya tidak akan lepas dari dua kemungkinan di atas, SUKSES atau GAGAL.

Thursday, November 10, 2011

Senandung Syukur dalam Gemuruh Takbir

Oleh. Raddy Ibnu Jihad*
Sekretaris FLP Semarang 2011 - 2013

Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar
Laa ilaaha illallaahu Allaahu Akbar…
Allahu Akbar Wa Lillaahilhamd…

Gema takbir menggema membelah angkasa raya. Menyerukan semangat akbar kepada Sang Maha Akbar. Angin berhembus menyahut….
Pepohonan ikut berdzikir mengagungkan kuasa-Nya. Gemuruh takbir mengangkasa menyelimuti bumi….

Sebuah hari yang bukan sekedar ritual tahunan belaka, melainkan ritual suci yang dipersembahkan kepada yang Maha Suci. Bercermin dari dua kekasih Allah yang begitu taat dan ikhlas dalam menjalankan titah suci-Nya. Penuh kelapangan, keridhoan, serta keikhlasan penuh yang menyelimuti hati. Nabiyullah Ibrahim a.s. dan Nabiyullah Ismail a.s.

Tuesday, November 8, 2011

Cerita Idul Adha: Soto Ayam dan Idul Adha


Oleh: Syah Azis Nangin
Penggiat Sastra FLP Semarang

Ketika terdengar kata "Idul Adha" pastinya akan terlintas di benak kita sapi, domba atau kambing. Mengapa tidak, Islam telah mensyariatkan kepada umatnya untuk menyembelih hewan tersebut setelah selasai sholat id. Dan hampir di setiap masjid atau musholla di seluruh dunia menyelenggarakan hal itu, kemudian dibagi-bagikan kepada umat Islam khususnya fakir miskin seraya mengingatkan kita kepada peristiawa rencana penyembelihan Nabi Ismail a.s. oleh ayahnya Nabi Ibrohim a.s. yang kemudian digantikan Allah dengan seekor kibas.

Tapi berbeda dengan diriku. Setiap kali hari Raya Idul Qurban yang terlintas di benakku adalah Soto Ayam. Entah kenapa. Setelah selesai melaksanakan Shalat Id terlintas di benakku untuk memburu Soto Ayam.

Monday, November 7, 2011

Cerita Idul Adha: My Lost Idul Adha


Oleh: R Fahra Nisa,
Nama pena dari Eri Fintiati, Penggiat Sastra FLP Semarang, kini tinggal di Tegal.

Tiap malam ke sepuluh di bulan Dzulhijjah, aku selalu teringat akan peristiwa itu. tepatnya 10 tahun yang lalu saat itu aku masih berada di bangku SMP. Saat itu  aku dan teman-teman yang mengaji di masjid Al-Huda (masjid di desaku) tengah merayakan Idul Adha dengan berkeliling kampung membawa obor sembari melantunkan kumandang takbir. Aku dapat merasakan nuansa indah dan kesejukan dalam jiwa. Gerimis rintik-rintik yang jatuh dari langit tak sedikit pun menyurutkan langkah kami untuk terus bergerak dan bertakbir mengumandangkan asma-Nya. subhanallah, walhamdulillah, wa Laa ilaa haillallah, Allahuakbar!
Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar
laa ilaa ha illallahu Allahuakbar
Allahuakbar wa lillahilhamd.

Sungguh kumandang takbir itu selalu membuat jantungku berdebar. Kala sore menjelang, malam datang, dan pagi pun menyeruak, seluruhnya dihiasi dengan kumandang takbir yang menggetarkan.

2011, kebiasaan takbir keliling membawa obor itu kini seakan lenyap tak berbekas, namun kenangan indah itu Insya Allah akan terus menghujam dalam jiwa. Semoga suatu saat, kegiatan itu akan kembali dilaksanakan. Amin

Senin, 7 November 2011

Cerita Idul Adha: "Kebersaman yang Hilang, Kebersamaan yang Datang"


Oleh: Arif Mahrus Shoffa
(Penggiat Sastra FLP Semarang)

Gema takbir telah berkumandang membahana di setiap penjuru angin yang kudengar di sekitar desaku, semalam setelah ikut Takbiran di musholla sampai jam 22:30 WIB, aku memutuskan untuk pulang ke rumah. Aku ingin menghemat tenaga, soalnya besok pagi mau ada kegiatan bareng teman-teman ORSPEK (Organisasi Pemuda Kampek). Sudah setahun ORSPEK berdiri, sejak didirikan bulan Juni setahun yang lalu, kini ORSPEK sudah mulai menggeliat untuk bangkit dan mengadakan kegiatan lagi.
Setiap Hari Raya Idul Adha tiba, momen untuk menyaksikan kegiatan penyembelihan kurban sangat berarti bagiku dan teman-temanku. Sejak kecil kami selalu menikmati saat-saat untuk memotong daging kurban, membagikannya, sisanya kami buat sate bersama-sama.