• Serah Terima Amanah

    Serah Terima Amanah dari Syah Azis Perangin Angin (Ketua FLP Semarang 2011 - 2014) kepada Muh. Hafidz Nabawi (Ketua FLP Semarang Periode 2014 - 2016). Semoga dapat membawa FLP Semarang menjadi lebih baik. Amin...

  • Pelantikan Pengurus Wilayah FLP Jateng di Semarang

    Pelantikan Pengurus FLP Wilayah jawa tengah di SDIT Cahaya Bangsa Semarang. Semoga amanah ya... Amin..

  • Open Recruitmen Anggota FLP SMG

    Berpose setelah selesai mengikuti Rekrutmen Anggota Baru FLP Semarang... Ayo, Tunjukkan Orange-Mu.. Menanti karya Flpers Semarang... Semoga makin produktif... Amiin..

Thursday, April 26, 2012

Memahami Hakikat Hidup

Memahami Hakikat Hidup
(Buletin Jum’at SAKINAH, DPU Daarut Tauhid Edisi 354 / Th IV / April 2012 M)

Oleh: Azis S Teha Ie
Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Semarang

Hidup di dunia ini hanya sementara. Walaupun sementara, tetapi ia merupakan sebuah jembatan menuju kehidupan yang kekal di akhirat kelak. Karena itu kita harus mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk dibawa ke akhirat kelak. Yaitu dengan cara beribadah kepada Allah SWT, menjadikan diri sebagai hamba Allah SWT. Karena pada hakikatnya, manusia adalah hamba Allah. Dalam Al-Qur’an surat Adz-Dzariyat [51] : 56 Allah SWT berfirman, yang artinya “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali hanya beribadah kepadaku”.

Tuesday, March 13, 2012

Menjadi Muslim Peduli Lingkungan


Menjadi Muslim Peduli Lingkungan
Syah Azis Nangin 
(Dimuat di Buletin Jum’at SAKINAH, DPU Daarut Tauhid Edisi 348 / Th IV / Februari 2012 M / Rabiuts Tsani 1433 H.)

 “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang kholifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah” (QS. Al Baqarah: 30) 
Akhir-akhir ini, media massa banyak membicarakan tentang isu-isu lingkungan. Hal ini juga tidak terlepas dari kerusakan lingkungan yang mengundang datangnya bencana alam, terutama banjir dan tanah longsor. Bencana yang lain di antaranya badai, angin puting beliung, tsunami, gunung meletus, gempa bumi, kekeringan, kebakaran hutan, dan lain-lain. Sebagian dari bencana itu terlihat terjadi secara alami namun sebagian yang lain terlihat jelas terjadi akibat aktivitas manusia.

Monday, January 9, 2012

Langkah Baru FLP Peleburan


           Awan hitam makin yakin membasahkan bumi, rintik hujan pun mulai berjatuhan.  Tanpa hitungan menit hujan menambah keteduhan sore kemarin tepatnya tanggal 25 Desember 2011 di joglo belakang TBRS (Taman Budaya Raden Saleh) Semarang, Musyawarah Ranting (MUSRAN) FLP Peleburan sore itu, berjalan lancar meski diiringi rintik hujan. Laporan pertanggung jawaban  Mbak Umbar selaku ketua Ranting FLP Pelebuan menyampaikan beberapa hal selama kepemimpinan beliau di antaranya adalah tentang arah kebijakan organisasi yang belum terarah dengan baik yang kemudian ditambahi oleh beberapa stafnya.
LPJ tersebut pada akhirnya diterima oleh peserta musyawarah
a. Menjilid dan menyerahkan  LPJ dengan melampirkan:
    1. Data struktural awal sampai akhir.
                2. Merekap data anggota yang masih aktif di FLP Peleburan
            b. Waktu maksimal tanggal 25 Desember 2011.
Setelah LPJ selesai dilanjutkan langsung pemilihan ketua FLP ranting, dengan 6 kandidat awal sampai dilakukannya perundingan dan berbagai macam pertimbangan dan hasil akhir memutuskan ukhti Caswitin yang lebih dikenal dengan nama Wiwik menjadi ketua ranting FLP Peleburan yang akan di lantik insya allah tanggal 15 Januari 2012 nanti.
“Amanah ini terlalu besar bahkan, saya merasa tidak pantas untuk mengemban amanah ini, mengingat saya termasuk orang baru di FLP”, tutur calon ketua FLP Ranting Peleburan yang baru  mau memasuki semester  empat  jurusan Pend. Bahasa Indonesia dan sastra di IKIP PGRI Semarang. (Wk)

Wednesday, December 14, 2011

PENGARANG SUDAH MATI?



Saat langit merah menyala diufuk timur, ayam jantan baru saja berkokok riang dan kumandang iqomat telah diperdengarkan di pagi buta ini. Diskusi kecil-kecilan ba'da sholat subuh berjama'ah disebuah Surau kecil di Jl. Tegalsari RT 05 / RW VIII bersama Pak Gol A Gong, Kang Agus M Irkham dan Syah Aziz. 

Awalnya selepas sholat Pak Gong berdiri dihalaman musholla, aku Kang Agus dan Aziz mendekati beliau lalu penulis berambut gondrong yang gondrongnya kalah panjang dengan rambutku memulai perbicangan seru mengenai literasi. Pak Gong dengan gaya khasnya mampu menyulut api yang membara dalam dada kami, seperti demikian parahkah dunia yang sedang kita hadapi sekarang ini?

Sunday, December 4, 2011

Sanggar Kreatif I FLP Semarang

Oleh: Lihazna
Penggiat Sastra FLP Semarang

Peserta Sanggar Kreatif I FLP Semarang


Minggu, 27 November 2011, Forum Lingkar Pena Cabang Semarang mengadakan sebuah forum kepenulisan. Forum yang diberi nama Sanggar Kreatif Lingkar Pena ini dilaksanakan di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) yang berlokasi di Jalan Sriwijaya, Semarang. Sanggar Kreatif ditujukan untuk para penggiat pena yang ingin menuangkan pemikirannya dalam bentuk tulisan.

LOMBA RAKYAT MENULIS MEMPEREBUTKAN GAJAH MADA AWARD 2012

LOMBA RAKYAT MENULIS MEMPEREBUTKAN GAJAH MADA AWARD 2012

Writer University (WU) memfasilitasi aspirasi rakyat dalam menyuarakan Anti Korupsi, penindakkan secara tegas terhadap para koruptor, serta penghapusan budaya korupsi di negeri ini. Rakyat tahu, kesengsaraan dan penderitaan yang mendera penghidupan mereka tidak akan pernah berhenti ketika Indonesia Doyan Korupsi.
Tema yang diangkat :
1) Satu Koruptor, Satu Peti Mati
2) Mimpi Indonesia Tanpa Korupsi
3) Korupsi, Antara Hobi dan Ketamakan
4) Katakan Tidak Pada Korupsi
5) Haruskah Maling dibela

Catatn Idul Adha: Menilik Kembali ‘Pengorbananku’


Kaderisasi FLP Semarang
Takbir telah dikumandangkan semalaman hingga pagi ini. Orang-orang beramai-ramai melangkahkan kaki ke tempat-tempat penyelenggaraan sholat Ied, termasuk aku. Masjid yang ku tuju dekat dengan rumah, jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk ke sana. Timbul pertanyaan dalam hatiku. Di mana bentuk pengorbananku?
Sudah 22 tahun usiaku dan setahun lebih masa kerjaku, tetapi belum sekalipun aku ikut ‘menyumbangkan darah’ untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lembar demi lembar yang ku dapat ibarat segelas air yang jatuh di gersang pasir. Semua hilang tanpa sisa. Untuk urusan mata, perut, dan dahaga sosialita. Terbersit pertanyaan dalam kepalaku, pengorbanan harta macam apa yang bisa aku pertanggungjawabkan pada-Nya?