• Serah Terima Amanah

    Serah Terima Amanah dari Syah Azis Perangin Angin (Ketua FLP Semarang 2011 - 2014) kepada Muh. Hafidz Nabawi (Ketua FLP Semarang Periode 2014 - 2016). Semoga dapat membawa FLP Semarang menjadi lebih baik. Amin...

  • Pelantikan Pengurus Wilayah FLP Jateng di Semarang

    Pelantikan Pengurus FLP Wilayah jawa tengah di SDIT Cahaya Bangsa Semarang. Semoga amanah ya... Amin..

  • Open Recruitmen Anggota FLP SMG

    Berpose setelah selesai mengikuti Rekrutmen Anggota Baru FLP Semarang... Ayo, Tunjukkan Orange-Mu.. Menanti karya Flpers Semarang... Semoga makin produktif... Amiin..

Monday, January 21, 2013

Anak FLP Sekaran, Bicara Sastra dan Fakta


PEMBICARA TALKSHOW INTERAKTIF SASTRA JURNALISTIK BERPOSE BERSAMA, (JUGA) KETUA FLP SEMARANG DAN KETUA FLP RANTING SEKARAN PADA MINGGU (13/1)
Forum Lingkar Pena (FLP) Ranting Sekaran mengadakan Talkshow Interaktif bertajuk Sastra Jurnalisme, Menggugah dan Juga Berisi: Melihat Sastra dari Sudut Pandang Fakta Kejadian di Serambi Mushola Salman Al-Farisi Fakultas Teknik Unnes pada Minggu (13/1). Kegiatan tersebut menghadirkan Mulyono, Dosen Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Unnes, Surahmat, Jurnalis Media Online Portal Semarang (dot) Com, dan Roh Agung Dwi Wicaksono, Pegiat FLP Cabang Semarang. Acara Talkshow  yang diselenggarakan FLP Sekaran ini juga dihadiri oleh Syahaziz Perangin Angin, Ketua FLP Cabang Semarang dan Eka Nur Apiyah, Ketua FLP Ranting Sekaran.

Thursday, December 27, 2012

Kisah Seorang Penjual Susu


Oleh: Fetrin Arisa Ningrum

Sudah hampir satu setengah tahun, saya melalui jalan yang sama menuju klinik tempat saya bekerja dengan sepeda motor setia saya setiap harinya, setiap pagi. Wajah-wajah masyarakat sekitar berlalu lalang di sepanjang jalan yang hanya berjarak 2 meter saja dari rel Kereta Api dan sangat dekat dengan Stasiun Tawang Semarang. Sungguh begitu banyak pemandangan yang mewarnai sepanjang jalan itu, karena hampir 75% jalan yang cukup panjang itu dijadikan tempat berjualan oleh penduduk sekitar, meski jika siang tiba hanya tinggal beberapa orang saja yang masih menjajakan barang dagangannya, agak berbeda dengan pasar-pasar di daerah lain yang bisa tetap aktif hingga malam menjelang. Ada beberapa sosok yang saya amati, meski sebenarnya bukan hanya sosok penjualnya, tetapi barang dagangannya juga. Ada ibu-ibu yang menjual sayur dan buah, bapak-bapak penjual ikan yang segar-segar, ada seorang nenek yang menjual kain dan pakaian bekas, dan para penjual lainnya yang sudah biasa kita lihat di setiap pasar tradisional pada umumnya. Namun, ada satu sosok yang amat saya soroti, setiap pagi, setiap hari, seakan tak pernah bosan, duduk seorang pria yang usianya saya perkirakan sekitar 30 tahun-an, berperawakan sedang, berjanggut tipis dan selalu memakai kopyah di kepalanya. Bapak itu setiap harinya menjual berliter-liter susu sapi segar yang dibungkus dengan plastik putih yang berukuran kecil hingga sedang. Ya, beliau adalah seorang penjual susu.

Thursday, November 29, 2012

Begitu Guru

Begitu Guru
oleh: Winas Nazula FLP Semarang


pahlawan tanpa tanda jasa
:itu dulu, kini kah?
selembar pengakuan telah dibagikan
bintang-bintang sekarang terpampang
penghidupan lebih dari kecukupan
namun selalu ada yang kurang
:terasa di pengorbanan
deret harapan mulai bertambah
yang semula nilai mulai berubah
sebagian memang bisa hidup mewah
kebanyakan ada pula masih di bawah
aljabar mulai sulit dimengerti
alfabet pun tak meresap di hati
anak didik disibukkan sendiri
belajar pada teknologi
pengajar merambah sekolah-sekolah
pendidik terkurung di rumah-rumah
begitulah guru
:kini, beda dulu
Semarang,271112

Friday, November 2, 2012

Lomba Skenario Film Anak

baca keterangan lebih lanjut di link berikut ini:

http://skenariofilm.com/

Mencari Ibu di Syurga-2

Mencari Ibu di Syurga

ARLOJI CINTA


Sri Wahyuni Radaryanti

Tik tik tik ... Arloji cinta berdetak seiring denyut nadi ....
Setiap detiknya adalah kesetiaan, setiap menitnya adalah kasih sayang, setiap jamnya adalah kerinduan,
setiap harinya adalah kebahagiaan, setiap minggunya adalah keceriaan, setiap bulannya adalah kebersamaan, setiap tahunnya adalah keindahan.
Tik tik tik ...Arloji cinta berdetak seirama nafas-nafasnya
Setiap tarikannya adalah ungkapan cinta
Setiap hembusannya adalah tebaran pesona
Setiap jedanya adalah kekaguman jiwa
Tik tik tik ... Arloji cinta terus menghitung waktu
Dari siang ke malamnya adalah saling memahami
Dari malam ke siangnya adalah saling mengisi
Dari gelap ke terangnya adalah saling melempar senyum penuh arti
Dari terang ke gelapnya adalah penuh rasa maaf
Tik tik tik...Arloji cinta tak kann henti bergerak
Dari putarannya yang stabil dan presisi, seperti jantung yg berdetak
Tak akan berhenti kecuali kematian yg menjemput dg mendadak...
Tik tik tik ... Arloji cinta Berdetak-detik...
Tik tik tik "