• Serah Terima Amanah

    Serah Terima Amanah dari Syah Azis Perangin Angin (Ketua FLP Semarang 2011 - 2014) kepada Muh. Hafidz Nabawi (Ketua FLP Semarang Periode 2014 - 2016). Semoga dapat membawa FLP Semarang menjadi lebih baik. Amin...

  • Pelantikan Pengurus Wilayah FLP Jateng di Semarang

    Pelantikan Pengurus FLP Wilayah jawa tengah di SDIT Cahaya Bangsa Semarang. Semoga amanah ya... Amin..

  • Open Recruitmen Anggota FLP SMG

    Berpose setelah selesai mengikuti Rekrutmen Anggota Baru FLP Semarang... Ayo, Tunjukkan Orange-Mu.. Menanti karya Flpers Semarang... Semoga makin produktif... Amiin..

Saturday, May 24, 2014

Mantra Malam

Oleh:  Hafidz Nabawi, Ketua FLP Semarang.

Sulit untuk membuka mata, mengusap belek yang lengket
sedangkan kupu-kupu sedang menari di alun-alun
tetap mengguyur muka yang belum sepenuhnya terbuka
sedangkan kelelawar malam sudah kenyang dan ketiduran

Mungkin harus ada yang kita nikmati hari ini
setelah mantra panjang kita haturkan
dengan melawan jahatnya malam ibu kota
tetesan air mata yang keluar akan terganti
sehingga kita menjadi bersih, menjadi suci
mencium harumnya mawar setiap hari.

Semarang, 24 Mei 2014

Friday, May 23, 2014

Nabawi, Ketua FLP Semarang 2014-2016

Serah Terima Amanah

Jumat (31/1) Musyawarah Cabang Forum Lingkar Pena (FLP) Semarang memutuskan Muhammad Hafidz Nabawi, Ketua FLP Ranting Ngaliyan Semarang menjadi Ketua FLP Cabang Semarang Periode 2014-2016. Sebelumnya, dalam bursa pencalonan juga muncul nama Adisaputra Nadzar, Ketua FLP Ranting Tembalang. Dengan suara imbang 7:7 keduanya bersaing ketat. Namun, Majelis Musyawarah Dewan Formatur juga Dewan Penasehat memilih Nabawi menjadi Ketua FLP Cabang Semarang selanjutnya.

Nabawi dalam dua tahun ke depan dituntut menjawab tantangan-tantangan yang ada sekaligus merumuskan pemecahan masalah yang dihadapi FLP Semarang selama ini, mulai perihal kaderisasi, masalah koordinasi, juga masalah pengembangan organisasi. Dalam waktu dekat Nabawi juga akan menyusun kabinetnya dengan pertimbangan Dewan Penasehat FLP Cabang Semarang. [flp kita]

Thursday, May 22, 2014

Penerbit Indiva Adakan Lomba Resensi Berhadiah Jutaan Rupiah

Dalam rangka meningkatkan apresiasi terhadap buku-buku terbitannya, Penerbit Indiva Media Kreasi menyelenggarakan Lomba Menulis Resensi Buku Indiva 2013. Dalam rilis yang diterima redaksi, lomba ditutup pada 31 Desember 2013. Adapun pengumuman pemenang akan dilakukan pada 15 Januari 2014 di website penerbit tersebut.

Materi resensi harus diposting di blog, website atau akun facebook milik peserta, serta dishare di akun goodreads. URL akun tersebut didaftarkan ke email publish.indiva@gmail.com dilengkapi dengan scan data diri, biodata dan struk pembelian buku-buku produk Indiva (tak harus buku yang diresensi).

Total hadiah yang diperebutkan cukup menarik, yakni juara 1-2 masing-masing Rp 1.500.000, Rp 1.250.000 dan Rp 1.000.000. Juga masih terdapat hadiah-hadiah menarik lain untuk juara harapan dan hiburan.

Beberapa buku yang dilombakan yang ditulis oleh anggota FLP antara lain Da Conspiracao (Afifah Afra), Kitab Cinta dan Patah Hati (Sinta Yudisia), Altitude 3676 (Azzura Dayana), Tiga Anak Badung (Boim Lebon) dan My Avilla (Ifa Avianty). Masih ada beberapa buku lain yang dilombakan. Informasi lebih lanjut, silakan berkunjung ke website www.indivamediakreasi.com. (AA).

Ditulis tanggal : 04 - 12 - 2013 | 14:14:22

Saturday, July 20, 2013

#11 Kisah Ramadhan Pejuang Pena Semarang



Madrasah Ramadhan
Oleh Nurokhim


Alhamdulillah,
tamu itu telah datang
Bak rombongan jamaah haji,
ia disambut gegap gempita
layaknya marching band

tamu ini membawa kabar gembira
bagi mereka yang beriman
ia menjanjikan ampunan, keberkahan,
dan menyembuhkan luka hati
karena goresan iri dengki

ia menaungi amalan-amalan saleh
bagi mereka yang merindukan surga

seperti sebuah madrasah,
ia menulis, mencatat, juga menilai
siapa saja yang

#10 Kisah Ramadhan Pejuang Pena Semarang

PUISI-PUISI KARYA KUN MARYONO


Bulan Pembakar.

Duhai siang yang di cintai
Menetaplah lebih lama
Biarkanlah dahaga menengak curahan terik
Mendekap lapar seperti ikatan satu
Terus seperti itu menuju malam

Malam malam berlomba  mempersembahkan gulita
Tidak peduli !, rindu itu tertatih menuju Masjid
Tertunduk takut, bersujud harap
Tumpah letih menghitam, waktu itu….
Menangis padanya adalah cinta
Tangis yang seakan tidak ingin berhenti
Malam itu di saksikan, di janjikan

Demi Yang Merajai Terang dan gelap
Pada waktu yang membakar
Inginkan kami di bumi yang tidak seperti bumi lagi

Wonogiri, 5 Ramadhan 1434 H.


JATUH

Maka jatuhlah dalam cinta
Atau cinta itu datang padamu dengan caranya jatuh
Jatuh yang mematungkan ramai hari manusia

     Wahai hati yang telah menjatuhkan
     Melitasmu sesaat itu lebih di cintai pada pagi dan sore hari
     Sesungguhnya doa pagi dahulu itu bercerita dirimu
     Barantai tanpa jeda, merentang selelah hati bicara
     Itulah doa, sepinya adalah harapan

Padamu, bukanlah jatuh yang semestinya
Karena ……
Aku telah mencintai jatuh itu melebihi kesediaan  purnama pada gulita malam

     Hai kunang kunangkah itu ?

Sampaikan pada gulita  ini adalah rindu kemarin
Saat ayat ayat itu menjadi rindu yang telah jatuh
Di sisiku dan ajari aku membaca
Aku memohon seperti akan kehilangan nyawa
Walaupun di eja satu satu

     Wahai jatuh yang menghujam pada Niqab tak berwarna
     Santunilah inginku padamu
     Tidaklah cinta ini buta
     Sumpah itu menangisi dirinya pada malam ketika di saksikan

Jatuhkanlah !
Setara langit mencurahkan yang di miliki

    Saat ini sepi adalah penjaga hati
    Padamu, mustajab doa pagi

Wonogiri, 6 Ramadhan 1434 H

#9 Kisah Ramadhan Pejuang Pena Semarang



Alarm Ramadhan
oleh An Maharani



Kring... Kring… Kring...

Hal pertama apa yang aku pikirkan saat bangun tidur? Mata merah, wajah gelisah, saraf simpatik mulai meraba dunia nyata. Alhamdulillah, sudah semestinya kubersyukur untuk bangun dari kematian sementara. Apalagi, saat mengetahui bahwa minggu ini sudah masuk ke sepuluh hari kedua bulan mulia. “Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?”

Ponsel kuning mama selalu setia membangunkan kami. Tak pernah telat dari jadwal yang ku-setting sebelumnya: jam 03.00 WIB. Kadang, aku malas untuk membuka mata, namun mama selalu memaksaku untuk bangkit dari tempat tidur.

“Ayo, bangun, kalau ga mau tahajud kesiangan!”

Haha.. Aku sering mendirikan shalat malam mendekati sahur. Minggu pertama merupakan minggu adaptasi yang berat untukku. Biasanya aku bangun mendekati shubuh. Shalat malamnya juga mendekati shalat shubuh. Namun untuk ramadhan kali ini, aku ingin manajemen waktu tertata rapi. Tak boleh begadang malam-malam, untuk mendapatkan kesempatan shalat malam. Bacaan Al Qur’an-pun harus ditingkatkan. Ga boleh ada agenda malas-malasan, termasuk menghidupkan shalat berjama’ah di masjid. Selang waktu sahur dan adzan shubuh tak berlangsung lama, paling sekitar sepuluh menit. So, buat apa untuk melanjutkan tidur lagi? Kali ini harus ada perlawanan dari musuh bebuyutan yang bernama:

Thursday, July 18, 2013

#8 Kisah Ramadhan Pejuang Pena Semarang


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang Tersayang Dalam 12 Putaran.
 oleh Kun Maryono

     Pada hati yang padanya terdapat iman yang pertama menyambut datangnya Ramadhan adalah panggilan
kebahagiaan layaknya sunyi menyambut rindu, yang membiru pada
tanah dan bertalu talu menyebut cinta yang meruah di angkasa kemudian memenuhi langit dengan doa, Ramadhan adalah menyambut kasih sayang yang meluap seakan meledak bagai nuklir di mata yang mencair menjadi ratap bahagia bersama rindu kemarin yang dengan rahmatnya kita masih dapat menangisi dosa yang lalu, rindu kita sebagai manusia beriman dan bukankah demikian Rabb mempersembahkan Ramadhan itu, hanya bagi orang orang beriman.

     Baiklah wahai secuil kekalahan, seperti yang sudah sudah dan semakin bertambah akut bahwa makna Ramadhan itu luntur tak terkendali bersama kebebasan, seakan Ramadhan benar benar penjara yang terkumpul seluruh kesenangan itu dalam ruang sunyi yang ada pada siang hari, kemudian di salah artikan bahwa adzan magrib adalah kunci kebebasan pada penjara sunyi itu dan syawal adalah